Bagaimana Menyikapi Calon Suami yang Tak Bisa Atur Keuangan?
wolipop
Kamis, 27 Mar 2014 16:39 WIB
Jakarta
-
Saat ini saya sudah berpacaran lebih dari empat tahun. Namun saya bingung apakah saya tetap mempertahankan hubungan saya atau tidak? Ada banyak hal yang membuat saya yakin untuk bertahan akan tapi ada beberapa pertimbangan pula untuk menyerah. Selama lebih dari empat tahun berpacaran saya belum pernah dikenalkan dengan keluarganya. Dia bilang bahwa kedua orangtuanya sangat religius dan tidak mengenal istilah pacaran. Mengacu ke hubungan kakak perempuannya yang mengenalkan lelaki ke keluarga dengan status siap menikah. Jadi nanti saya akan dikenalkan jika memang sudah waktunya siap menikah.
Saya pribadi ingin cepat-cepat meresmikan hubungan ini karena saya yakin dengan dia yang menurut saya bisa menyeimbangkan diri saya. Kami berdua sudah sama-sama bekerja dengan penghasilan terbilang cukup. Tapi dia masih menunda karena masalah finansial dan waktor usia. Kami berdua sama-sama berusia 24 tahun. Menurut dia terlalu muda untuk laki-laki menikah di usia 24 tahun karena dia masih ingin mengejar mimpi-mimpinya seperti melanjutkan kuliah S-2 dan berbisnis. Kemungkinan dia siap sekitar di usia sekitar 27 - 30 tahun. Jujur saya bingung apakah saya akan bertahan selama itu. Masalah yang paling membuat saya ragu adalah dia tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. Uang gajinya seringkali habis bahkan kurang, ini membuat saya ragu kapan dia menabung untuk masa depan kami untuk menikah dan membangun rumah tangga.
Lala, 24 Tahun
Jawab:
Halo Lala,
Saya sangat paham sekali mengenai kekhawatiran kamu. Mengenai masalah yang kamu sampaikan, apa sajakah yang telah kamu lakukan untuk mengatasinya? Apakah kamu sudah menyelidiki dengan benar bahwa alasan yang kekasih kamu sampaikan untuk tidak mengenalkan kamu pada orangtuanya benar adanya? Apakah kamu juga sudah menyampaikan kekhawatiran kamu mengenai kesulitannya menata pengeluaran keuangan kepada kekasih kamu? Bagaimana pun juga faktor finansial merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjalani hubungan rumah tangga kelak.
Jika jawaban kamu sudah, maka langkah berikutnya yang harus kamu lakukan adalah ikuti kata hati kamu. Kalau kamu memang merasa tidak akan mampu menunggu dia selama kurang lebih 6 tahun ke depan, sampaikanlah hal tersebut kepadanya. Berikanlah target kepada dirinya seberapa lama kamu bersedia menunggu dia. Jika dia menyampaikan dia tidak bisa mengikuti kemauan kamu tidak ada salahnya jika kamu berusaha mencari pria yang lebih bisa membahagiakan kamu dan memenuhi harapan kamu.
(eny/eny)
Saya pribadi ingin cepat-cepat meresmikan hubungan ini karena saya yakin dengan dia yang menurut saya bisa menyeimbangkan diri saya. Kami berdua sudah sama-sama bekerja dengan penghasilan terbilang cukup. Tapi dia masih menunda karena masalah finansial dan waktor usia. Kami berdua sama-sama berusia 24 tahun. Menurut dia terlalu muda untuk laki-laki menikah di usia 24 tahun karena dia masih ingin mengejar mimpi-mimpinya seperti melanjutkan kuliah S-2 dan berbisnis. Kemungkinan dia siap sekitar di usia sekitar 27 - 30 tahun. Jujur saya bingung apakah saya akan bertahan selama itu. Masalah yang paling membuat saya ragu adalah dia tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. Uang gajinya seringkali habis bahkan kurang, ini membuat saya ragu kapan dia menabung untuk masa depan kami untuk menikah dan membangun rumah tangga.
Lala, 24 Tahun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halo Lala,
Saya sangat paham sekali mengenai kekhawatiran kamu. Mengenai masalah yang kamu sampaikan, apa sajakah yang telah kamu lakukan untuk mengatasinya? Apakah kamu sudah menyelidiki dengan benar bahwa alasan yang kekasih kamu sampaikan untuk tidak mengenalkan kamu pada orangtuanya benar adanya? Apakah kamu juga sudah menyampaikan kekhawatiran kamu mengenai kesulitannya menata pengeluaran keuangan kepada kekasih kamu? Bagaimana pun juga faktor finansial merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjalani hubungan rumah tangga kelak.
Jika jawaban kamu sudah, maka langkah berikutnya yang harus kamu lakukan adalah ikuti kata hati kamu. Kalau kamu memang merasa tidak akan mampu menunggu dia selama kurang lebih 6 tahun ke depan, sampaikanlah hal tersebut kepadanya. Berikanlah target kepada dirinya seberapa lama kamu bersedia menunggu dia. Jika dia menyampaikan dia tidak bisa mengikuti kemauan kamu tidak ada salahnya jika kamu berusaha mencari pria yang lebih bisa membahagiakan kamu dan memenuhi harapan kamu.
(eny/eny)











































