Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bimbang Pilih Putus atau Lanjut Ketika Jalani Hubungan Cinta Beda Agama

wolipop
Selasa, 11 Mar 2014 09:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Saat ini saya dan seorang pria, sebut saja namanya Alex menjalin kedekatan kurang lebih selama tiga bulan. Kami sudah menyatakan saling suka, namun belum berani pacaran karena kami berbeda keyakinan. Bagaimana menurut ibu Ratih, apakah hubungan saya sebaiknya dilanjutkan? Namun saya juga masih ragu, bila nanti akhirnya kami juga harus berpisah karena beda agama. Pada dasarnya dalam hal agama, saya dan dia tidak ingin berpindah keyakinan.

Dea, 27 tahun

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Dea,

Saya senang kamu berpikiran maju ke depan mengenai perbedaan agama yang potensial menjadi masalah dalam berumah tangga. Saran saya, pertama-tama kamu perlu mendiskusikan pernikahan dan keluarga seperti apa yang akan kalian bangun di atas dasar perbedaan agama. Seperti dalam beribadah, apakah kalian akan saling memberikan waktu untuk menjalani ibadah masing-masing. Apakah kalian dapat menerima adanya kemungkinan pendekatan agama yang berbeda dalam membahas atau mengatasi suatu masalah meskipun misalnya tujuannya sama-sama baik? Kemudian bagaimana kalian akan mendidik anak kalian? Apakah akan mengajarkan anak kedua agama ataukah salah satu agama tertentu (agama yang mana?). Akankah anak kamu nanti menjadi bingung akan adanya ritual keagamaan orangtua yang berbeda? Dan masih banyak hal lain yang benar-benar perlu dibicarakan dengan serius.

Selain itu faktor keluarga masing-masing juga penting. Akankah keluarga kamu dan pasangan dapat menerima kalian menjalani hubungan dan menikah di atas keyakinan agama yang berbeda? Dan akankah hal ini akan menjadi masalah yang terus menerus muncul ketika berinteraksi dengan keluarga. Jawaban-jawaban atas pertanyaan ini akan mengarahkan kamu dalam mengambil keputusan. Jalani jika memang kamu dan pasangan sudah mencapai kesepakatan dan siap menghadapi berbagai hal yang sudah kamu prediksi mungkin dialami. Sebaliknya, lebih baik menjadi teman bila memang tidak ada kata kesepakatan dan kesiapan untuk menghadapi konsekuensinya. . Semoga kamu dapat menemukan pencerahan dan menemukan keputusan yang terbaik.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads