Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Bicara Pada Suami yang Tidak Transparan Soal Pendapatannya

wolipop
Kamis, 20 Feb 2014 10:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Saya sudah menikah lima tahun dan sudah punya dua anak. Sejak menikah sampai sekarang, suami saya tidak pernah transparan memberitahukan gaji dan uang yang dimilikinya. Tapi kalau saya meminta uang untuk keperluan rumah dan anak-anak, pasti diberikan dan diusahakannya. Namun untuk keperluan saya sendiri, dia tidak pernah memberikan uang, kecuali ketika belanja bulanan. Untungnya saya bekerja sehingga saya tidak merasa perlu meminta-minta padanya. Sebenarnya saya tidak terlalu mempermasalahkan ini karena saya juga merasa cukup dan bisa berbelanja kebutuhan saya dengan uang sendiri. Tapi yang saya bingung, kenapa dia tidak transparan dengan kondisi keuangannya? Dan bagaimana agar dia sadar kalau sebenarnya suami seharusnya juga menafkahi istri? Terimakasih.

(Asti, 29 Tahun)

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Asti,

Sebenarnya hal ini menyangkut kesepakatan awal kamu dan suami ketika di awal menjalani pernikahan. Apakah memang kamu sudah pernah membuat kesepakatan dengan suami mengenai masalah keuangan ini? Bila sudah maka coba ingat kembali kesepakatan apa yang telah kalian buat bersama. Komunikasikan baik-baik hal yang mengganggu kamu saat ini dengan suami.

Pertama mengenai transparansi keuangan suami, ketika membicarakannya kamu perlu menyertakan pertimbangan objektif mengapa kamu merasa penting untuk suami memberitahukan keuangannya kepada kamu. Misalnya saja, dengan adanya keterbukaan maka hubungan kalian dapat semakin erat, tidak ada rahasia atau mencegah adanya celah-celah yang dapat menimbulkan kecurigaan satu sama lain.

Kedua, mengenai menafkahi kamu sebagai istri, kamu perlu mendefinisikan secara jelas apa yang dimaksud dengan menafkahi kamu sebagai istri? Apakah itu menyangkut kebutuhan primer kamu, seperti untuk makan, ataukah hingga pada kebutuhan tersier, seperti: membiayai keperluan kamu untuk ke salon, melakukan perawatan tubuh, dsb.

Sebelum membicarakan hal ini dengan suami, kamu sendiri perlu benar-benar memikirkan hal ini dengan baik. Sementara kamu sendiri memiliki penghasilan dari bekerja maka menurut saya kebutuhan-kebutuhan tersier kamu perlu kamu biayai sendiri. Pertimbangkan untuk tetap dapat bersikap objektif dan adil terhadap suami sebelum membicarakan hal ini dengan suami. Cari waktu yang tepat dan bicarakan dengan tenang. Berikan kesempatan untuk suami mengemukakan pendapatnya, dengarkan dan hargai pendapatnya. Kemudian pikirkan secara objektif sebelum merespon tanggapan suami. Semoga hal yang mengganggu kamu dapat teratasi dan hubungan dengan suami tetap terbina baik. Salam hangat Asti.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads