Melania Trump Bicara Kehebatan Fashion AS, Tapi Pakai Baju Brand Eropa
Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump menyumbangkan gaun inaugurasi kedua ke Museum Smithsonian. Momen seremoni penyerahan busana tersebut diwarnai keironisan karena pilihan gaya istri Presiden Donald Trump itu.
Gaun yang didonasikan menyusul gaun Melania untuk inaugurasi pertama Trump pada 2017 yang sudah lebih dulu menjadi bagian First Ladies Collection di Smithsonian National Museum of American History, Washington D.C., AS. Tradisi menyumbangkan gaun inaugurasi telah dilakoni para Ibu Negara AS sejak 100 tahun lalu.
Herve Pierre dan Melania Trump mengamati gaun inaugurasi kedua Trump yang dipajang di Smithsonian National Museum of American History. (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz) |
Dua gaun tersebut dirancang oleh Herve Pierre, stylist sekaligus desainer AS asal Prancis. Herve sudah seperti menjadi sosok tangan kanan Melania untuk urusan fashion semasa suaminya menjabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk inaugurasi Trump sebagai presiden ke-47 tahun lalu, Melania memakai column dress putih yang dihiasi lining pita hitam berbentuk zig-zag. Dalam pidatonya, Jumat (20/2/2026), Melania mengungkapkan makna busana yang dipakainya untuk momen bersejarah itu.
(Frantz Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz) |
"Bentuk hitam 'Z' yang dibentuk dengan sangat teliti di bagian depan bodice memanggil kembali dekade kenangan awal saya, pengalaman hidup, dan berbagai pengaruh. Dan semua kisah ini tersimpan jauh di dalam jahitannya yang rapi dan kuat - selamanya," ungkap perempuan asal Slovenia yang sempat meniti karier sebagai model itu, seperti dikutip Associated Press.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa gaun tersebut sekaligus menjadi bukti kehebatan Amerika Serikat dalam bidang desain dan kreatif, terutama fashion.
"Mahakarya berupa gaun hitam dan putih ini menunjukkan semangat sejati orisinalitas Amerika, teknik yang mengagumkan dan kreativitas tanpa batas.
Ini adalah sebuah pernyataan kenapa industri fashion Amerika dapat memimpin dunia," ujar Melania.
Ironisnya, ia memuji dalam balutan busana keluaran rumah mode Eropa. Tubuhnya dibungkus mantel double-breasted seharga US$ 4.300 atau sekitar Rp 72 juta dari luxury brand Italia Bottega Veneta, dan turtleneck rajut. Untuk bawahan, ibu satu anak ini mengandalkan legging kulit, serta sepatu bot setinggi lutut bermotif kulit ular dari Christian Louboutin. Baju dan aksesori impor Eropa kerap menjadi andalannya di berbagai kesempatan formal.
Meski memuji kehebatan desainer AS, ia tetap setia memakai baju impor keluaran brand Eropa. (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz) |
"Seperti suaminya, kata-kata tidak mempunyai makna. Dia akan tetap pakai apa yang dia suka," kritik seorang pengguna X.
Menggunakan barang impor ketika memuji produk lokal memang bertolak belakang. Perdagangan produk luar negeri di AS juga tengah mendapat perhatian khusus secara global. Sehari setelah seremoni di museum tersebut, Donald Trump memberlakukan tarif 10 persen untuk semua impor dari seluruh negara di dunia. Kebijakan merespons putusan Mahkamah Agung AS yang menolak pemberlakuan kenaikan bea masuk.
(dtg/dtg)















































