Agar Tak Salah Langkah Saat Ingin Move On karena Pernikahan Terasa Hambar
Ratih Ibrahim - wolipop
Rabu, 08 Jan 2014 10:35 WIB
Jakarta
-
Beberapa bulan terakhir saya menemukan seseorang yang benar-benar mengerti perasaan dan keinginan saya dalam menjalani kehidupan berumah tangga, dia seorang single parent, seorang ayah dari dua orang anak, sedangkan saya masih berstatus seorang istri. Apa yang harus saya lakukan, karena untuk menjalani biduk rumah tangga yang sekarang ini, saya sudah tidak menemukan rasa cinta dan saling memiliki lagi.
(Ratna, 36 Tahun)
Jawab:
Dear Ratna,
Dari uraian kamu, saya menangkap hubungan yang kamu jalani saat ini dengan suami terasa hambar. Terdapat tiga hal penting dalam membina hubungan yang harmonis dengan pasangan, yaitu intimacy, passion, dan commitment. Ketiga hal ini dapat terjalin melalui komunikasi yang efektif dengan pasangan. Bagaimana komunikasi kamu selama ini dengan pasangan? Tanpa adanya komunikasi yang lancar dan hangat, hubungan memang dapat menjadi rentan dengan kesalahpahaman, kecurigaan, dan perasaan tidak ada saling pengertian.
Di tengah situasi kondisi demikian sangat mudah untuk melihat sosok lain yang terasa lebih dapat mengerti dan memahami diri kita. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah perasaan tersebut benar-benar nyata ataukah hanya sekedar kamuflase akibat kondisi pernikahan yang kamu alami sekarang hingga tidak dapat berpikir secara objektif?
Saran saya, sebaiknya jangan terlalu dini mengambil keputusan. Pelajari dulu situasi yang kamu hadapi saat ini dengan baik dan objektif. Pada kenyataannya hidup bersama dengan pasangan, siapapun dia adalah seseorang yang berbeda dari diri kita dan hal ini memang tidak mudah. Semakin dekat dan semakin mengenalnya dengan baik maka akan semakin banyak pertentangan dan perbedaan yang diketahui dan dirasakan. Pilihannya adalah dengan siapa kamu memutuskan siap dan pantas berkorban, senantiasa memperjuangkan keutuhan hubungan kalian. Semoga dapat membantu Ratna mendapatkan pencerahan. Salam hangat.
(eny/eny)
(Ratna, 36 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari uraian kamu, saya menangkap hubungan yang kamu jalani saat ini dengan suami terasa hambar. Terdapat tiga hal penting dalam membina hubungan yang harmonis dengan pasangan, yaitu intimacy, passion, dan commitment. Ketiga hal ini dapat terjalin melalui komunikasi yang efektif dengan pasangan. Bagaimana komunikasi kamu selama ini dengan pasangan? Tanpa adanya komunikasi yang lancar dan hangat, hubungan memang dapat menjadi rentan dengan kesalahpahaman, kecurigaan, dan perasaan tidak ada saling pengertian.
Di tengah situasi kondisi demikian sangat mudah untuk melihat sosok lain yang terasa lebih dapat mengerti dan memahami diri kita. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah perasaan tersebut benar-benar nyata ataukah hanya sekedar kamuflase akibat kondisi pernikahan yang kamu alami sekarang hingga tidak dapat berpikir secara objektif?
Saran saya, sebaiknya jangan terlalu dini mengambil keputusan. Pelajari dulu situasi yang kamu hadapi saat ini dengan baik dan objektif. Pada kenyataannya hidup bersama dengan pasangan, siapapun dia adalah seseorang yang berbeda dari diri kita dan hal ini memang tidak mudah. Semakin dekat dan semakin mengenalnya dengan baik maka akan semakin banyak pertentangan dan perbedaan yang diketahui dan dirasakan. Pilihannya adalah dengan siapa kamu memutuskan siap dan pantas berkorban, senantiasa memperjuangkan keutuhan hubungan kalian. Semoga dapat membantu Ratna mendapatkan pencerahan. Salam hangat.
(eny/eny)










































