Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kebingungan Wanita Menghadapi Calon Suami yang Temperamental

wolipop
Selasa, 17 Des 2013 18:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Hai, saya mau tanya, saya sudah pacaran dengan pacar saya dua tahun lebih. Kita beberapa bulan lagi akan melangsungkan pernikahan. Yang ingin saya tanyakan bagaimana ya cara menyikapi calon suami yang gampang marah? Terkadang hanya masalah kecil saja marahnya bisa sampai kelewatan dan yang paling saya benci kalau marah suka mengeluarkan kata-kata kasar. Gampang sekali bilang putus atau nggak usah menikah, tapi tidak ringan tangan.

Kalau sudah marah, dia pasti menghindar dari saya. Tapi nantinya dia juga yang dekatin saya dan minta maaf. Dia langsung melupakan semua masalah yang baru saja terjadi padahal saya sendiri masih sangat kesal dan sedih dengan kejadian itu. Jika dia sedang marah, saya hanya bisa diam dan menangis.

Apa yang harus saya lakukan di kala dia sedang marah supaya emosinya cepat reda? Bagaimana cara mengajak dia bicara supaya sifat kasarnya hilang? Yang saya takutkan, ketika sudah menikah dan sedang ada masalah, dia akan dengan gampangnya bilang cerai/talak. Saya nggak mau sampai itu terjadi karena saya amat sangat menyayangi dan mencintai dia dengan tulus. Tolong bantu saya. Terima kasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rina, 24 Tahun

Jawab:

Dear Rina,

Langkah kamu sudah tepat dalam mempertimbangkan masa depan hubungan dengan pasangan yang mudah marah, berkata kasar, dan suka mengancam. Karakter pasangan yang sangat sensitif dan kebiasaannya untuk berkata kasar dan mengancam ini memang sulit diubah tanpa adanya kesadaran dalam diri pasangan sendiri. Bahkan untuk orang yang sudah punya kesadaran untuk mengubah dirinya sendiri pun masih perlu usaha dan daya juang yang kuat untuk mengubah kebiasaannya. Sama halnya dengan orang yang sudah terbiasa merokok sulit untuk berhenti merokok meskipun ia sadar bahwa merokok merusak kesehatan.

Saran saya sebaiknya Rina mempertimbangkan kembali matang-matang rencana untuk menikah dengan pasangan. Apakah Rina sudah siap menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan seperti yang Rina katakan bahwa bila pasangan marah maka ia mungkin akan mengancam untuk bercerai, mengeluarkan kata-kata kasar atau bahkan dapat saja meningkat kepada perlakuan kasar.

Pernikahan adalah keputusan yang tidak main-main terkait masa depan kamu dan waktu tidak dapat diputar kembali. Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan kembali, bukan hanya pada alasan perasaan sayang dan cinta kamu terhadap dirinya tapi juga mempertimbangkan secara logis akan konsekuensi atau dampak pada kesehatan mental, emosi, dan kebahagiaan diri kamu sendiri di masa depan. Pikirkan juga bagaimana lingkungan keluarga yang akan tercipta bagi anak-anak yang kamu lahirkan. Apakah lingkungan yang sehat, kondusif, harmonis atau lingkungan yang banyak pertentangan dan pertengkaran. Rina, apapun pilihan kamu, pastikan kamu yakin dan sudah mempertimbangkan secara matang pilihan tersebut yah. Semoga sukses Rina.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads