Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Imlek 2026, Terinspirasi Tren Neo-Chinese

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 13 Feb 2026 19:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026
Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Perayaan tahun baru China kali ini seperti membawa keberuntungan sendiri bagi desainer Wilsen Willim. Beberapa hari jelang peragaan koleksi Lunar 2026, baju-baju tersebut sudah hampir ludes terjual.

Pada Selasa (10/2/2026), Wilsen mempresentasikan koleksi terbarunya untuk Imlek 2026 di T'Ang Court di The Langham Jakarta. Sebenarnya, ia berencana menampilkan 20 set busana sebelum akhirnya hanya 10 yang dipentaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

ADVERTISEMENT

"Selain karena persiapannya terbilang singkat, bajunya juga sudah banyak yang habis sebelum show," ungkap desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) itu.

Wilsen memang sudah membagikan katalog koleksi ready to wear tersebut sebulan jelang Imlek demi mengakomodasi permintaan pelanggan setianya yang didominasi kaum muda.

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Tak hanya itu, masukan dari mereka turut didengarkan Wilsen. Buahnya, busana Imlek yang tersaji jauh dari dominasi merah, warna yang identik dengan perayaan ini.

"Banyak dari mereka mau baju Imlek yang bisa dipakai lagi untuk kesempatan lainnya. Jadi, aku memilih warna yang lebih muted seperti abu-abu, putih, dan biru navy," ujar pria yang mendirikan labelnya pada 2016.

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Imlek yang jatuh pada 17 Februari nanti merayakan kehadiran Tahun Kuda Api. Namun, Wilsen yang kelahiran 1993 dan bershio ayam itu tidak semerta-merta menggali inspirasi dari kuda atau elemen api.

Tren fashion Neo-Chinese yang belakangan sedang digemari anak muda China menjadi ilham utama alumnus Raffles College Singapura ini. Perwujudannya, cheongsam sebagai pakaian tradisional muncul dalam bentuk baru yang lebih modern dan minimalis.

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Wilsen kemudian menerjemahkannya lewat gaya yang lebih kontemporer dengan sentuhan tradisional khasnya. Sesuatu yang sebenarnya sudah Wilsen lakukan pada kebaya janggan dan beskap terlebih dulu.

"Seperti mengubah landscape traditional wear jadi new 'neo' traditional," ujar desainer yang sempat berkuliah di jurusan fine art di Nanyang University itu.

Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026Koleksi Wilsen Willim Lunar 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Potongan ragam busana yang mudah dipadu-padan seperti jaket, kemeja, kemeja tanpa lengan, rompi, korset, kardigan, bustier, celana, dan rok.

Lipatan berbentuk kincir angin yang merupakan dekorasi signature Wilsen hampir tak pernah absen di bagian belakang atasan. Kecuali untuk blus tanpa lengan bergaya backless, potongan busana yang disebut Wilsen sedang digandrungi kliennya.

Permainan detail cut-out pada bagian bahu kian menambah daya tarik. Ditambah lagi, hadirnya batik pesisir serta kerah dan kancing khas Shanghai dalam napas peranakan yang kuat turut menyemarakkan koleksi ini.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads