Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bingung Harus Cerai atau Tidak Saat Tahu Suami Selingkuh

Ratih Ibrahim - wolipop
Senin, 07 Okt 2013 18:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Ibu Ratih, saya sudah menikah 3 tahun. Anak saya 1 baru berumur 2 tahun. Dulu sewaktu masih pacaran (7 tahun) suami sering selingkuh. Untuk yang terakhir dia berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya. Dimulai sejak awal Maret 2013 sikap suami berubah menjadi jarang pulang. Dengan alasan sibuk kerja, dia bisa pulang 3 sampai 4 hari sekali ke rumah. Awalnya saya percaya tapi lama-kelamaan tercium juga.

Rabu minggu lalu setelah dia lima hari tidak pulang, pagi itu suami meminjam handphone saya karena dia tidak ada pulsa. Dia telepon seseorang. Saya tidak tahu siapa. Dari telepon itu sepertinya mereka sedang berkelahi. Setelah selesai telepon, dia SMS bilang bahwa ini handphone saya jadi jangan dibales. Tapi perempuan selingkuhannya malah membalas SMS yang panjang dengan bahasa yang maaf kotor buat saya. Saya kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang sudah saya baca. Sedih, marah, kecewa campur jadi satu. Terakhir saya SMS dengan perempuan itu, dia bilang kalau mereka sudah berhubungan intim. Dan suami marah kalau dia disuruh pulang oleh selingkuhannya. Ini SMS terakhir dari selingkuhannya.

Ibu Ratih, saya tidak tahu apakah benar semua ucapannya? Karena jika saya telepon dia tidak mau angkat telepon saya. Sakit hati saya ibu setelah tahu ternyata perempuan itu sudah dibawa ke mana-mana. Sempat terpikir untuk cerai saja. Ibu, langkah apa yg harus saya ambil? Karena saat ini saya benar-benar bingung. Terima kasih sebelumnya untuk jawaban dari ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sooyoen, Ibu Satu Anak

Jawab:

Dear Sooyoen,

Sikap suami yang sejak awal berpacaran sudah sering selingkuh sebenarnya telah sangat menunjukkan masalah rumah tangga seperti yang kamu alami sekarang akan terjadi, yakni ia tidak memiliki kasih yang cukup besar untuk menghormati dan menjaga kamu. Namun rupanya ia tipe laki-laki pemikat yang mudah meluruhkan hati perempuan di sekitarnya ya, termasuk kamu. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, kamu sekarang telah menikah dengannya.

Saran saya adalah cobalah berkomunikasi dengan suami kamu, tanyakan kebenaran yang ada termasuk alasan mengapa dia kembali berselingkuh. Mungkinkah ada sikap atau perilaku kamu yang kurang berkenan olehnya. Ajaklah ia untuk melakukan konseling pernikahan. Apabila hal tersebut tidak dapat dilakukan dan kondisi rumah tangga semakin buruk sehingga perpisahan tidak dapat dihindari, kamu harus kuat. Ada baiknya kamu melakukan konseling secara pribadi untuk kesiapan diri kamu sendiri. Tidak perlu larut dalam kesedihan. Ingatlah dan fokuslah pada tumbuh kembang anak kamu. Jangan sampai masalah kedua orangtua merusak kehidupan dan kepribadian si kecil.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads