Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kekasih Sudah Pernah Berhubungan Seks, Menerima atau Cari Pria Lain?

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 24 Sep 2013 14:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Aku mau bertanya, sebut aja aku Ciel umur 20 tahun. Aku belum pernah berhubungan intim sampai saat ini. Aku mempunyai pacar yang memang hubungan kami sudah berkomitmen serius, tapi ada satu permasalahan, yaitu dia sudah pernah berhubungan seks. Saya berusaha menjaga keperawanan saya untuk menghadiahkan kepada suami saya nanti. Terkadang saya suka terbayang bagaimana saat dia berhubungan seks dengan wanita masa lalunya? Sedangkan saya berusaha menjaganya. Yang saya ingin tanyakan adalah saya harus bagaimana? Menerima dia atau pergi mencari pria lain yang lebih baik dan menjaga keperjakaannya?

(Ciel, 20 Tahun)

Jawab:
 
Dear Ciel,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya sangat bangga terhadap komitmenmu untuk menjaga keperawanan kamu. Saya juga sangat setuju bahwa keperawanan merupakah sesuatu yang seharusnya dihadiahkan kepada suami kamu di saat nanti.

Meskipun begitu, saya kurang setuju apabila ketidakperjakaan pasanganmu sebagai alasan untuk meninggalkannya.
Coba renungkan, kamu dan kekasih kamu sudah berpacaran berapa lama? Selama berpacaran dengan kamu apakah dia pernah melakukan hubungan seks dengan perempuan lain? Menurut saya yang terpenting adalah bagaimana dia bersikap sekarang. Jika dia memperlakukan dirimu dengan baik, tidak pernah memaksamu untuk melakukan hubungan seks, dan menghormati komitmenmu untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, maka tidak ada alasan bagi kamu untuk meninggalkannya.

Selain itu bagaimana seandainya kamu ditempatkan pada posisi dirinya. Bagaimana bila karena satu dan lain hal kamu harus kehilangan keperawananmu, dan dia memilih meninggalkanmu karena alasan yang sama? Menurutmu bagaimana perasaanmu?

Keperjakaan dan keperawanan memang sesuatu yang penting. Namun apa yang sudah terjadi ya sudah lewat. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kamu bisa menjaga kesucian dirimu dengan baik, utuh sampai hari perkawinan nanti, belajar untuk bisa menerima pasanganmu apa adanya dan membina hubungan yang baik bersama-sama sebagai pasangan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads