Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cara Selamatkan Pernikahan yang Serba Disetir Mertua

wolipop
Rabu, 22 Mei 2013 14:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Saya ibu dengan dua orang anak. Saya tinggal bersama mertua sejak awal menikah. Namun semakin lama kami sering bergesekan. Sedangkan suami tidak pernah membela walaupun saya benar. Saya sudah meminta untuk pisah rumah dari mertua. Tapi suami ngotot tidak bisa dengan berbagai alasannya. Saya sudah tidak tahan karena mertua selalu ikut campur urusan rumah tangga. Bisa dikatakan rumah tangga kami disetir oleh mertua. Suami sering dinas keluar pulau, saya jadi makin tidak betah tinggal bersama mertua. Setelah melahirkan anak ke-2 saya kembali ke rumah ortu. Suami seakan-akan sudah dicuci otak oleh ortunya. Dia menjadi 5x lebih dingin dari biasanya. Jadi sekarang saya pisah rumah. Anak pertama tidak boleh saya bawa tinggal bersama saya.

Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah mengucapkan cerai. Malah suami bukannya menyelesaikan berdua dengan saya, malah lapor ke orangtuanya. Segala usaha telah saya lakukan. Suami gengsi tinggal di rumah orangtua saya. Saya kontrak rumah juga nggak boleh. Padahal kontrak rumah dan biayanya dari saya tetap suami tidak mau. Yang parahnya lagi, adik ipar saya juga bertengkar dengan suaminya. Lagi-lagi mertua ikut campur urusan rumah tangga anak-anaknya. Adik ipar ditarik pulang ke rumah. Apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan rumah tangga yang semuanya disetir mertua?

(Ani, 31 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Halo Ani,

Saya sangat paham kegelisahan dan kekesalan kamu saat ini namun mengucapkan cerai dan mengambil keputusan sepihak untuk kembali ke rumah orangtua bukanlah hal yang dapat dibenarkan dalam kasus yang kamu alami ini. Ada baiknya kamu meminta maaf dengan suami atas kesalahan yang telah kamu lakukan. Perbaiki dahulu hubungan kamu dengan suami, juga minta maaflah dengan mertua jika ada sikap atau perkataan kamu yang mungkin menyinggung dia selama ini. Memang tidak mudah meminta maaf pada orang yang tidak kita suka, terlebih jika sebenarnya kesalahan bukan terletak pada kita, namun jika kamu mampu melakukan hal tersebut itu artinya kamu adalah orang yang sangat berjiwa besar, matang secara emosional, dan sungguh-sungguh terbukti menyayangi keluarga yang telah kamu bangun.

Setelah keadaan tampak tenang dan stabil, ajaklah mertua untuk melakukan aktivitas bersama, hanya kalian tentunya. Pada saat itu, jika mood kalian sama-sama senang, kamu bisa memulai pembicaraan mengenai apa yang kamu rasakan selama ini. Mulailah dengan ucapan terima kasih terlebih dahulu atas semua pengorbanan yang telah dilakukan mertua, bahwa kamu boleh tinggal bersama dengan mereka, dan betapa besar kamu menyayangi mereka. Orangtua sangat senang jika jasa-jasanya diakui, Ani. Setelah itu kamu pun dapat menyampaikan apa yang menjadi ganjalan kamu selama ini. Semoga dengan mampu mengkomunikasikan secara baik-baik, kalian berdua dapat memperoleh jalan keluar dari permasalahan yang ada secara bersama-sama tanpa menyinggung salah satu pihak.




(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads