Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bagaimana Mengubah Sikap Calon Suami yang Boros & Hobi Beli Gadget?

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 16 Apr 2013 09:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Dalam waktu dekat ini saya dan pacar saya akan segera menyelenggarakan pernikahan. Saya sudah berhubungan selama 3 tahun. Pacar saya bekerja sebagai marketing yang penghasilannya tidak tetap. Dia sering merasa stres dan membeli gadget untuk memuaskan rasa stresnya dengan bermain game. Dan pacar saya selalu merasa sungkan untuk tidak meminjamkan uangnya ke teman sekerjanya dimana sering kali tidak dikembalikan.

Saya selalu mengingatkannya untuk menabung demi biaya pernikahan kami. Namun hal ini selalu diulang kembali sehingga sering saya merasa tidak aman dari segi financial untuk menikah dengannya. Bagaimana cara mengubah perilakunya yang boros? Bolehkan saya menikah dengan pacar yang tidak dapat mengurus keuangannya sendiri?

(Via, 26 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Hai Via,

Keputusan untuk menikah itu dari kamu atau dari kedua belah pihak? Karena terkadang laki-laki harus diberikan target agar ia termotivasi. Kamu dapat minta dirinya untuk menunjukkan keseriusannya dalam menabung demi pernikahan kalian, dan demi masa depan rumah tangga kalian kelak. Saat semuanya sedang indah, segala sesuatunya akan terasa mudah. Bayangkan jika mulai ada masalah-masalah yang timbul di antara kalian.

Untuk itu, secara to the point, coba, jelaskan kepada pasanganmu kenapa kamu ingin ia menabung. Ajak pasangan kamu untuk melihat harga tempat yang harus disewa untuk menikah, harga bridal, sehingga ia melihat secara real biaya-biaya yang harus ia sediakan untuk melangsungkan pernikahan.

Apabila ia benar-benar serius untuk melangsungkan pernikahan dengan dirimu, tentu ia akan mengubah dirinya. Jelaskan juga tentang bagaimana kehidupan rumah tangga tidak cukup hanya dibiayai dengan cinta. Ada ongkos hidup yang harus dipenuhi dan dibayar. Jika tampaknya sulit, diskusikan tentang kemungkinan kamu yang akan memegang seluruh keuangan keluarga dan mengaturnya. Apakah ia bisa setuju dengan itu?

Jika tampaknya sulit sekali ya menyadarkan dia, mumpung kalian belum menikah, meskipun susah tiga tahun berpacaran dan cintamu besar kepadanya, saran saya pikir ulang kembali deh, rencanamu untuk menikah dengan dia. Bayangkan hidupmu sebagai isterinya. Sudah secara finansial tidak aman, mungkin kamu harus bekerja lebih keras lagi untuk menutup segala ongkos rumah tangga, sambil mengurus anak lagi. Apalagi, seperti katamu, dia mudah sekali stress.
 

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads