Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Agar Berhenti Merasa Bersalah Pada Orangtua Pasca Gagal Nikah

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 19 Mar 2013 14:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Dear Mba Ratih, saya dulu pernah berpacaran semasa kuliah, selama enam tahun. Sayangnya hubungan kami putus tahun lalu karena kami beda agama. Yang membuat sedih, saya dan keluarga saya sudah setuju untuk mengikuti pacar saya jika kami nanti menikah. Tapi ternyata pihak keluarga dia ada yang tidak kunjung merestui kami, hingga akhirnya kami putus. Untungnya hubungan kami masih baik, masih saling berkomunikasi.

Hanya saja saya jadi sedikit trauma, belum mau terlalu banyak dekat (membuka hati) dengan pria, terutama jika beda agama lagi. Rasanya masih merasa bersalah dengan keluarga saya juga, lama berhubungan dengan dia, ujungnya putus juga. Bagaimana caranya biar saya bisa lega, memaafkan diri saya sendiri, karena waktu yang terbuang lama, serta tidak terlalu mengingat dia kembali ya mba?

Lily, 24 Tahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Saat berpacaran segala perbedaan yang ada lebih mudah untuk di toleransi bahkan perbedaan agama sekalipun. Namun sebenarnya ketika kamu memutuskan untuk pindah agama adalah sangat baik bila keputusan ini dibuat semata-mata karena kamu percaya dan paham akan agama tersebut bukan karena kamu ingin menikah dengan seseorang.

Kamu tak usah merasa bersalah pada diri kamu maupun keluarga, tak usah pula merasa membuang waktu percuma. Bertemanlah sebanyak-banyaknya sehingga kamu akan mengenal lebih banyak karakteristik orang terutama pria. Sehingga kamu akan betul-betul tahu karakteristik pria seperti apa yang cocok buat kamu. Bangunlah karir kamu sebaik-baiknya. Karena hidup akan terus berjalan dan jodoh adalah karunia dari Tuhan YME. Berdoalah pada Nya agar kamu diberikan Jodoh yang terbaik, yang memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads