Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mencurigai Suami Setelah Temukan SMS Nakal & Tak Diizinkan Lihat HP Lagi

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 19 Feb 2013 14:27 WIB
...
Dok. Thinkstock
Jakarta - Dear Mbak Ratih. Saya istri berusia 31 tahun dengan suami berumur 40 tahun. Kami telah menikah selama tujuh tahun dan telah dianugerahi dua putra. Kehidupan rumah tangga kami layaknya rumah tangga pada umumnya. Kemesraan dan perselisihan dalam rumah tangga sering terjadi. Namun sekarang saya memiliki tanda tanya di hati. Suami tidak memperbolehkan saya melihat HP-nya. Bahkan bila akan ke toilet atau kamar mandi, suami mematikan HP-nya.

Beberapa tahun yang lalu tanpa segaja saya pernah membaca SMS nakal dari seseorang di HP suami (sejak itulah suami tidak ijinkan HP-nya saya lihat). Saat saya tanya, dia bilang itu hanya seseorang yang iseng dan bahkan nomor HP-nya pun tak dikenalinya. Yang ingin saya tanyakan, mengapa suami saya sebegitunya menyembukan isi HP-nya kepada saya, istrinya sendiri? Bagaimana caranya saya menanyakan hal tersebut kepada suami? Setiap kali saya menanyakan kesetiaan dan cintanya kepada saya, meski saat santai dan becanda, suami suka berubah moodnya jadi tak enak. Wajarkah bila saya merasa curiga? Demikian pertanyaan saya. Mohon bantuannya Mba. Terima kasih sebelumnya.

(Rita, 31 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:
 
Hai Rita, sangat wajar jika kamu menjadi curiga dan merasa tidak enak atas apa yang terjadi terkait suamimu dan HP-nya. HP seperti halnya gadget komunikasi lainnya mengandung unsur privacy yang sangat. Itu sebabnya, mengapa mengintip HP seseorang bisa menjadi isu besar, karena dianggap sebagai sebuah tindak pelanggaran atas kehidupan privat. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai pelanggaran HAM.

Hanya saja, karena hubungan suami istri adalah sebuah hubungan yang sangat serius, sakral, dan intim, dimana seorang lelaki dan perempuan menyatu menjadi partner in life, nilai-nilai privacy tadi menjadi kabur batasannya. Karena apa yang adalah milik suami adalah milik istri, begitupun sebaliknya. Baik suami dan istri juga berkewajiban menjaga rasa saling percaya (trust) kepada satu sama lain, dan membuat dirinya bisa dipercaya. Rasa percaya ini sangat lekat dengan bagaimana kita saling menjaga kesetiaan kepda satu sama lain. Dengan demikian, pihak ketiga, siapapun dia, menjadi terlarang untuk masuk ke dalam relasi perkawinan kalian.
 
Nah, dalam kasus yang Rika alami sekarang, pilihannya adalah tanyakan saja langsung kepada suamimu, dan bicaralah kalian, meskipun mungkin dia akan marah-marah, dan kalian jadi bertengkar. Apakah kamu siap menerimanya? Atau, abaikan saja kelakuan suamimu, dan bersikaplah biasa saja, seolah semua yang dilakukannya tidak penting. Namun berjaga-jagalah, jika kemungkinan-kemungkinan yang tidak enak sedang berlangsung di belakangmu. Pilihannya tetap ada pada kamu.



(eny/eny)
...
Hide Ads