Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perasaan Bercabang Antara Kekasih & Mantan, Siapa yang Sebenarnya Dicintai?

Ratih Ibrahim - wolipop
Kamis, 17 Jan 2013 13:51 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Saya pernah putus dengan pacar yang sudah 3,5 tahun karena saya sudah capek diatur dan mungkin sedang jenuh. Jadi saat kami bertengkar saya tidak mau pertahankan, saat dia bilang 'ngak usah hubungin aku lagi’.

Kemudian saya menjalani hubungan dengan orang lain yang super romantis dan menyenangkan (sebelumnya dia sudah mendekati saya, padahal tahu saya punya pacar), tapi itu semua tidak berlangsung lama. Dia berubah menjadi cuek entah karena apa, dan itu terjadi di saat saya mulai menyayangi dia. Saya merasa digantung nggak jelas seperti ini, akhirnya kita bicarakan dan kami putuskan untuk tidak dekat lagi. Akhirnya saya menjalani hidup sendiri dengan teman-teman saya.

Tak lama saya dan mantan saya bertemu kembali, sedikit kontak-kontakan, dan saat itu saya sadar, mantan saya adalah orang yang menyayangi saya dengan tulus (dengan banyak pemikiran secara mendalam). Logikanya si laki-laki baru itu hanya penasaran dan bisa gombal aja dengan memberi janji surga, ngajak nikah dan lain-lain tapi ya buktinya dia begitu, sedangkan si mantan nggak gombal tapi dia mengaplikasikannya dengan perbuatan nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di situ saya menangis dan menyadari saya sangat bersalah dengan emosi sesaat saya. Akhirnya sebulan dekat, kami pacaran kembali. Saya sangat menyayanginya dan logikanya cari orang yang menyukai kita itu mudah, tapi yang sayang jarang kan. Tapi kenapa ada saat-saat saya mengingat laki-laki baru itu? Sudah lima bulan berlalu masih kepikiran, kadang suka ketemu dan hanya bisa saling memandang. Laki-laki itu kemarin bilang 'jangan ingat saya, cukup saya yang rasain, kamu baik-baik ya sama pacar kamu'.
 
Apa saya salah kalau memiliki perasaan bercabang seperti ini? Sebenarnya siapa yang saya sayang? Saya bingung dengan perasaan saya sendiri, padahal logikanya lebih baik saya menjauhi laki-laki itu. Tapi hati dan pikiran saya selalu memikirkannya. Saya harus berbuat apa? Bisa dibantu Ibu Ratih? Terimakasih.

(Nona, 23 Tahun)

Jawab:

Hai Nona,

Kemungkinan Anda masih merasa penasaran dengan mantan kekasih Anda. Anda sudah diberikan janji-janji manis olehnya. Mantan kekasih Anda juga tampil dengan manis, berbeda dengan kekasih sebelumnya yang pengatur. Tentunya hal ini merupakan hal yang menyenangkan buat Anda. Namun justru ia menjadi acuh saat Anda mulai berharap.

Adalah hal yang sangat wajar bagi Anda untuk kemudian merasa sedih dan menyesalkan keadaan. Apalagi mungkin hingga sekarang belum jelas betul apa penyebab mantan kekasih Anda tersebut menjadi acuh dengan Anda. Sehingga Anda hingga kini masih berusaha mengumpulkan bukti yang dapat menjawab rasa penasaran Anda. Kemungkinan besar, perasaan Anda dengan mantan kekasih Anda belum sepenuhnya hilang.

Pada kenyataannya, Anda kini sudah tidak lagi bersamanya. Anda sudah bersama dengan orang lain. Orang dari masa lalu Anda yang Anda yakini menyayangi Anda. Namun tanyakan kepada diri sendiri; Apakah Anda juga menyayanginya? Ataukah Anda hanya merasa kesepian dan butuh dampingan seseorang? Apakah Anda benar-benar sudah bisa menerimanya kembali dengan segala kekurangan dan kelebihannya?

Cobalah bersikap jujur dengan diri Anda sendiri. Kenali kembali kekasih Anda dengan segala sifatnya. Perbanyaklah aktivitas berkualitas dengannya. Sehingga Anda dapat demi sedikit melupakan masa lalu Anda bersama mantan kekasih. Maafkanlah mantan kekasih Anda, masa lalu Anda, dan juga diri Anda sendiri. Ketika Anda sudah lebih bisa berdamai dengan keadaan, akan lebih mudah bagi Anda untuk melanjutkan kehidupan Anda.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads