Pasangan Ini Tega Jual Bayi Seharga Rp 77 Jutaan di Situs Online

Anggi Mayasari - wolipop Sabtu, 05 Agu 2017 09:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pasangan di China ini tega menjual anaknya karena terhimpit kesulitan ekonomi. Pasangan yang tinggal di Yangzhou ini menyiapkan bayi mereka untuk dijual di QQ, layanan pesan instan populer di China.

Adalah Mo Jicheng, seorang ibu yang menjual bayinya yang baru lahir dengan harga 40 ribu yuan atau setara dengan Rp 77 jutaan sebagai biaya makan dan perawatan gizi si bayi. Pasangan itu pun sempat menerima tawaran dari tiga keluarga di sekitar Changzhou dan Yancheng.

Menurut Sanghaiist, Mo Jicheng akan memberikan bayinya untuk pasangan yang berasal dari Shanghai dengan harga 60 ribu Yuan atau senilai Rp 115 juta. Namun sayangnya Mo Jicheng telah ditangkap dan saat ini tengah menjalani investigasi polisi karena telah menjual bayinya dan mengambil pembayaran lebih dari satu keluarga.

Mo Jicheng dan suaminya melakukan penipuan dengan mengambil pembayaran dari keluarga yang berada di Changzhou dan Yancheng. Ketika ditanya oleh polisi mengapa ibu berusia 31 tahun ini merelakan bayinya untuk diadopsi oleh orang lain, Mo Jicheng menjelaskan bahwa keluarganya sudah menghadapi kesulitan ekonomi sebelum dirinya mengandung bayi lagi yang merupakan anak keempatnya.

"Saya berjanji akan menyerahkan bayi ini kepada siapapun yang akan membayar gizi atau mengadopsinya," kata Mo Jicheng.

Di bawah naungan hukum China menjual bayi untuk keuntungan adalah ilegal dan merupakan salah satu bentuk perdagangan anak. Sementara itu platform online seperti QQ inipun telah menjadi sarang bisnis yang sangat baik untuk industri tersebut.

Sedangkan mengadopsi anak secara legal di China memang membutuhkan persyaratan yang rumit dan panjang. Hal tersebut menyebabkan penawaran adopsi di QQ menjadi pilihan terbaik yang dapat dilakukan keluarga yang malas mengikuti aturan tersebut. (agm/ami)