Punya Perut Berotot, Miss Universe Ini Malah 'Menderita' Saat Melahirkan
Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 01 Nov 2016 13:42 WIB
Jakarta
-
Tubuh yang terlalu fit rupanya bukan jaminan bagi para ibu hamil agar proses persalinan berjalan mulus. Sebaliknya, keselamatan bayi malah bisa terancam.
Inilah yang dirasakan oleh Chontel Duncan, penggila olahraga dan mantan finalis Miss Universe 2009 dari Australia, saat melahirkan anak pertamanya, Jeremiah, Maret lalu.
Kehamilan Jeremiah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Chontel itu setelah perjuangan berat yang harus dilaluinya.
Otot perut Chontel yang terlalu kencang dan akhirnya 'mengunci' sang bayi sehingga sulit dikeluarkan saat proses persalinan normal. Caesar pun menjadi opsi terakhir bagi dokter.
"Mereka berusaha mengeluarkan Jeremiah dari perutku karena dia terkunci saking terhimpitnya," curhat Chontel di Instagram.
Curhatan itu menemani foto bagian bawah perut Chontel yang berbekas luka operasi caesar. Tampak goresan bekas sayatan agak memanjang ke kanan. "Karena dokter bedah harus menyayat lebih dalam dan menggunakan gunting tang agar berhasil mengeluarkan Jeremiah," ungkap wanita 27 tahun itu.
Saking intensnya persalinan yang berlangsung selama 20 menit itu, Chontel sempat mual dan muntah saat berusaha melahirkan Jeremiah. Ada saat-saatnya ia ingin menyerah. Namun sang personal trainer itu selalu teringat sebuah 'mantra' yang diucapkan temannya. Mantra itu berbunyi, "Rela berkorban itu penting demi keselamatan bayi."
Walah harus menderita, Chontel tidak kapok untuk menambah momongan. Ia bahkan berencana untuk memiliki tiga buah hati.
Sebelumnya, Chontel pernah menuai kontroversi karena perutnya saat mengandung janin berusia lima bulan masih tampak rata. Bahkan saat usia kehamilan masuk bulan ke-9, tampak otot di perutnya semakin tergurat tegas.
(dng/dng)
Inilah yang dirasakan oleh Chontel Duncan, penggila olahraga dan mantan finalis Miss Universe 2009 dari Australia, saat melahirkan anak pertamanya, Jeremiah, Maret lalu.
Kehamilan Jeremiah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Chontel itu setelah perjuangan berat yang harus dilaluinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Instagram |
Otot perut Chontel yang terlalu kencang dan akhirnya 'mengunci' sang bayi sehingga sulit dikeluarkan saat proses persalinan normal. Caesar pun menjadi opsi terakhir bagi dokter.
"Mereka berusaha mengeluarkan Jeremiah dari perutku karena dia terkunci saking terhimpitnya," curhat Chontel di Instagram.
Curhatan itu menemani foto bagian bawah perut Chontel yang berbekas luka operasi caesar. Tampak goresan bekas sayatan agak memanjang ke kanan. "Karena dokter bedah harus menyayat lebih dalam dan menggunakan gunting tang agar berhasil mengeluarkan Jeremiah," ungkap wanita 27 tahun itu.
Foto: Instagram |
Saking intensnya persalinan yang berlangsung selama 20 menit itu, Chontel sempat mual dan muntah saat berusaha melahirkan Jeremiah. Ada saat-saatnya ia ingin menyerah. Namun sang personal trainer itu selalu teringat sebuah 'mantra' yang diucapkan temannya. Mantra itu berbunyi, "Rela berkorban itu penting demi keselamatan bayi."
Foto: Instagram Chontel Duncan |
Walah harus menderita, Chontel tidak kapok untuk menambah momongan. Ia bahkan berencana untuk memiliki tiga buah hati.
Sebelumnya, Chontel pernah menuai kontroversi karena perutnya saat mengandung janin berusia lima bulan masih tampak rata. Bahkan saat usia kehamilan masuk bulan ke-9, tampak otot di perutnya semakin tergurat tegas.
(dng/dng)












































Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram Chontel Duncan