Belajar Bijak Bertutur Kata dari Pasta Gigi

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 18 Agu 2016 18:30 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Dewasa ini, kasus perundungan (bullying) secara verbal yang menimpa anak-anak kerap terjadi. Seperti yang marak diberitakan, tidak sedikit dari aksi bullying berakhir dengan kematian. Inilah sinyal bagi orangtua betapa pentingnya mengajari anak bertutur kata santun sedini mungkin agar tidak menjadi korban bullying atau bahkan pelakunya. Mereka bisa mempelajarinya dari sebungkus pasta gigi.

Amy Beth Gardner, seorang ibu asal Cleveland, Tennessee, AS, memiliki cara tersendiri untuk mengajari buah hatinya tentang bijak dalam berkata. Ia menggunakan sebuah pasta sebagai analogi. Ibu dua anak itu berbagi pengalamannya di Facebook.

Amy bercerita, ketika itu putri pertamanya, Breonna (11), yang diadopsinya dua tahun lalu, hendak masuk sekolah menengah pertama. Semalam sebelum hari pertama sekolah, Amy berniat mempersiapkan mental putrinya dengan memberi wejangan soal pentingnya menjaga perkataan.



"Aku memberinya sebungkus pasta gigi lalu menyuruh dia mengeluarkan isinya di atas piring. Setelah itu, aku suruh memasukkan ulang pasta gigi tersebut ke dalam kemasannya," tulis Amy di posting-an yang kini menjadi viral karena sudah di-share 550.000 kali.

Breonna protes karena menurutnya mustahil untuk melakukan hal tersebut. Lalu Amy menjelaskan kepada putrinya bahwa ucapannya adalah sumber kehidupan sekaligus kematian. "Saat masuk SMP, kamu akan melihat betapa kuatnya perkataanmu. Kata-katamu bisa menyakiti sekaligus melukai orang. Tapi di sisi lain, kamu bisa memakainya untuk menyembuhkan, memotivasi, menginspirasi dan mencintai orang," ujar Amy.



Oleh karena itu, lanjut Amy, bijak-bijaklah dalam berkata. Apabila perkataan kita ternyata merugikan orang lain, kita tidak bisa menariknya kembali. "Seperti pasta gigi ini, setelah kata-kata itu sudah terucap, kamu tidak bisa mengembalikannya. Berhati-hatilah dalam berkata Breonna," kata Amy.

Kepada Today, Amy mengungkapkan, ide pasta gigi itu muncul saat ia sedang menyikat giginya. Hampir berminggu-minggu ia mencari cara untuk menyiapakan Breonna sebelum memulai harinya sebagai siswi SMP.

"Seiring masa pertumbuhan Breonna, dunia akan ikut membentuk persepsi dia tentang dirinya. Tapi setiap pagi aku selalu bilang padanya betapa aku bangga padanya," ungkap Amy.

Seperti bunyi sebuah pepatah Indonesia, "Mulutmu harimaumu." (dng/dng)