Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Skandal 'America's Next Top Model' Memanas, Ada Tudingan Pelecehan Seskual

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 17 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Americas Next Top Model.
Tyra Banks, penggagas. America's Next Top Model. Foto: Instagram/@antmvh1
Jakarta -

Selama 15 tahun, America's Next Top Model (ANTM) menjadi salah satu ajang pencarian model paling fenomenal di dunia. Dipandu supermodel Tyra Banks, acara ini dikenal lewat drama intens, momen emosional, hingga adegan ikonik saat Tyra berteriak pada peserta Tiffany Richardson:

"Aku mendukungmu. Kami semua mendukungmu! Beraninya kamu! Belajarlah dari ini!"

Namun, di balik popularitas dan rating tinggi, sebuah dokumenter terbaru Netflix berjudul 'Reality Check: Inside America's Next Top Model' membuka sisi gelap produksi acara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumenter ini mengulas perjalanan ANTM dari ide yang diinisiasi Tyra Banks pada 2003 hingga menjadi waralaba global yang penuh kontroversi. Sejumlah nama besar seperti Tyra Banks, produser Ken Mok, Jay Manuel, Miss J Alexander, dan Nigel Barker turut diwawancarai untuk menceritakan naik-turunnya acara tersebut.

Serial yang tayang selama 24 musim dari 2003 hingga 2018 itu kini kembali jadi perbincangan setelah berbagai tudingan serius muncul ke publik.

ADVERTISEMENT

Berawal dari Niat Positif, Berakhir Tudingan Toxic

Ketika pertama kali tayang pada 2003, ANTM membawa misi yang terdengar positif, yakni mendemokratisasi industri fashion dengan memberi kesempatan pada gadis-gadis biasa untuk menjadi model kelas dunia.

Acara ini sukses besar, meraih sekitar 100 juta penonton di 170 negara, dan menjadi pionir reality show di era awal 2000-an. Namun seiring berjalannya waktu, ANTM justru dituding melanggengkan standar kecantikan sempit, tekanan psikologis, dan budaya kerja yang toksik-berlawanan dengan semangat awal yang ingin memberdayakan perempuan.

America's Next Top Model.Juri America's Next Top Model season 15. Foto: Instagram/@antmvh1

Tuduhan Pelecehan Seksual

Kontestan musim kedua, Shandi Sullivan, menuding tim produksi membiarkannya mengalami pelecehan seksual saat berada dalam kondisi mabuk-dan kejadian itu direkam kamera.

Dalam dokumenter, Shandi mengenang momen saat para finalis dibawa ke Milan, Italia. Setelah sesi pemotretan dan tantangan, mereka makan malam bersama sejumlah pria yang sebelumnya mengantar mereka berkeliling dengan Vespa.

Ia mengaku awalnya setuju bergabung, tetapi situasi berubah. "Aku ingat masuk ke hot tub. Aku sudah sangat mabuk. Setelah itu semuanya samar," tuturnya.

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku, "Aku ingat dia berada di atasku. Aku tidak sadar. Tidak ada yang menghentikannya. Semuanya direkam."

Seperti dilansir USA Today, Shandi mengatakan sebagian rekaman itu bahkan sempat ditayangkan. Alih-alih menghentikan kejadian, produksi justru membingkainya sebagai perselingkuhan dirinya terhadap pacarnya di rumah dan merekam momen saat ia menelepon sang kekasih untuk menjelaskan insiden tersebut.

america's next top modelKontestan America's Next Top Model. Foto: Dok. The Clique

Kontestan Dipaksa Operasi Gigi Permanen

Dalam musim keenam, dua peserta-Joanie Sprague dan Danielle Evans-dikirim ke dokter gigi sebagai bagian dari makeover. Berbeda dari perubahan gaya rambut yang biasanya bersifat sementara, keduanya menjalani prosedur permanen.

Joanie menjalani operasi besar, termasuk pencabutan dan pengikisan gigi. Sementara Danielle awalnya menolak memperbaiki celah di gigi depannya, tetapi akhirnya menyetujui setelah mendapat tekanan besar dari Tyra Banks.

Keduanya kini mengaku merasa dimanipulasi dan berada dalam posisi rentan. Mereka tidak diizinkan berkonsultasi dengan keluarga atau teman sebelum mengambil keputusan. Joanie mengatakan ia masih mengalami masalah gigitan permanen hingga kini.

"Masalah gigitan ini tidak akan pernah bisa diperbaiki," ujarnya.

Meski begitu, ia juga mengakui prosedur tersebut terasa seperti "menang lotre" karena tidak mungkin mampu membayarnya sendiri. Danielle, di sisi lain, menyimpan rasa marah dan kecewa mendalam atas pengalaman tersebut.

Pemotretan Kontroversial

Dokumenter juga menyoroti sejumlah sesi pemotretan yang menuai kecaman, termasuk konsep korban kekerasan dan pemotretan yang 'menukar etnisitas' peserta menggunakan riasan dan wig.

Beberapa kontestan kulit putih dirias menjadi blackface atau brownface-praktik yang kini dianggap rasis dan ofensif.

Namun, dalam dokumenter, Tyra Banks dan tim produksi tidak menyampaikan penyesalan atau permintaan maaf atas konsep 'race-swapping' tersebut. Namun produser Ken Mok menyebut beberapa sesi pemotretan yang mengglorifikasi kekerasan sebagai pengalaman buruk yang kini ia sesali.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads