Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Obsesi Buat Anak Terkenal

5 Bentuk Ambisi Orangtua yang Ingin Anaknya Jadi Terkenal

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 23 Okt 2015 11:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Rasa obsesi bisa menghampiri siapa saja, termasuk kepada orangtua terhadap anaknya. Denguan tujuan agar sang anak bisa menjadi terkenal dan populer, orangtua terus-terusan mendorong anak untuk melakukan sesuatu yang disukainya. Misalnya, dengan melakukan berbagai aktivitas di luar kegiatan akademisnya. Apa saja bentuk kegiatan tersebut?

1. Mengikuti Kontes Kecantikan
Sejak usia belia, sang anak diikutsertakan kepada kontes-kontes kecantikan. Mulai dari pemilihan sampul majalah, hingga kontes pemilihan model berbakat. Padahal, belum tentu si anak menginginkan hal tersebut karena bisa saja minatnya bukan ke arah sana. Tetapi orangtua tetap bersikukuh mendorong sang anak agar ikut serta dalam kontes-kontes tersebut, dengan iming-iming menjadi populer dan dikenal banyak orang sehingga orangtua merasa bangga padanya.
 
2. Casting Iklan
Dituturkan oleh psikolog Elizabeth Santosa, salah satu ciri-ciri orangtua yang ingin anaknya terkenal adalah 'menghalalkan' segala cara dan upaya agar anaknya bisa dikenal oleh orang banyak. Melalui media periklanan yang banyak dilihat oleh semua orang, orangtua memiliki harapan agar sang anak menjadi populer, sekalipun itu harus melalui casting terlebih dahulu

3. Agensi Modeling
Agensi model kebanyakan dipilih orangtua yang memiliki anak putri. Dengan harapan menjadi model terkenal, tak segan-segan 'menerjukan' anaknya ke dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut menurut psikolog yang akrab disapa Lizzie ini adalah faktor dari idealisme yang dimiliki orangtua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada orangtua yang memiliki pemikiran dan idealisme sendiri terhadap kesuksesan. 'Oh sukses itu harus jadi model atau selebriti. Kalau jadi pelukis saja tidak sukses', padahal menurut saya semua profesi apapun itu memiliki peluang besar untuk menjadi terkenal," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Selasa, (20/10/2015).

4. Kelas Akting
Wanita yang juga menjadi dosen di Swiss German University Serpong ini mengatakan, beberapa orangtua lebih tertarik mengarahkan anaknya untuk menjadi pemain film. Maka dari itu, ia tidak ragu memasukkan anaknya mengikuti kelas akting demi bisa mendapat peran.

Lizzie mengungkapkan bahwa salah satu alasan orangtua terobsesi ingin anaknya bermain film atau serial televisi adalah bukan hanya untuk dikenal, namun bisa menjadi tulang punggung keluarga. Jika hal seperti ini terjadi, orangtua jelas-jelas sudah mengeksploitasi anak dan menelantarkan pendidikan serta hak-haknya sebagai anak.

5. Figuran Serial TV
Ada beberapa orangtua yang berkeyakinan bahwa suatu hari nanti sang anak akan terkenal. Maka dari itu, secara tidak sadar ia mendorong sang anak terus-terusan untuk beradu akting di depan kamera dan berusaha mendapatkan peran dalam serial televisi walaupun hanya sebatas figuran.

Jika aktivitas tersebut tidak menganggu sekolah dan waktu bermain sang anak, hal itu masih dianggap wajar. Tetapi apabila sang anak tidak mendapatkan waktu untuk belajar, bermain, atau bahkan beristirahat, bisa dikatakan orangtua sudah terobsesi dan sangat ambisius demi mempopulerkan anaknya.

(int/int)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads