Tas Branded Miliknya Dicorat-coret Sang Anak, Ibu Ini Malah Terharu
Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 08 Okt 2015 11:12 WIB
Jakarta
-
Tas branded berharga jutaan rupiah bagi sebagian wanita sama berharganya seperti emas atau berlian. Oleh karena itu tas tersebut sebisa mungkin dirawat dengan baik. Namun apa jadinya kalau tas tersebut mendadak dihiasi tulisan tangan anak-anak?
Hal inilah yang dialami seorang ibu bernama Sadja Shah, asal Essex, Inggris. Sadja menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya uang tersebut terkumpul dalam jumlah yang cukup untuk membeli tas merek Michael Kors yang sudah didambakannya. Tas tersebut dibelinya seharga 320 poundsterling atau sekitar Rp 6,8 juta.
“Aku baru membeli tas itu seminggu sebelumnya dan sudah lama mengincarnya. Jadi aku sangat senang saat akhirnya memilikinya,” kata Sadja seperti dikutip Mail Online.
Namun wajah bahagia Sadja tidak berlangsung lama. Pada suatu malam setelah menidurkan empat anak perempuannya, dia menyadari tasnya dihiasi tulisan anak-anak. “Michael Kors Sadja Shah,” begitu tulisan yang menghiasi tas berwarna cokelat itu. Tulisan tersebut dibuat dengan pulpen.
Saat mengetahui hal tersebut, Sadja langsung emosi. Dia ingin langsung menghukum putrinya, Amber Shah yang kini berusia lima tahun. Dia tahu Amber lah yang menulis kata-kata itu di tasnya karena memang anak perempuan tersebut senang menulis di mana saja.
“Aku tabu itu Amber. Dia sudah diberitahu untuk tidak menulis di tembok, seprai dan sofa. Aku tidak percaya dia merusak tas milikku. Aku hampir saja memintanya bangun dari tidur. Tapi aku berhasil mengendalikan diri,” cerita Sadja.
Wanita yang bersuamikan petugas kepolisian itu mengaku dia sebenarnya sering memuji sang putri karena kemampuan menulisnya yang terhitung cepat. Baru saja mulai sekolah, Amber sudah mampu menulis banyak kata.
Setelah berhasil mengendalikan emosinya, baru pada pagi harinya Sadja mengonfirmasi pada Amber mengenai aksi corat-coret yang dilakukannya pada tasnya. Dan bocah perempuan itu mengakui perbuatannya.
Setelah pengakuan Amber itu, kemarahan Sadja pada anaknya sirna seketika. “Dia bilang dia menulis namaku di tas karena dia tidak mau tas ku diambil orang. Hatiku meleleh mendengarnya karena dia melakukan hal yang benar. Kami memang selalu memberi label nama di barang-barang sekolahnya, jadi bagaimana bisa aku memarahinya,” tutur ibu empat anak itu panjang lebar. Meski terharu, Sadja tetap memberikan pengertian pada Amber bahwa tidak seharusnya anak tersebut menulis nama di tasnya tanpa seizinnya.
Sadja mengaku beruntung karena tulisan sang anak di tasnya ternyata masih bisa dibersihkan. Dia mencari di internet ada jasa yang bisa memperbaiki tas tersebut.
(eny/eny)
Hal inilah yang dialami seorang ibu bernama Sadja Shah, asal Essex, Inggris. Sadja menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya uang tersebut terkumpul dalam jumlah yang cukup untuk membeli tas merek Michael Kors yang sudah didambakannya. Tas tersebut dibelinya seharga 320 poundsterling atau sekitar Rp 6,8 juta.
“Aku baru membeli tas itu seminggu sebelumnya dan sudah lama mengincarnya. Jadi aku sangat senang saat akhirnya memilikinya,” kata Sadja seperti dikutip Mail Online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mengetahui hal tersebut, Sadja langsung emosi. Dia ingin langsung menghukum putrinya, Amber Shah yang kini berusia lima tahun. Dia tahu Amber lah yang menulis kata-kata itu di tasnya karena memang anak perempuan tersebut senang menulis di mana saja.
“Aku tabu itu Amber. Dia sudah diberitahu untuk tidak menulis di tembok, seprai dan sofa. Aku tidak percaya dia merusak tas milikku. Aku hampir saja memintanya bangun dari tidur. Tapi aku berhasil mengendalikan diri,” cerita Sadja.
Wanita yang bersuamikan petugas kepolisian itu mengaku dia sebenarnya sering memuji sang putri karena kemampuan menulisnya yang terhitung cepat. Baru saja mulai sekolah, Amber sudah mampu menulis banyak kata.
Setelah berhasil mengendalikan emosinya, baru pada pagi harinya Sadja mengonfirmasi pada Amber mengenai aksi corat-coret yang dilakukannya pada tasnya. Dan bocah perempuan itu mengakui perbuatannya.
Setelah pengakuan Amber itu, kemarahan Sadja pada anaknya sirna seketika. “Dia bilang dia menulis namaku di tas karena dia tidak mau tas ku diambil orang. Hatiku meleleh mendengarnya karena dia melakukan hal yang benar. Kami memang selalu memberi label nama di barang-barang sekolahnya, jadi bagaimana bisa aku memarahinya,” tutur ibu empat anak itu panjang lebar. Meski terharu, Sadja tetap memberikan pengertian pada Amber bahwa tidak seharusnya anak tersebut menulis nama di tasnya tanpa seizinnya.
Sadja mengaku beruntung karena tulisan sang anak di tasnya ternyata masih bisa dibersihkan. Dia mencari di internet ada jasa yang bisa memperbaiki tas tersebut.
(eny/eny)











































