Sakit Parah, Anak 5 Tahun Ini Rayakan Pesta Ultah Sekaligus 'Pernikahan'
Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 06 Agu 2015 12:15 WIB
Jakarta
-
Menderita sakit kanker yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan, anak lima tahun ini mendapat pesta spesial dari kedua orangtuanya. Ayah dan ibu dari anak perempuan itu menggelar tiga pesta sekaligus saat dia berulang tahun yang ke-5 yaitu pesta ulang tahun, kelulusan dan pernikahan.
Lila May Schow, itulah nama anak perempuan yang tengah menderita kanker neuroblastoma stadium empat. Dokter mendiagnosa Lila sakit kanker tersebut sejak usianya dua tahun.
Selama tiga tahun terakhir Lila menghabiskan hidupnya dengan menjalani berbagai pengobatan. Kedua orangtuanya, Ryan Schow dan Heidi Hall, sudah membawa putri mereka ke empat rumah sakit di tiga negara bagian di Amerika Serikat. Namun pengobatan dan sembilan kali operasi di berbagai rumah sakit itu belum ada yang membuahkan hasil positif. Dokter pun mengatakan pada kedua orangtua Lila, tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mengatasi kanker tersebut.
Menurut Heidi, dia dan sang suami selalu berkata jujur pada Lila mengenai penyakitnya. Tapi ketika dokter seolah mengatakan tak ada harapan hidup untuk putri mereka, pasangan asal Oregon, Amerika Serikat itu, sangat sulit menyampaikan kabar tersebut kepada Lila. "Aku tidak pernah sulit mengucapkan kata-kata seperti itu," ujarnya.
Selain menjalani pengobatan, Heidi dan Ryan berusaha membuat Lila menikmati hidup yang dimilikinya sekarang ini. Oleh karena itulah saat dokter memberitahu mereka harapan hidup sang anak kecil, Heidi berencana membuat pesta yang mungkin saja tidak bisa dinikmati putrinya.
"Kami tidak tahu berapa lama lagi waktu yang dimiliki. Kami hanya ingin memberikannya semua hal yang pantas dia dapatkan," ujar Ryan pada media lokal Portland, Oregon, bernama KATU.
Hall kemudian menulis di Facebook soal rencananya membuat tiga pesta sekaligus untuk putrinya yaitu pesta ulang tahun, kelulusan dan pernikahan. "Kami ingin membuat pesta yang meriah karena dia mungkin tidak akan bisa hadir ke pesta kelulusan atau mengadakan pesta pernikahan," katanya.
Setelah menulis di media sosial itu Heidi tidak menyangka dia mendapat respon luar biasa dari penduduk lokal Hood River, Oregon, tempat tinggal mereka. Ratusan orang berkumpul untuk ikut merayakan pesta bertema Cinderella itu. Para anggota masyarakat ini juga menyumbangkan enam kue, layanan musik dengan DJ, kereta kuda, singgasana dari kayu, gaun untuk Lila, dan bersama-sama mereka mengubah lokasi acara menjadi sebuah kastil.
Pada 31 Juli 2015 kemarin, pesta meriah untuk Lila pun sukses digelar. Anak perempuan mungil itu datang ke lokasi pesta dengan gaun dan naik kereta kuda bak Cinderella. Setelah tiup lilin, Lila pun berdansa dengan ayahnya, seperti mempelai wanita yang melakukan dansa pertama pasca menikah. Sebelumnya Ryan juga sempat bersimpuh dan mempersembahkan cincin pada putrinya. Tentu saja dalam acara ini tidak ada pernikahan sungguhan.
"Kami sangat tersentuh dan bahagia. Apa yang mereka lakukan membuatku menangis. Terimakasih sudah membuat Lila merasa sangat spesial di hari besarnya," tulis Heidi di Facebook.
(eny/eny)
Lila May Schow, itulah nama anak perempuan yang tengah menderita kanker neuroblastoma stadium empat. Dokter mendiagnosa Lila sakit kanker tersebut sejak usianya dua tahun.
Selama tiga tahun terakhir Lila menghabiskan hidupnya dengan menjalani berbagai pengobatan. Kedua orangtuanya, Ryan Schow dan Heidi Hall, sudah membawa putri mereka ke empat rumah sakit di tiga negara bagian di Amerika Serikat. Namun pengobatan dan sembilan kali operasi di berbagai rumah sakit itu belum ada yang membuahkan hasil positif. Dokter pun mengatakan pada kedua orangtua Lila, tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk mengatasi kanker tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menjalani pengobatan, Heidi dan Ryan berusaha membuat Lila menikmati hidup yang dimilikinya sekarang ini. Oleh karena itulah saat dokter memberitahu mereka harapan hidup sang anak kecil, Heidi berencana membuat pesta yang mungkin saja tidak bisa dinikmati putrinya.
"Kami tidak tahu berapa lama lagi waktu yang dimiliki. Kami hanya ingin memberikannya semua hal yang pantas dia dapatkan," ujar Ryan pada media lokal Portland, Oregon, bernama KATU.
Hall kemudian menulis di Facebook soal rencananya membuat tiga pesta sekaligus untuk putrinya yaitu pesta ulang tahun, kelulusan dan pernikahan. "Kami ingin membuat pesta yang meriah karena dia mungkin tidak akan bisa hadir ke pesta kelulusan atau mengadakan pesta pernikahan," katanya.
Setelah menulis di media sosial itu Heidi tidak menyangka dia mendapat respon luar biasa dari penduduk lokal Hood River, Oregon, tempat tinggal mereka. Ratusan orang berkumpul untuk ikut merayakan pesta bertema Cinderella itu. Para anggota masyarakat ini juga menyumbangkan enam kue, layanan musik dengan DJ, kereta kuda, singgasana dari kayu, gaun untuk Lila, dan bersama-sama mereka mengubah lokasi acara menjadi sebuah kastil.
Pada 31 Juli 2015 kemarin, pesta meriah untuk Lila pun sukses digelar. Anak perempuan mungil itu datang ke lokasi pesta dengan gaun dan naik kereta kuda bak Cinderella. Setelah tiup lilin, Lila pun berdansa dengan ayahnya, seperti mempelai wanita yang melakukan dansa pertama pasca menikah. Sebelumnya Ryan juga sempat bersimpuh dan mempersembahkan cincin pada putrinya. Tentu saja dalam acara ini tidak ada pernikahan sungguhan.
"Kami sangat tersentuh dan bahagia. Apa yang mereka lakukan membuatku menangis. Terimakasih sudah membuat Lila merasa sangat spesial di hari besarnya," tulis Heidi di Facebook.
(eny/eny)











































