Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Solusi Untuk Ayah Sibuk

Tips Agar Ayah yang Sibuk Bekerja Bisa Tetap Dekat dengan Anak

wolipop
Kamis, 09 Apr 2015 10:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Ketika ayah sibuk bekerja di luar rumah seharian, bukan tidak mungkin anak kehilangan kedekatannya dengan si ayah karena mereka jarang bertemu. Kalaupun bertemu, biasanya pertemuan itu hanya terjadi sesaat di pagi hari atau di malam hari ketika anak belum tidur.

Kondisi yang terjadi di atas bukan berarti tanpa solusi. Walaupun sibuk dan hanya bertemu singkat dengan anak, para ayah bisa tetap membangun kedekatan dengan buah hati mereka. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan agar ayah yang sibuk bekerja bisa tetap dekat dengan anak:

1. Mengobrol 5 Menit
Pagi hari selalu menjadi waktu paling sibuk dan Anda pun seperti merasa diburu waktu. Saat anak datang menghampiri ayah di waktu ini, si ayah biasanya akan 'mengusir' mereka dan meminta ibu mengurus sang buah hati. Situasi tersebut sebenarnya bisa dihindari. Penulis Parenting Partners, Robert Frank, Ph.D., menyarankan luangkan waktu sebentar saja, meskipun itu hanya lima menit, untuk mengobrol dengan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anda bisa melakukannya di sela-sela sarapan, memakai baju, sepatu atau mempersiapkan berkas yang akan dibawa ke kantor. Para ayah bisa minta buah hati mereka ikut membantu persiapan yang dilakukan, seperti mencarikan sepatu atau memasukkan berkas ke dalam tas. Selipkan obrolan di sela-sela aktivitas tersebut, seperti bertanya soal sekolahnya atau teman-temannya.

2. Jadi Pendengar yang Baik
Di sela-sela kesibukan, ketika Anda punya waktu untuk mengobrol dengannya, jadilah pendengar yang baik. Menurut Robert Frank, Ph.D., dengan mendengarkan dengan seksama perkataan anak saat bicara, nantinya Anda pun akan mendapatkan imbalan yang sama.

Dengan mendengarkan dan memberikan perhatian pada apa yang dilakukan anak, para ayah terlihat seperti teman oleh anak. Trik lainnya, para ayah bisa mengajak anak mengobrol dengan melibatkan teman si anak. Menurut Frank, anak cenderung lebih terbuka ketika ada ada temannya yang ikut membicarakan topik serupa.

3. Ada Untuknya
Saat anak sudah memasuki usia sekolah dasar, kegiatan di luar rumah akan lebih banyak. Dia bisa mengikuti les berenang, bermain sepakbola, latihan menari, belajar melukis dan kegiatan lain yang disukainya. Apapun kegiatannya, usahakan para ayah hadir di momen penting dalam hidupnya. Seperti ketika dia bertanding sepakbola atau mengikuti perlombaan melukis. Buat anak merasa Anda mendukung semua aktivitasnya yang positif.

Atur jadwal kesibukan Anda dengan jadwal momen penting buah hati. Kalaupun Anda tidak bisa hadir sepanjang waktu pertandingan, misalnya, setidaknya datanglah meskipun pertandingan itu tersisa 15 menit. Dengan demikian anak akan merasa Anda memang peduli padanya.

4. Bagi Waktu
Tugas para ayah selama ini sudah bisa ditebak, entah mereka berperan sebagai ayah yang sibuk atau ayah yang meluangkan waktu untuk membacakan anak cerita sebelum tidur. Peran ini, menurut Frank, kini sudah tidak berarti lagi. Pada zaman sekarang, para ayah seharusnya tidak kalah dengan ibu yang bisa membagi waktu di antara kesibukan mereka mengurus pekerjaan rumah.

Frank pun menyarankan pada para ayah untuk merelakan waktunya di siang hari menghabiskan waktu bersama anak dan bekerja lembur pada malam harinya. Saat anak masih kecil, siang hari adalah waktu dimana mereka lebih berenergi sehingga Anda bisa melakukan banyak hal bersamanya.

5. Olahraga Bersamanya
Tak sedikit para ayah yang mendorong anak-anaknya untuk aktif melakukan kegiatan fisik, seperti olahraga. Tapi bagaimana si kecil tertarik olahraga jika si ayah sendiri justru malas melakukannya dan hanya menyuruh saja. Ayah harus aktif terlibat membuat anak merasa tertarik dengan olahraga tertentu. Misalnya jika si ayah suka basket, jelaskan kenapa olahraga tersebut sangat menyenangkan untuk dilakukan ataupun ditonton.

Jangan hanya ajak anak menonton pertandingan basket bersama di televisi, lakukan juga olahraga tersebut bersamanya di akhir pekan. Penelitian yang dilakukan Universitas Alabama mengungkapkan orang dewasa menilai kesuksesan ayah mereka sebagai orangtua dari apakah si ayah pernah bermain atau berolahraga bersamanya atau tidak.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads