Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips Memberi Les Tambahan Agar Anak Tidak Stres karena Kebanyakan Belajar

wolipop
Kamis, 11 Des 2014 14:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Kegiatan ekstrakurikuler kini menjadi aktivitas harian yang cukup banyak diikuti anak zaman sekarang. Menurut survei yang dilakukan brand biskuit Oreo di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, enam dari 10 anak menghabiskan waktu dua sampai tiga jam untuk les setelah pulang sekolah. Baik itu les bahasa, bimbingan belajar maupun kelas keterampilan.

Hal tersebut memang wajar dilakukan mengingat tingginya kompetisi kerja yang akan mereka hadapi di era yang serba maju. Para orangtua pun berusaha memberi pendidikan terbaik dengan mengirim anak mereka ke berbagai tempat pelatihan atau pendidikan di luar sekolah. Namun dengan banyaknya pelajaran yang didapat di sekolah, orangtua juga perlu hati-hati agar buah hati tak kewalahan bahkan stres.

"Ketika anak memiliki kegiatan yang padat mungkin mereka akan penat. Biasanya bisa terjadi gangguan jiwa ketika ada perasaan yang terluka," ungkap psikolog anak Efnie Indiranie, M.Psi, saat mengisi acara diskusi Oreo di restoran Laconda, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Lalu bagaimana caranya supaya anak tidak merasa kelelahan atau terbebani dengan segala les yang diberikan? Yang pertama harus dilakukan adalah melihat apakah si anak bahagia atau memiliki ketertarikan dengan bidang les yang diambilnya. Karena semua kegiatan yang menimbulkan kebahagiaan akan melepaskan hormon oksitosin yang akan membuat penerimaan rangsangan menjadi lebih mudah masuk.

"Pertama lakukan pemeriksaan bakat. ‎Kesibukan dengan aktivitas yang sesuai minat bisa menjadikan anak itu ahli. Hal ini juga bisa mentransfer energi berlebih anak sehingga dia tidak menjadi anak bermasalah," tambah Efnie.

Pemilihan les yang disesuaikan dengan bakat serta minat juga dilakukan oleh Nadya Mulya. ‎Presenter infotainment itu sering mengawasi kegiatan ekstrakurikuler kedua anak perempuannya, Nadine dan Nuala yang berusia delapan serta lima tahun. Tak hanya memberhentikan les yang kurang diminati anak, Nadya juga tetap mendukung ketika mereka tengah bosan.

"‎Nadine ada les balet dari umur tiga tahun, pernah aku lihat dia bosan. Tapi aku lihat di situ dia senang. Akhirnya kita bikin kesepakatan kalau baletnya istirahat selama sebulan. Jadi, sebagai orangtua kita harus memberi semangat kalau kita lihat dia berbakat," tutur juara dua Putri Indonesia 2004 tersebut.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads