Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Iklan Sepatu Terbaru Nine West Dikritik karena Remehkan Peran Ibu

wolipop
Kamis, 07 Agu 2014 15:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Nine West
Jakarta - Brand sepatu dan tas Nine West baru saja meluncurkan iklan alas kaki terbaru edisi musim gugur 2014. Dua iklan tersebut mendapat kritikan pedas dari para ibu yang merasa kemampuan mereka dalam mengurus anak diremehkan.

Satu dari dua iklan terbaru Ninew West itu memang seolah-olah ditujukan untuk para ibu yang anaknya baru saja masuk Taman Kanak-kanak. Iklan seolah ingin berempati pada para ibu yang kini sudah bisa 'libur' karena si kecil sudah akan sibuk di sekolah.

"First day of kindergaten. The bus arrives so do the waterworks. Then it hits you: mommy now has the weeks of. Wipe those happy-sad tears...We got shoe for that," begitu tulisan di iklan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan Nine West tersebut juga menampilkan gambar seorang wanita memakai dress selutut dan sepatu ankle boots. Si wanita tampak memegang tisu di tangan kirinya. Sejumlah tisu bekas pakai juga terlihat berserakan di lantai.

Iklan Nine West itu langsung mendapat kritikan dari para blogger yang sudah menjadi ibu. Seorang blogger bernama Rebecca Gruber melalui tulisannya di Pop Sugar salah satunya. Dalam tulisannya Rebecca mengatakan, ketika membuat iklan, pihak Nine West sepertinya tidak mengetahui seperti apa ibu di zaman sekarang.

"Kami yakin kami bisa melakukan semuanya. Ya, kita bisa melakukan semuanya sambil memakai sepatu killer (ya, aku sedang melihat pada iklan boot pee-toe yang ada di iklan). Dan ya, beberapa dari kita akan menghapus air mata kebahagian dan haru di hari pertama si kecil sekolah. Tapi kita tidak, aku ulangi, kita tidak punya hari libur ketika anak sudah masuk sekolah. Kalaupun ada, hidup akan menjadi lebih rumit," tulisnya.

Rebecca kemudian mencotohkan bagaimana hari yang biasanya dilalui para ibu ketika anak mulai masuk sekolah. Untuk ibu bekerja seperti dirinya, aktivitasnya harus terbagi antara pekerjaan dan mengurus kegiatan anak di sekolah hingga pertemuan antara orangtua murid. Sedangkan untuk ibu rumah tangga, hari-hari sekolah berarti lebih banyak waktu menjadi sukarelawan untuk kegiatan anak di tempat tersebut. Menurutnya, sekolah pada dasarnya sangat ingin orangtua terlibat dalam segala kegiatan.

Blogger lainnya yang juga seorang ibu, Devon Corneal, juga mengkritik soal 'hari libur' yang disebut di iklan Nine West. Menurutnya orang yang membuat iklan sepatu itu sama sekali tidak mengetahui seperti apa menjadi orangtua.

Diakui Corneal memang di hari pertama anak masuk sekolah, rumah menjadi lebih tidak berisik. Tidak ada anak-anak yang berteriak karena kebosanan. Atau dia tidak harus merasa bersalah karena membiarkan anaknya menonton acara telvisi yang seharusnya bukan untuk mereka saat dia harus melakukan hal lain.

"Namun kemudian aku tersadar. Aku hanya punya 6,5 jam untuk melakukan semua pekerjaan rumah yang sebenarnya aku perlu lakukan dalam 10 jam. Karena pada siang hari, anak-anak akan kembali dari rumah. Setelah sekolah memasuki minggu kedua, berdatanganlah pekerjaan rumah, menyiapkan makan, mengisi lembar aktivitas, waktu mandi dan tidur. Ibu-ibu yang bekerja di luar rumah tidak tiba-tiba mendapatkan liburan ajaib saat anak-anak ada di sekolah. Jadi tidak bisa disebut 'weeks off'," tulisnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads