Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

2 dari 3 Ibu Bekerja Khawatir Cuti Hamil Berdampak Buruk Pada Karir

wolipop
Selasa, 01 Okt 2013 07:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Cuti hamil menjadi pilihan ketika ibu harus mengurus bayi yang baru lahir. Bagi 2/3 ibu bekerja, cuti hamil ini menjadi hal yang bisa mengancam karir.

Seperti dikutip Daily Mail, survei yang melibatkan 1.300 wanita itu dilakukan oleh situs maternitycover. Dalam survei itu terungkap, 7 dari 10 responden khawatir kehilangan pekerjaan jika mereka mengambil cuti hamil setelah melahirkan.

Aturan standar yang berlaku, ibu bisa cuti setelah melahirkan selama 24-26 minggu. Namun karena mengkhawatirkan pekerjaan itu, lebih dari 50% responden takut kalau cuti melahirkan terlalu lama, bisa mempengaruhi prospek karir mereka di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehamilan bagi para responden juga dianggap sebagai hal yang bisa mempengaruhi pandangan bos dan rekan kerja. 50% responden yang disurvei mengaku mereka akan menyembunyikan kehamilan ketika ditawari promosi jabatan oleh atasan.

Menurut tiga dari empat ibu, prospek mereka mendapat promosi akan semakin kecil ketika punya anak. Dan satu dari tiga responden percaya, ketika bersaing untuk promosi, mereka cenderung kalah dengan kolega karena mereka hamil atau sudah punya anak. Bukan hanya itu lebih dari 2/3 responden pun merasa gaji mereka menurun setelah punya anak.

Studi sebelumnya yang dilakukan situs NetMums mengungkapkan hal tak jauh berbeda. Dari riset itu diketahui, lebih dari 2/3 wanita menurun penghasilannya dibandingkan sebelum punya anak. Hanya 5% wanita yang mengaku mengalami kenaikan gaji.

Lebih dari 50% wanita yang disurvei NetMums juga mengatakan mereka memilih mengakhiri cuti melahirkan lebih cepat. Mereka melakukan itu karena mengkhawatirkan kondisi keuangan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads