Liputan Khusus
Babysitter Semakin Tua Makin Berkualitas, Benarkah?
wolipop
Jumat, 23 Nov 2012 12:30 WIB
Jakarta
-
Banyak orangtua yang menggunakan jasa babysitter karena terlalu sibuk bekerja. Namun terkadang, tak sedikit yang bingung lebih baik memilih babysitter berusia muda atau yang sudah matang. Para orangtua pasti ingin mendapatkan yang terbaik karena berkaitan dengan anak mereka.
Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani menyarankan Anda sebaiknya mempekerjakan pengasuh anak yang umurnya sudah 17 tahun ke atas, lebih tua semakin berkualitas. "Kalau menurut saya jangan yang terlalu muda juga, jangan kayak anak-anak, paling nggak dia sudah remaja tua karena kalau pada masa anak-anak, mereka tidak stabil, (sekitar) usia 14 sampai 16 tahun," tandas psikolog yang akrab disapa Nina itu ketika berbincang-bincang dengan wolipop di Medicare Clinic, Menara Kadin, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (22/11/2012).
Ia menambahkan bahwa babysitter berpengalaman akan semakin terpercaya, terutama yang sudah mempunyai bayi atau pernah mengasuh anak sebelumnya karena mereka mempunyai sensitivitas yang kuat terhadap anak. Berbeda dengan babysitter baru yang belum memiliki pengalaman sama sekali karena ada sensitivitas yang tidak bisa dipelajari, tapi harus dialami sendiri.
"Ada sensitivitas yang memang harus dialami tidak bisa dipelajari, kalau misalnya tangisan ini, tangisan lapar atau kesakitan, itu beda. Ini adalah tangisan ngantuk apa bosan, itu sudah beda, dan biasanya mereka yang sudah pernah mengalami mengatur anak cenderung lebih 'kena'," ujar wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.
Akan tetapi, kalau memang ingin menggunakan jasa babysitter baru bukan yang berpengalaman, Anda harus menyediakan waktu untuk mengajarinya mengurus si kecil agar dia mengerti. Jika Anda sendiri belum pernah mengurus bayi, pilihlah babysitter yang sudah dewasa dan punya pengalaman sehingga Anda juga bisa belajar darinya.
"Menurut saya lebih baik cari yang sudah agak berpengalaman supaya kita bisa belajar dari dia. Kalau sudah anak kedua, itu baru aman bila punya babysitter yang masih baru," tambahnya seraya tersenyum.
Tidak hanya dilihat berdasarkan umur, tapi Anda juga harus menilai mereka dari sikap serta tata cara mengasuh anak. Pilih yang memang berpotensi untuk perhatian dengan buah hati Anda. Maka dari itu, penting mewawancara calon babysitter sebelum mempercayakan anak Anda kepada mereka.
(aln/eny)
Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani menyarankan Anda sebaiknya mempekerjakan pengasuh anak yang umurnya sudah 17 tahun ke atas, lebih tua semakin berkualitas. "Kalau menurut saya jangan yang terlalu muda juga, jangan kayak anak-anak, paling nggak dia sudah remaja tua karena kalau pada masa anak-anak, mereka tidak stabil, (sekitar) usia 14 sampai 16 tahun," tandas psikolog yang akrab disapa Nina itu ketika berbincang-bincang dengan wolipop di Medicare Clinic, Menara Kadin, Jl. H.R. Rasuna Said, Kamis (22/11/2012).
Ia menambahkan bahwa babysitter berpengalaman akan semakin terpercaya, terutama yang sudah mempunyai bayi atau pernah mengasuh anak sebelumnya karena mereka mempunyai sensitivitas yang kuat terhadap anak. Berbeda dengan babysitter baru yang belum memiliki pengalaman sama sekali karena ada sensitivitas yang tidak bisa dipelajari, tapi harus dialami sendiri.
"Ada sensitivitas yang memang harus dialami tidak bisa dipelajari, kalau misalnya tangisan ini, tangisan lapar atau kesakitan, itu beda. Ini adalah tangisan ngantuk apa bosan, itu sudah beda, dan biasanya mereka yang sudah pernah mengalami mengatur anak cenderung lebih 'kena'," ujar wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.
Akan tetapi, kalau memang ingin menggunakan jasa babysitter baru bukan yang berpengalaman, Anda harus menyediakan waktu untuk mengajarinya mengurus si kecil agar dia mengerti. Jika Anda sendiri belum pernah mengurus bayi, pilihlah babysitter yang sudah dewasa dan punya pengalaman sehingga Anda juga bisa belajar darinya.
"Menurut saya lebih baik cari yang sudah agak berpengalaman supaya kita bisa belajar dari dia. Kalau sudah anak kedua, itu baru aman bila punya babysitter yang masih baru," tambahnya seraya tersenyum.
Tidak hanya dilihat berdasarkan umur, tapi Anda juga harus menilai mereka dari sikap serta tata cara mengasuh anak. Pilih yang memang berpotensi untuk perhatian dengan buah hati Anda. Maka dari itu, penting mewawancara calon babysitter sebelum mempercayakan anak Anda kepada mereka.
(aln/eny)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Kontroversi Wanita Menikah dengan 2 Pria, Dapat Mahar Fantastis
2
Ramalan Zodiak 11 Maret: Cancer Muncul Persoalan, Taurus Lebih Bijaksana
3
Detik-detik Shalom Razade Operasi Plastik, Hidung Dicoret-coret Dokter
4
7 Brand yang Rilis Baju Lebaran Couple Keluarga, Modelnya Sesuai Tren 2026
5
Ramalan Zodiak 11 Maret: Keuangan Capricorn Meningkat, Pisces Terancam
MOST COMMENTED











































