9 Cara Atasi Pertengkaran Kakak & Adik
wolipop
Senin, 06 Agu 2012 18:47 WIB
Jakarta
-
Pertengkaran antara kakak dan adik umum terjadi bahkan karena masalah kecil sekalipun. Sebagai orangtua tentu Anda bisa pusing ketika harus menghadapi masalah ini setiap hari.
Pertengkaran antara anak-anak di rumah sebaiknya juga jangan didiamkan agar tidak berkelanjutan. Agar dapat mendamaikan mereka kembali, coba sembilan cara berikut yang akan membantu Anda mengatasi permasalahan anak, seperti dikutip dari Web MD:
1. Pisahkan
Saat anak Anda saling berkelahi, segera pisahkan mereka. Biarkan mereka di kamarnya masing-masing. Hampir semua orang butuh waktu menjauh untuk sementara agar bisa menenangkan diri. Hal itu juga berlaku pada anak-anak.
2. Ajarkan Negosiasi dan Kompromi
Tunjukkan kepada anak bagaimana cara menyelesaikan masalah secara baik-baik. Pertama, minta mereka untuk berhenti marah dan mulai berkomunikasi dengan tenang. Berikan kesempatan mereka menceritakan masalah yang terjadi. Dengarkan keluhan satu dan yang lainnya, tapi jangan langsung menghakimi. Coba klarifikasi permasalahan dan meminta solusi terbaik dari semua pihak yang terlibat. Jika mereka tidak mempunyai jalan keluarnya, Anda bisa bantu memberikan solusi. Misalnya, mereka berebut video game, buat jadwal permaianan yang adil untuk keduanya.
3. Buat Peraturan
Pastikan semua anak Anda mematuhi aturan yang berlaku. Biarkan mereka membuat hukuman bagi seseorang yang melanggar peraturan, misalnya tidak boleh bermain game saat weekend kalau ada yang tidak menaati peraturan. Dengan begitu, anak akan belajar mengambil keputusan. Anda pun bisa memuji mereka jika terus patuh dengan aturan.
4. Jangan Bandingkan Satu Sama Lain
Apabila salah satu anak Anda lebih unggul daripada yang lain, jangan bandingkan mereka ketika sedang bertengkar. Tidak sedikit orang tua memarahi anaknya dengan membeda-bedakan mereka, seperti mengatakan "Kenapa kamu tidak bisa seperti adikmu?" Hal ini malah memperburuk keadaan. Mereka akan membenci satu sama lain. Sebaiknya, perlakukan anak-anak dengan adil.
5. Hindari Menyamaratakan Hak Masing-masing
Kalau Anda tidak ingin anak-anak terus bertengkar, jangan menyamaratakan hak mereka. Sebagai contoh, anak lebih tua diizinkan melakukan sesuatu yang belum boleh dilakukan oleh adiknya. Hal ini demi kebaikan psikologis mereka.
6. Berikan Hak Anak Secara Tepat
Anda harus mengajari anak-anak memperoleh haknya masing-masing walaupun berbagi sesama saudara itu penting. Namun, beritahu mereka kalau setiap orang mempunyai 'bagian' sendiri terhadap berbagai hal.
7. Ajak Mereka Berdiskusi
Salah satu cara mengatasi permasalahan anak, sediakan waktu luang setiap seminggu sekali supaya bisa mencari jalan keluarnya kalau ada masalah. Berikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengungkapkan perasaan serta keluhannya. Jika ada masalah, bikin solusi bersama-sama.
8. Berikan Ekstra Perhatian
Kurangnya perhatian orangtua merupakan penyebab anak-anak membenci satu sama lain. Sebagai orangtua yang baik, Anda harus meluangkan waktu untuk mereka berbagi masalah dengan Anda. Buat rencana pergi berdua dan biarkan dia bercerita. Hal tersebut akan mempengaruhi sikap anak nantinya.
9. Datang ke Psikolog Anak Kalau Anak Sering Melakukan Kekerasan Fisik
Bertengkar antar saudara kandung merupakan hal yang wajar dalam keluarga. Akan tetapi, jika pertengkaran sudah menjadi kekerasan fisik, Anda harus menghentikan mereka. Ajak bicara keduanya secara baik-baik dan berikan mereka pengarahan. Apabila anak tetap tidak dapat mengendalikan amarah serta terus melakukan "bullying", Anda perlu datang ke psikolog anak untuk mendapatkan bantuan.
(eny/hst)
Pertengkaran antara anak-anak di rumah sebaiknya juga jangan didiamkan agar tidak berkelanjutan. Agar dapat mendamaikan mereka kembali, coba sembilan cara berikut yang akan membantu Anda mengatasi permasalahan anak, seperti dikutip dari Web MD:
1. Pisahkan
Saat anak Anda saling berkelahi, segera pisahkan mereka. Biarkan mereka di kamarnya masing-masing. Hampir semua orang butuh waktu menjauh untuk sementara agar bisa menenangkan diri. Hal itu juga berlaku pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tunjukkan kepada anak bagaimana cara menyelesaikan masalah secara baik-baik. Pertama, minta mereka untuk berhenti marah dan mulai berkomunikasi dengan tenang. Berikan kesempatan mereka menceritakan masalah yang terjadi. Dengarkan keluhan satu dan yang lainnya, tapi jangan langsung menghakimi. Coba klarifikasi permasalahan dan meminta solusi terbaik dari semua pihak yang terlibat. Jika mereka tidak mempunyai jalan keluarnya, Anda bisa bantu memberikan solusi. Misalnya, mereka berebut video game, buat jadwal permaianan yang adil untuk keduanya.
3. Buat Peraturan
Pastikan semua anak Anda mematuhi aturan yang berlaku. Biarkan mereka membuat hukuman bagi seseorang yang melanggar peraturan, misalnya tidak boleh bermain game saat weekend kalau ada yang tidak menaati peraturan. Dengan begitu, anak akan belajar mengambil keputusan. Anda pun bisa memuji mereka jika terus patuh dengan aturan.
4. Jangan Bandingkan Satu Sama Lain
Apabila salah satu anak Anda lebih unggul daripada yang lain, jangan bandingkan mereka ketika sedang bertengkar. Tidak sedikit orang tua memarahi anaknya dengan membeda-bedakan mereka, seperti mengatakan "Kenapa kamu tidak bisa seperti adikmu?" Hal ini malah memperburuk keadaan. Mereka akan membenci satu sama lain. Sebaiknya, perlakukan anak-anak dengan adil.
5. Hindari Menyamaratakan Hak Masing-masing
Kalau Anda tidak ingin anak-anak terus bertengkar, jangan menyamaratakan hak mereka. Sebagai contoh, anak lebih tua diizinkan melakukan sesuatu yang belum boleh dilakukan oleh adiknya. Hal ini demi kebaikan psikologis mereka.
6. Berikan Hak Anak Secara Tepat
Anda harus mengajari anak-anak memperoleh haknya masing-masing walaupun berbagi sesama saudara itu penting. Namun, beritahu mereka kalau setiap orang mempunyai 'bagian' sendiri terhadap berbagai hal.
7. Ajak Mereka Berdiskusi
Salah satu cara mengatasi permasalahan anak, sediakan waktu luang setiap seminggu sekali supaya bisa mencari jalan keluarnya kalau ada masalah. Berikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengungkapkan perasaan serta keluhannya. Jika ada masalah, bikin solusi bersama-sama.
8. Berikan Ekstra Perhatian
Kurangnya perhatian orangtua merupakan penyebab anak-anak membenci satu sama lain. Sebagai orangtua yang baik, Anda harus meluangkan waktu untuk mereka berbagi masalah dengan Anda. Buat rencana pergi berdua dan biarkan dia bercerita. Hal tersebut akan mempengaruhi sikap anak nantinya.
9. Datang ke Psikolog Anak Kalau Anak Sering Melakukan Kekerasan Fisik
Bertengkar antar saudara kandung merupakan hal yang wajar dalam keluarga. Akan tetapi, jika pertengkaran sudah menjadi kekerasan fisik, Anda harus menghentikan mereka. Ajak bicara keduanya secara baik-baik dan berikan mereka pengarahan. Apabila anak tetap tidak dapat mengendalikan amarah serta terus melakukan "bullying", Anda perlu datang ke psikolog anak untuk mendapatkan bantuan.
(eny/hst)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
2
Foto: Gebrakan Jennie BLACKPINK Ekspos Bralette di Fashion Show Chanel
3
Potret Kebersamaan Vidi Aldiano Bareng Adik-adiknya yang Kini Tinggal Kenangan
4
Mantan Staf Jang Nara Ditemukan Meninggal, Sang Aktris Bantah Terlibat
5
18 Cara Bikin Hubungan Langgeng yang Sering Diabaikan Pasangan (Part 2)
MOST COMMENTED











































