Liputan Khusus
Tips untuk Ibu Hamil & Menyusui yang Ingin Tetap Puasa
wolipop
Jumat, 20 Jul 2012 09:22 WIB
Jakarta
-
Bulan Ramadan sudah tiba, bagi wanita hamil atau menyusui dan tetap ingin puasa ada beberapa yang harus diperhatikan. Berikut ini tips untuk ibu hamil dan menyusui.
Menurut Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM berpuasa saat hamil aman dilakukan jika kehamilan sudah memasuki trimester kedua. Wanita yang usia kehamilannya sudah memasuki bulan ketujuh atau kedelapan juga bisa tetap berpuasa.
Puasa tidak disarankan dilakukan jika kehamilan baru trimester pertama karena masih sangat rawan. Dr Ari menjelaskan pada masa trimester pertama, ibu hamil biasanya akan mengalami morning sickness berupa mual atau muntah. Saat itu terjadi perubahan selera makan dan berat badan yang tidak disadari.
Dalam kondisi ini, ibu hamil biasanya akan kehilangan nafsu makan atau makan dengan porsi lebih sedikit dari biasanya. Hal ini akan berakibat buruk bagi ibu dan janin bila tetap memaksakan berpuasa.
"Sedangkan pada trimester ketiga, ditakutkan ibu hamil sewaktu-waktu mengalami persalinan. Kalau dia puasa, maka tenaganya kurang untuk melahirkan," lanjut dokter sekaligus Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), seperti dikutip dari detikHealth.
Oleh karena itu, ibu hamil yang berpuasa harus memperhatikan asupan gizinya. Asupan gizi dan kalori harus tetap sama dengan kondisi normal atau pada saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 10-20 persen lemak. Ibu hamil juga harus mempertimbangkan usia kandungannya saat menjalankan ibadah puasa.
Ibu Menyusui
Sama seperti saat hamil, ibu menyusui juga harus tetap memperhatikan asupan gizi mereka. Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam situsnya, ibu menyusui sebaiknya tetap makan tiga kali sehari yaitu saat sahur, buka puasa dan setelah salat Tarawih. Ibu juga sebaiknya disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.
"Jangan lupa untuk banyak minum, jangan sampai ibu dehidrasi. Tingkatkan asupan buah dan sayur," ujar Ketua AIMI Mia Sutanto dalam perbincangan dengan wolipop beberapa waktu lalu.
Mia menambahkan ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa sebaiknya juga mengetahui kemampuan diri masing-masing. Hal itu karena kondisi setiap ibu berbeda-beda.
Penulis buku cerita anak 'Mama, Adik bayi Makan Apa?' itu menambahkan cukup banyak ahli laktasi yang menyarankan ibu yang masih memiliki bayi di bawah usia enam bulan untuk tidak berpuasa. Hal itu karena satu-satunya sumber nutrisi bayi adalah dari ASI. Sehingga ibu pun disarankan untuk menunda dulu puasanya.
"Ibu yang memiliki bayi usia enam bulan ke atas, sudah mulai makan, mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), boleh (berpuasa), dipersilakan," tuturnya.
Hanya saja, jika ingin berpuasa, ibu yang masih menyusui ini harus tetap memperhatikan kondisinya. Ibu sebaiknya mengetahui kemampuan diri masing-masing. "Seandainya dia tidak kuat, pusing, merasa ada perubahan pada volume produksi ASI-nya, dia bisa membatalkan puasanya," urai ibu dua anak itu.
Dari mana ibu tahu volume produksi ASI-nya menurun? Mia menjelaskan ibu bisa membandingkan kondisi bayi saat sebelum dan sesudah ibu berpuasa.
"Apakah setelah selesai menyusu saat ibu berpuasa dia masih rewel, minta menyusu terus, menyusunya lama, itu indikator bayi tidak cukup mendapatkan ASI. Tapi kalau setelah selesai menyusu dia langsung tertidur, tenang, tidak rewel, berarti ASI-nya cukup," tuturnya.
(eny/hst)
Menurut Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM berpuasa saat hamil aman dilakukan jika kehamilan sudah memasuki trimester kedua. Wanita yang usia kehamilannya sudah memasuki bulan ketujuh atau kedelapan juga bisa tetap berpuasa.
Puasa tidak disarankan dilakukan jika kehamilan baru trimester pertama karena masih sangat rawan. Dr Ari menjelaskan pada masa trimester pertama, ibu hamil biasanya akan mengalami morning sickness berupa mual atau muntah. Saat itu terjadi perubahan selera makan dan berat badan yang tidak disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan pada trimester ketiga, ditakutkan ibu hamil sewaktu-waktu mengalami persalinan. Kalau dia puasa, maka tenaganya kurang untuk melahirkan," lanjut dokter sekaligus Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), seperti dikutip dari detikHealth.
Oleh karena itu, ibu hamil yang berpuasa harus memperhatikan asupan gizinya. Asupan gizi dan kalori harus tetap sama dengan kondisi normal atau pada saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 10-20 persen lemak. Ibu hamil juga harus mempertimbangkan usia kandungannya saat menjalankan ibadah puasa.
Ibu Menyusui
Sama seperti saat hamil, ibu menyusui juga harus tetap memperhatikan asupan gizi mereka. Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam situsnya, ibu menyusui sebaiknya tetap makan tiga kali sehari yaitu saat sahur, buka puasa dan setelah salat Tarawih. Ibu juga sebaiknya disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.
"Jangan lupa untuk banyak minum, jangan sampai ibu dehidrasi. Tingkatkan asupan buah dan sayur," ujar Ketua AIMI Mia Sutanto dalam perbincangan dengan wolipop beberapa waktu lalu.
Mia menambahkan ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa sebaiknya juga mengetahui kemampuan diri masing-masing. Hal itu karena kondisi setiap ibu berbeda-beda.
Penulis buku cerita anak 'Mama, Adik bayi Makan Apa?' itu menambahkan cukup banyak ahli laktasi yang menyarankan ibu yang masih memiliki bayi di bawah usia enam bulan untuk tidak berpuasa. Hal itu karena satu-satunya sumber nutrisi bayi adalah dari ASI. Sehingga ibu pun disarankan untuk menunda dulu puasanya.
"Ibu yang memiliki bayi usia enam bulan ke atas, sudah mulai makan, mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), boleh (berpuasa), dipersilakan," tuturnya.
Hanya saja, jika ingin berpuasa, ibu yang masih menyusui ini harus tetap memperhatikan kondisinya. Ibu sebaiknya mengetahui kemampuan diri masing-masing. "Seandainya dia tidak kuat, pusing, merasa ada perubahan pada volume produksi ASI-nya, dia bisa membatalkan puasanya," urai ibu dua anak itu.
Dari mana ibu tahu volume produksi ASI-nya menurun? Mia menjelaskan ibu bisa membandingkan kondisi bayi saat sebelum dan sesudah ibu berpuasa.
"Apakah setelah selesai menyusu saat ibu berpuasa dia masih rewel, minta menyusu terus, menyusunya lama, itu indikator bayi tidak cukup mendapatkan ASI. Tapi kalau setelah selesai menyusu dia langsung tertidur, tenang, tidak rewel, berarti ASI-nya cukup," tuturnya.
(eny/hst)
Olahraga
Alat Workout Rumahan yang Harus Kamu Miliki! Barbel Set & Slider Disc Bikin Latihan Lebih Maksimal
Olahraga
Bikin Percaya Diri Saat Olahraga, Ini Pilihan Celana Sport yang Nyaman Dipakai
Olahraga
Olahraga Jadi Nggak Kaku Lagi! Ini Rahasia Baju Sport Wanita yang Bikin Gerak Bebas & Tetap Stylish
Perawatan dan Kecantikan
Banyak yang Bilang Ini Signature Scent Material, HMNS Farhampton Emang Seenak Itu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Perubahan Wajah Jim Carrey yang Mengejutkan, Isu Oplas Hingga Tuduhan Kloning
2
Dikabarkan Terjebak di Dubai, Dilraba Dilmurat Batal Hadiri Fashion Show Dior
3
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
4
Potret Pembalap F1 Charles Leclerc Nikahi Influencer Naik Ferrari Vintage
5
Kabar Zendaya Sudah Menikah dengan Tom Holland Viral, Ini Respons Sang Ibu
MOST COMMENTED











































