Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Normalkah Jika Balita Tidak Doyan Makan?

Devi Larasati - wolipop
Rabu, 23 Mei 2012 18:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Urusan makan menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu ketika menghadapi anak, terutama di usia balita. Di masa-masa tersebut, anak mulai melancarkan aksi gerakan tutup mulut alias tidak doyan makan. Apakah ini normal?

Melaney Shay, seorang ahli diet memapaparkan pada situs babycenter, jika anak Anda susah makan, selama ia tumbuh dengan normal, ibu tidak perlu terlalu khawatir. Hal yang cukup umum terjadi pada anak-anak balita memang kesulitan duduk diam untuk makan, makan tidak teratur dan sangat memilih-milih makanan.

Anda mungkin akan tergoda mencoba memaksa anak Anda untuk makan lebih banyak, tetap justru semakin ada tekanan, semakin ia melawan, dan semakin sedikit ia akan makan. Disarankan Shay, sebaiknya, tawarkan anak Anda makanan yang sehat, contohkan mereka dengan Anda memakannya, dan kemudian biarkan anak memilih mana yang ingin ia makan dan berapa banyak jumlahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi dari American Dietetic Association menunjukkan bahwa hampir semua anak akan makan cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka ketika mereka memiliki akses ke berbagai jenis makanan, bahkan pada mereka yang sering dinilai sebagai 'pemilih makanan'.

Pertumbuhan normal adalah indikator terbaik anak dengan gizi yang cukup. Jadi jika anak Anda terjaga dengan baik pertumbuhan tinggi dan berat badannya, maka ia telah mendapatkan cukup banyak kalori. Konsultasikan pada dokter anak Anda untuk mengkonfirmasi bahwa anak tumbuh pada tingkat yang diharapkan.

Meskipun anak mendapatkan kalori yang cukup untuk pertumbuhannya, terkadang Anda mungkin khawatir bahwa ia tidak mendapatkan kalori ini dari sumber yang tepat. Jika itu yang terjadi, cobalah menuliskan apa yang anak Anda makan selama seminggu. Anda mungkin akan menyadari kalau ia sudah memakan makanan yang sehat tidak seperti yang Anda pikirkan sebelumnya.

Jika ternyata anak kurang mengonsumsi makanan dengan kandungan salah satu vitamin, misalnya vitamin A karena tidak suka wortel, cobalah untuk lebih banyak menawarkannya jenis makanan lain yang mengandung banyak vitamin A. Jika tetap tidak berhasil, cobalah minta bantuan dokter untuk merekomendasikan multivitamin yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi anak Anda.



(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads