Liputan Khusus
Biaya Masuk Preschool Sampai Puluhan Juta. Kenapa?
Biaya pendidikan untuk preschool umumnya terbilang mahal. Misalnya saja salah satu preschool di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, menetapkan biaya uang pangkal sebesar Rp 16 juta dan SPP Rp 6,7 juta untuk periode tiga bulan.
Mahalnya biaya preschool membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa menyekolahkan anak di usia pra sekolah bisa membuat orangtua mengeluarkan uang yang lumayan besar? Alasannya semata-mata bukan karena fasilitas fisik atau bangunan gedung yang bagus. Tapi lebih karena sumber daya manusia yang berkualitas.
"Alasannya bisa beda-beda, mungkin karena biaya kurikulum internasional, buku-bukunya internasional atau gedungnya dibikin bagus. Tapi saya tidak bisa cerita dalam konteks yang lebih luas. Kalau di Cikal sendiri, cost yang paling utama adalah human resources," terang Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shihab saat berbincang dengan wolipop di Four Seasons Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa mendapatkan kualitas terbaik tentu harus menciptakan lingkungan kerja yang baik juga. Bentuknya macam-macam, bisa lewat pengembangan diri guru-guru, professional development, training. Selain itu juga berbagai pelatihan agar bisa menyampaikan kurikulum dengan kualitas baik, tutur wanita yang biasa disapa Elaa ini.
Ia menambahkan, dalam banyak situasi, kualitas pendidikan itu tergantung pada kemampuan orangnya. Selain pelatihan dan pengembangan diri, sumber daya manusia yang berkualitas juga harus diberikan kompensasi yang baik. Menurutnya itulah alasan yang paling valid jika membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan biaya.
"Itu (SDM) yang menjadikannya mahal," ujar Elaa.
Lalu, apakah preschool yang mahal bisa dipastikan kualitasnya bagus? Elaa menjawab, tidak. Orangtua harus melihat sendiri apakah sekolah yang mereka pilih berkualitas baik atau buruk melalui survei dan melihat kebutuhan serta tujuan yang mereka inginkan untuk si anak.
Wanita yang menyenangi dunia pendidikan sejak SMA ini pun berpendapat, tidak harus memasukkan anak ke tempat yang mahal untuk menyediakan preschool yang berkualitas. Bagi orang tua yang tidak bisa mengakomodir biaya sekolah yang tinggi, pendidikan preschool pun bisa dilakukan di rumah.
"Kalau bicara (lembaga pendidikan) swasta, memang tidak semua orang punya akses untuk bisa mendapatkan pendidikan di sekolah swasta yang baik. Tapi preschool itu sifatnya pendidikan non-formal, jadi balik lagi ke orangtua masing-masing. Mereka harus sadar pendidikan itu bukan cuma di preschool," terangnya.
Elaa menyarankan, daripada memasukkan anak ke preschool yang kualitasnya kurang baik, akan lebih baik jika mereka fokus untuk memberikan pendidikan pra sekolah yang terbaik di rumah masing-masing. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan. Gunanya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Jadi bila orangtua mau mencari tahu tentang bagaimana cara memberikan pendidikan pra sekolah yang baik, preschool pun cukup dilakukan di rumah. Namun untuk melakukannya diperlukan dedikasi waktu dan tenaga yang tinggi. Anda bisa mencari berbagai informasi soal PAUD lewat internet, seminar-seminar, bergabung dalam komunitas atau forum ibu-ibu dengan tujuan dan pola pikir yang sejalan.
"Pendidikan bukan cuma di sekolah. Media dan pemerintah juga berpengaruh banget. Kalau ditanya untuk pendidikan yang berkualitas harus di sekolah yang berkualitas juga it's way beyond our capability. Semua orang tanggung jawab untuk kasih pendidikan berkualitas," imbuhnya.
(hst/hst)











































