Kenapa Stres Bisa Membuat Wanita Sulit Hamil?
wolipop
Senin, 02 Apr 2012 18:30 WIB
Jakarta
-
Wanita yang tengah berusaha memiliki momongan biasanya akan mendapat nasihat untuk rileks atau jangan stres. Nasihat tersebut terkesan sepele tapi ada benarnya.
Pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), Tony Weschler menjelaskan, stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus, bagian di otak yang berfungsi mengatur emosi, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi. Bagian otak ini juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur.
Seperti dikutip babycenter, ketika Anda merasa stres, masa subur akan mengalami penundaan atau malah sama sekali tidak terjadi. Sehingga ketika Anda dan pasangan bercinta ketika masa subur, Anda bisa kehilangan kesempatan untuk hamil.
Tony juga memaparkan, sangat penting untuk membedakan antara stres yang terjadi terus-menerus dengan stres mendadak. Tubuh biasa menghadapi stres yang biasa terjadi atau stres sehari-hari. Sehingga masa subur tidak akan terpengaruh dan tetap konsisten di setiap siklusnya.
Stres mendadaklah yang sangat mempengaruhi masa subur seorang wanita dan mengganggu siklus. Stres mendadak ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan, perceraian atau kehilangan salah satu anggota keluarga.
Namun dijelaskan Tony, pengaruh stres tersebut berbeda-beda dari satu wanita ke wanita yang lain. Pada beberapa wanita, berpergian ke luar kota pun bisa membuat masa subur mereka tertunda. Sementara untuk beberapa wanita lain insiden traumatis sama sekali tidak mempengaruhi siklus mereka.
Yang perlu diingat juga oleh wanita, menurut Tony, bukan stres karena suatu hal negatif yang bisa menyebabkan ovulasi terganggu. Stres yang positif pun bisa mempengaruhi masa subur wanita. Seperti apa itu stres yang positif?
Penulis buku 'Taking Charge of Your Fertility' itu mencontohkan stres yang dialami wanita ketika hendak menikah. Stres yang dialami ini adalah stres positif. Wanita merasa bersemangat untuk mengatasi semua kendala dalam mempersiapkan pernikahan dan yakin semua masalah bisa terlewati. Meski stres ini positif, tetap saja mengganggu ovulasi.
Ketika seorang wanita yang tengah berusaha untuk hamil dan dalam kondisi stres, cairan di mulut rahim akan memberikan peringatan ada sesuatu yang terjadi. Sehingga ketika stres, wanita akan mengalami 'masa kering'. Sementara ketika tidak stres, menjelang ovulasi, wanita akan merasa area mulut rahimnya basah.
Meskipun tubuh berusaha untuk melakukan mekanisme ovulasi, stres tersebut membuat masa subur tertunda. Kabar gembiranya, penundaan ini hanya membuat siklus Anda menjadi lebih lama.
(eny/eny)
Pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), Tony Weschler menjelaskan, stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus, bagian di otak yang berfungsi mengatur emosi, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi. Bagian otak ini juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur.
Seperti dikutip babycenter, ketika Anda merasa stres, masa subur akan mengalami penundaan atau malah sama sekali tidak terjadi. Sehingga ketika Anda dan pasangan bercinta ketika masa subur, Anda bisa kehilangan kesempatan untuk hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stres mendadaklah yang sangat mempengaruhi masa subur seorang wanita dan mengganggu siklus. Stres mendadak ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan, perceraian atau kehilangan salah satu anggota keluarga.
Namun dijelaskan Tony, pengaruh stres tersebut berbeda-beda dari satu wanita ke wanita yang lain. Pada beberapa wanita, berpergian ke luar kota pun bisa membuat masa subur mereka tertunda. Sementara untuk beberapa wanita lain insiden traumatis sama sekali tidak mempengaruhi siklus mereka.
Yang perlu diingat juga oleh wanita, menurut Tony, bukan stres karena suatu hal negatif yang bisa menyebabkan ovulasi terganggu. Stres yang positif pun bisa mempengaruhi masa subur wanita. Seperti apa itu stres yang positif?
Penulis buku 'Taking Charge of Your Fertility' itu mencontohkan stres yang dialami wanita ketika hendak menikah. Stres yang dialami ini adalah stres positif. Wanita merasa bersemangat untuk mengatasi semua kendala dalam mempersiapkan pernikahan dan yakin semua masalah bisa terlewati. Meski stres ini positif, tetap saja mengganggu ovulasi.
Ketika seorang wanita yang tengah berusaha untuk hamil dan dalam kondisi stres, cairan di mulut rahim akan memberikan peringatan ada sesuatu yang terjadi. Sehingga ketika stres, wanita akan mengalami 'masa kering'. Sementara ketika tidak stres, menjelang ovulasi, wanita akan merasa area mulut rahimnya basah.
Meskipun tubuh berusaha untuk melakukan mekanisme ovulasi, stres tersebut membuat masa subur tertunda. Kabar gembiranya, penundaan ini hanya membuat siklus Anda menjadi lebih lama.
(eny/eny)
Home & Living
Bikin Kue Lebaran Anti Gagal! Pentingnya Takaran Bahan yang Tepat dengan Alat Dapur Ini
Home & Living
Tidur Berkualitas Lebih Rileks! Upgrade Kenyamanan dengan Set Perlengkapan Memory Foam
Makanan & Minuman
PediaSure Vanila untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak, Ini Kandungannya
Makanan & Minuman
Usir Rasa Haus di Momen Berbuka dengan ABC Special Grade Melon
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 7 Maret: Capricorn Tertekan, Aquarius Kurang Mujur
2
Intip Potret Febby Rastanty Umrah Perdana dengan Suami di Bulan Ramadan
3
Baju Lebaran 2026
Berburu Tren Baju Lebaran Warna Butter Yellow di Bazar Rendezvous AEON Mall
4
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
5
Ramalan Zodiak 7 Maret: Libra Lebih Perhatian, Scorpio Harus Mengalah
MOST COMMENTED











































