Anak Terlambat Sekolah, Orangtua Ditangkap Polisi
wolipop
Rabu, 14 Mar 2012 18:36 WIB
Jakarta
-
Apakah anak Anda kerap terlambat datang ke sekolah? Jika tinggal di Virginia, Amerika Serikat, para orangtua yang anaknya suka terlambat sekolah bisa ditangkap polisi.
Salah satu orangtua yang mengalami hal itu adalah Maureen Blake. Pada suatu malam di bulan Januari, Maureen terkaget-kaget ketika pintu rumahnya diketuk seorang petugas kepolisian. Saat itu dia sebenarnya sedang menggelar pesta piyama untuk anak-anaknya.
Namun ketika itu, polisi tidak mau tahu. Maureen diborgol dan dibawa ke kantor polisi. Kejahatan yang dilakukannya adalah membuat anaknya datang terlambat ke sekolah. Dia memang sering mengantar anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar terlambat 10 menit.
Pada Rabu (7/3/2012) lalu, kejadian serupa juga dialami pasangan Mark dan Amy Denicore, asal Loudoun County, Virginia, AS. Pasangan tersebut memiliki tiga anak yang duduk di bangku sekolah dasar di wilayah itu. Keduanya dituduh melakukan kejahatan ringan karena membuat anak-anak mereka sering terlambat sekolah.
"Kami akui, kami tidak sempurna," ujarnya pada ABC News. Tapi Mark mengaku anak-anaknya hanya terlambat beberapa menit di kelas pertamanya.
Denicore yang berprofesi sebagai pengacara mengatakan distrik sekolah tidak punya hak untuk menghukum orangtua atas keterlambatan anak-anak mereka. Dia pun menuduh distrik sekolah melakukan bullying pada para orangtua.
Sementara itu pihak distrik sekolah keukeuh menganggap keterlambatan anak adalah kesalahan orangtua. Anak-anak yang datang terlambat juga bisa mengganggu murid lainnya di kelas.
Kasus yang dialami Denicore dan orangtua lainnya itu kini sudah banyak diperdebatkan apakah memang pihak distrik sekolah bisa sejauh itu mengatur kebijakan. Apalagi mengingat cukup banyak orangtua yang harus berusaha keras untuk membuat anak mereka datang tepat waktu ke sekolah.
Jika pihak distrik sekolah beralasan keterlambatan itu bisa mengganggu proses belajar anak, Denicore juga tidak sepaham. Ditegaskannya anak-anaknya tetap memiliki nilai akademi dan sopan-santun yang baik walaupun suka terlambat.
Pihak distrik sekolah lainnya juga kurang setuju dengan apa yang dilakukan di Virgina itu. Juru bicara Loudoun County School District Wayde Byard mengatakan, seharusnya ada proses yang cukup panjang sebelum orangtua sampai disidang karena kasus tersebut. "Kita berada dalam bisnis partnership, bukan bisnis hukuman," ujarnya.
(eny/eny)
Salah satu orangtua yang mengalami hal itu adalah Maureen Blake. Pada suatu malam di bulan Januari, Maureen terkaget-kaget ketika pintu rumahnya diketuk seorang petugas kepolisian. Saat itu dia sebenarnya sedang menggelar pesta piyama untuk anak-anaknya.
Namun ketika itu, polisi tidak mau tahu. Maureen diborgol dan dibawa ke kantor polisi. Kejahatan yang dilakukannya adalah membuat anaknya datang terlambat ke sekolah. Dia memang sering mengantar anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar terlambat 10 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akui, kami tidak sempurna," ujarnya pada ABC News. Tapi Mark mengaku anak-anaknya hanya terlambat beberapa menit di kelas pertamanya.
Denicore yang berprofesi sebagai pengacara mengatakan distrik sekolah tidak punya hak untuk menghukum orangtua atas keterlambatan anak-anak mereka. Dia pun menuduh distrik sekolah melakukan bullying pada para orangtua.
Sementara itu pihak distrik sekolah keukeuh menganggap keterlambatan anak adalah kesalahan orangtua. Anak-anak yang datang terlambat juga bisa mengganggu murid lainnya di kelas.
Kasus yang dialami Denicore dan orangtua lainnya itu kini sudah banyak diperdebatkan apakah memang pihak distrik sekolah bisa sejauh itu mengatur kebijakan. Apalagi mengingat cukup banyak orangtua yang harus berusaha keras untuk membuat anak mereka datang tepat waktu ke sekolah.
Jika pihak distrik sekolah beralasan keterlambatan itu bisa mengganggu proses belajar anak, Denicore juga tidak sepaham. Ditegaskannya anak-anaknya tetap memiliki nilai akademi dan sopan-santun yang baik walaupun suka terlambat.
Pihak distrik sekolah lainnya juga kurang setuju dengan apa yang dilakukan di Virgina itu. Juru bicara Loudoun County School District Wayde Byard mengatakan, seharusnya ada proses yang cukup panjang sebelum orangtua sampai disidang karena kasus tersebut. "Kita berada dalam bisnis partnership, bukan bisnis hukuman," ujarnya.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Kontroversial Cocona XG Pamer Bekas Operasi Payudara di Fashion Show Gucci
2
Kisah Ayah Dituntut Anak Sendiri karena Pakai Angpao Imlek untuk Menikah Lagi
3
Most Pop Sepekan: Permintaan Gubernur Terkaya di Indonesia Saat Pesan Kebaya
4
5 Gaya Nyentrik Priyanka Chopra Pakai Mantel Bulu saat Promosi Film 'The Bluff'
5
Viral YouTuber Merasa Dirinya Jelek, Kini Kisah Cintanya Bikin Iri Netizen
MOST COMMENTED











































