Riset: Stres Ibu Melahirkan Berkurang Karena Menulis Blog
wolipop
Jumat, 20 Jan 2012 18:36 WIB
Jakarta
-
Ibu yang baru melahirkan biasanya akan mengalami baby blues. Sebuah penelitian menunjukkan, cara untuk mengatasi baby blues ini ternyata mudah yaitu dengan menulis blog.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Brandon McDaniel, seorang sarjana lulusan Pennsylvania State University, Amerika Serikat. Dalam penelitiannya ia meneliti 157 ibu baru yang menghabiskan kurang lebih tiga jam di dunia maya setiap harinya.
86% ibu yang jadi responden mengaku mereka menulis blog untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Saat menulis blog, para ibu bari ini merasa mendapat lebih banyak dukungan dan terhubung dengan teman dan keluarganya. Aktivitas tersebut membuat mereka lebih mudah menjalani masa transisi menjadi orangtua baru.
McDaniel mengatakan dukungan sosial dan hubungan yang didapat para ibu baru melalui blog ini punya banyak manfaat. Misalnya saja, stres dan depresi ibu jadi menurun.
"Perasaan didukung itu memiliki efek seperti bola salju ke perasaan mereka pada kepuasaan pernikahan dan stres menjadi orangtua baru," ujar McDaniel seperti dikutip dari TodaysMom.
Sebagai peneliti, McDaniel mengaku cukup paham soal stres yang dialami para orangtua baru ini. Hal itu karena dia sendiri pernah mengalaminya. Dia melihat sendiri bagaimana para orangtua baru kini menggunakan internet untuk mencari, meneliti dan berinteraksi. Pengamatannya itulah yang memberinya ide membuat penelitian tentang efek menulis blog dan social media pada ibu baru.
Satu hasil mengejutkan dari penelitian McDaniel adalah, ternyata social media tidak memiliki efek sama seperti blog. Aktif ngetweet dan menulis di Facebook tidak membuat ibu baru merasa lebih bebas stres. Menurut McDaniel, mungkin hal itu karena saat menulis blog ibu menulis informasi yang lebih pribadi dan detail. Sedangkan di social media, lebih ke interaksi sehari-hari.
"Bisa saja Anda punya banyak teman di Faccebook, tapi mereka bukan benar-benar teman dekat. Di blog pribadi, orang berinteraksi dan lebih mungkin menjadi keluarga dan teman," jelasnya.
(eny/eya)
Penelitian tersebut dilakukan oleh Brandon McDaniel, seorang sarjana lulusan Pennsylvania State University, Amerika Serikat. Dalam penelitiannya ia meneliti 157 ibu baru yang menghabiskan kurang lebih tiga jam di dunia maya setiap harinya.
86% ibu yang jadi responden mengaku mereka menulis blog untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Saat menulis blog, para ibu bari ini merasa mendapat lebih banyak dukungan dan terhubung dengan teman dan keluarganya. Aktivitas tersebut membuat mereka lebih mudah menjalani masa transisi menjadi orangtua baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perasaan didukung itu memiliki efek seperti bola salju ke perasaan mereka pada kepuasaan pernikahan dan stres menjadi orangtua baru," ujar McDaniel seperti dikutip dari TodaysMom.
Sebagai peneliti, McDaniel mengaku cukup paham soal stres yang dialami para orangtua baru ini. Hal itu karena dia sendiri pernah mengalaminya. Dia melihat sendiri bagaimana para orangtua baru kini menggunakan internet untuk mencari, meneliti dan berinteraksi. Pengamatannya itulah yang memberinya ide membuat penelitian tentang efek menulis blog dan social media pada ibu baru.
Satu hasil mengejutkan dari penelitian McDaniel adalah, ternyata social media tidak memiliki efek sama seperti blog. Aktif ngetweet dan menulis di Facebook tidak membuat ibu baru merasa lebih bebas stres. Menurut McDaniel, mungkin hal itu karena saat menulis blog ibu menulis informasi yang lebih pribadi dan detail. Sedangkan di social media, lebih ke interaksi sehari-hari.
"Bisa saja Anda punya banyak teman di Faccebook, tapi mereka bukan benar-benar teman dekat. Di blog pribadi, orang berinteraksi dan lebih mungkin menjadi keluarga dan teman," jelasnya.
(eny/eya)











































