Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips agar Ibu Bisa Jadi Cerminan Keluarga yang Baik

wolipop
Senin, 19 Des 2011 18:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Peranan wanita dalam keluarga kini bukan sekadar menjadi ibu rumah tangga yang hanya mengurus anak dan suami. Seiring perkembangan zaman, wanita pun dipandang sebagai pengambil keputusan. Bahkan, bisa dibilang wanita juga merupakan cerminan keluarga.

Hal tersebut diungkapkan presenter cantik Novita Angie. Menurutnya, perilaku anak di luar rumah merupakan cerminan dari cara orangtua, terutama ibu dalam mendidik.

"Kalau ada apa-apa, misalnya anaknya nakal pasti orang anggap ibunya yang salah didik," tutur Angie kepada wolipop belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa wanita yang dianggap paling bertanggungjawab untuk urusan ini? Angie berpendapat, pandangan ini sebenarnya telah terbentuk sejak dulu. Ketika suami bekerja di luar mencari uang, ibulah yang paling banyak mengajar anak di rumah.

Walaupun zaman sekarang sudah lebih modern dan banyak wanita yang juga bekerja di luar rumah, pandangan tersebut sepertinya tetap melekat. Ibu tetap memiliki peran besar untuk mengajarkan etika pada anak-anaknya.

"Mungkin tidak terlepas dari perilaku wanita zaman sekarang. Meskipun sangat sibuk tapi tetap ingin urus anak," tambah wanita yang juga berprofesi sebagai penyiar radio ini.

Angie kembali menjelaskan, untuk menjadi cerminan keluarga yang baik, seorang wanita dan ibu harus bisa menyediakan waktunya seintens mungkin bersama anak.

Intens di sini, lebih menekankan pada quality time, bukan quantity time. Artinya, walaupun hanya punya sedikit waktu tapi jangan jadikan keterbatasan itu menjadi penghalang untuk tanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak.

Penanaman nilai-nilai bahkan bisa dilakukan dengan menonton film di bioskop. Misalnya saja, sekarang ini marak terjadi penculikan anak yang membuat orangtua was-was. Daripada melarang anak berbuat ini-itu, Angie memilih menyadarkan bahaya penculikan lewat film.

"Saya pernah mengajak anak nonton film tentang penculikan di bioskop. Lalu saya beri pengertian pada mereka seperti, 'Kamu boleh pergi main di luar tapi hati-hati, nanti dibawa pergi orang kaya' gitu loh'. Trik ini lebih efektif dan membekas di pikiran anak. Kita harus kasih contoh mana yang baik dan tidak, jangan hanya mengomel dan main larang. Anak justru semakin penasaran," urai ibu dua anak ini.

Selain itu, pendidikan tata krama juga sangat penting untuk perkembangan perilaku anak. Misalnya, Angie selalu mengajarkan anak-anaknya untuk memberi salam pada orang yang lebih tua. Ia pun selalu berusaha menjadi ibu yang dekat dengan anak-anaknya, meskipun sehari-hari selalu disibukkan dengan pekerjaan.

Untuk itu, Angie pun membiasakan anak-anaknya untuk memandangnya tak hanya sebagai ibu tapi juga teman dekat untuk curhat. Sejak kecil dia sudah membina sang anak agar setelah remaja nanti, mereka mau bercerita padanya soal masalah asmara, atau permasalahan lainnya.

"Misalnya kalau patah hati, dia mau cerita. Nggak jadi sungkan," ungkap Angie.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads