Ibu Hamil yang Kegemukan Berisiko Lahirkan Bayi Obesitas
wolipop
Senin, 26 Sep 2011 18:50 WIB
Jakarta
-
Teknik scanning terbaru kini bisa dimanfaatkan oleh para ilmuwan di Inggris untuk mengukur jumlah lemak yang dimiliki bayi di dalam kandungan. Dengan teknik tersebut, peneliti menemukan, obesitas pada anak dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan. Ibu yang saat hamil mengalami kegemukan berisiko melahirkan bayi yang gemuk juga.
Dari penelitian itu peneliti menemukan adanya lemak yang mulai menumpuk di area perut. Apa yang terjadi pada bayi tersebut persis seperti yang dialami orang dewasa di usia 50-an.
Seperti dikutip dari Daily Mail, ibu hamil yang mengalami kegemukan dan berisiko melahirkan bayi obesitas, bisa membahayakan dirinya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko ibu meninggal saat hamil. Komplikasi kehamilan lainnya juga bisa terjadi dan beberapa masalah tersebut bisa berakibat fatal.
Penelitian yang dilakukan dengan teknik scanning ini jadi yang pertama menemukan hubungan langsung antara berat ibu dengan bobot tubuh anaknya. Penelitian tersebut dipimpin oleh pakar asal Inggris yang biasa menangani bayi baru lahir dengan kesehatan berisiko, Professor Neena Modi.
Dalam penelitiaannya sang profesor dan timnya meneliti 54 anak laki-laki dan 51 anak perempuan di Rumah Sakit Chelsea dan Westminster. Menurut Prof. Neena, teknologi MRI scan menunjukkan data yang jelas bahwa mengalami kegemukan saat hamil berpotensi membahayakan jumlah lemak bayi saat di dalam kandungan.
Dari penelitian tersebut juga ditemukan 31 bayi mengalami obesitas atau adanya lemak di sekitar perutnya. Jumlah lemak itu meningkat secara proporsional seiring kegemukan yang dialami sang ibu.
"Hasil penelitian ini sangat penting, membuka pintu pada pemahaman baru bagaimana metabolisme ibu mempengaruhi bayinya. (Penelitian) ini menunjukkan bagaimana sensitifnya bayi pada lingkungan di dalam kandungan dan bagaimana keberlangsungan hidup seseorang ditentukan sebelum kelahiran," tuturnya.
Professor Modi menambahkan sangat penting bagi seorang wanita untuk memiliki keluarga yang sadar kalau obesitas bisa mempengaruhi prospek kesehatan anak di dalam janin. "Jaringan lemak bukan hanya untuk menyimpan energi, tapi juga sumber berbagai macam hormon. Menjadi terlalu gemuk tidak sehat dan bisa meningkatkan risiko banyak penyakit," tuturnya.
"Pada orang dewasa, jaringan lemak di sekitar perut tidak baik dan biasa dihubungkan dengan peningkatan risiko sakit jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes," tegas sang profesor.
(eny/hst)
Dari penelitian itu peneliti menemukan adanya lemak yang mulai menumpuk di area perut. Apa yang terjadi pada bayi tersebut persis seperti yang dialami orang dewasa di usia 50-an.
Seperti dikutip dari Daily Mail, ibu hamil yang mengalami kegemukan dan berisiko melahirkan bayi obesitas, bisa membahayakan dirinya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko ibu meninggal saat hamil. Komplikasi kehamilan lainnya juga bisa terjadi dan beberapa masalah tersebut bisa berakibat fatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitiaannya sang profesor dan timnya meneliti 54 anak laki-laki dan 51 anak perempuan di Rumah Sakit Chelsea dan Westminster. Menurut Prof. Neena, teknologi MRI scan menunjukkan data yang jelas bahwa mengalami kegemukan saat hamil berpotensi membahayakan jumlah lemak bayi saat di dalam kandungan.
Dari penelitian tersebut juga ditemukan 31 bayi mengalami obesitas atau adanya lemak di sekitar perutnya. Jumlah lemak itu meningkat secara proporsional seiring kegemukan yang dialami sang ibu.
"Hasil penelitian ini sangat penting, membuka pintu pada pemahaman baru bagaimana metabolisme ibu mempengaruhi bayinya. (Penelitian) ini menunjukkan bagaimana sensitifnya bayi pada lingkungan di dalam kandungan dan bagaimana keberlangsungan hidup seseorang ditentukan sebelum kelahiran," tuturnya.
Professor Modi menambahkan sangat penting bagi seorang wanita untuk memiliki keluarga yang sadar kalau obesitas bisa mempengaruhi prospek kesehatan anak di dalam janin. "Jaringan lemak bukan hanya untuk menyimpan energi, tapi juga sumber berbagai macam hormon. Menjadi terlalu gemuk tidak sehat dan bisa meningkatkan risiko banyak penyakit," tuturnya.
"Pada orang dewasa, jaringan lemak di sekitar perut tidak baik dan biasa dihubungkan dengan peningkatan risiko sakit jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes," tegas sang profesor.
(eny/hst)
Makanan & Minuman
Dukung Nutrisi Harian Anak, Ini yang Ditawarkan Pediasure Vanila
Elektronik & Gadget
POCO C71, Smartphone Serba Bisa untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan
Elektronik & Gadget
3 Produk yang Wajib Masuk Keranjang Saat Blibli Ramadhan THR Sale
Pakaian Wanita
Cari Outfit Bukber Elegan? Heaven Lights Azalea Abaya Dress Bisa Jadi Opsi
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Wulan Guritno Pamer Wajah Bangun Tidur Tanpa Makeup Usai Oplas di Korea
2
Potret Influencer Cantik yang Diam-diam Dinikahi Pembalap F1 Charles Leclerc
3
Gaya Para Artis RI Berduka Untuk Pemimpin Iran, Unggah Foto Ali Khamenei
4
Michael Jackson Digugat Melakukan Pelecehan Seks Anak, Ini Tuntutannya
5
Foto: Naked Dress hingga Art Deco, 6 Gaya Selebriti di Actor Awards 2026
MOST COMMENTED











































