Tips Mengajarkan Anak Menabung & Berbagi
wolipop
Kamis, 01 Sep 2011 06:58 WIB
Jakarta
-
Lebaran biasanya identik dengan bagi-bagi angpau pada anak-anak. Agar si kecil tidak menghambur-hamburkan angpaunya itu, mulailah mengajarinya menabung dan berbagi.
Mengajarkan anak untuk menabung dan berbagi tentu tidak mudah. Apalagi jika anak merasa uang Lebaran yang didapatnya itu adalah haknya. Ia tentu ingin menggunakan uang tersebut sesuai keinginannya seperti membeli mainan favoritnya.
Namun bukan berarti tidak ada solusi untuk mulai mengajarkan si kecil menabung. Anak akan paham kegunaan menabung jika Anda bisa memberitahukannya bahwa aktivitas itu punya manfaat besar.
Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkannya menabung dan berbagi, seperti dikutip dari About:
1. Begitu anak sudah bisa menghitung, perkenalkan mereka pada uang. Beri anak sebanyak mungkin informasi yang ingin diketahuinya. Perhatikan dan ulangi, itulah cara terbaik untuk membuat anak belajar.
2. Belikan anak celengan atau buatkan mereka rekening di tabungan. Cara kedua ini sepertinya berlaku jika anak sudah berusia cukup besar. Untuk anak-anak yang masih berusia pra sekolah dan taman kanak-kanak, Anda bisa mulai mengajarinya menaruh uang di celengan.
3. Minta Anak Membuat Daftar Keinginan
Dengan adanya daftar keinginannya itu anak bisa lebih termotivasi untuk menabung. Buat anak paham ada cara yang menyenangkan untuk menghabiskan uangnya itu dengan daftar keinginan tersebut.
4. Buat Gambar
Kalau anak menabung untuk membeli suatu benda yang spesial, tidak ada salahnya Anda memintanya menaruh gambar benda tersebut di kamarnya. Gantung gambar benda itu agar dia selalu ingat dari tujuannya menabung.
5. Beri Contoh
Tentu saja sebagai orangtua Anda pun harus memberinya contoh soal aktivitas menabung ini. Anda perlu punya celengan sendiri, dan mengajak anak ke bank saat Anda akan menabung. Ketika melakukannya, jelaskan pada anak tujuan Anda menabung. Dengan memberikan contoh ini, anak pun bisa belajar dari orangtuanya.
6. Ingatkan Anak
Pada beberapa anak, mereka bisa jadi terlalu fokus menabung, hingga tidak mau mengeluarkan uangnya untuk apapun. Jika hal itu terjadi, ingatkan dan bantu mereka untuk kembali menikmati uangnya misalnya membeli benda-benda kecil. Anda juga bisa mengejutkannya dengan membelikannya sesuatu yang ia suka.
7. Ajarkan Berbagi
Selain menabung, jangan lupa juga untuk mengajarkan anak berbagi sejak kecil. Saat Anda memberikan zakat atau menyumbangkan uang ke panti asuhan misalnya, Anda bisa mengajaknya. Dari uang angpaunya itu, minta anak menyisihkannya untuk diberikan pada mereka yang kurang beruntung.
(eny/fta)
Mengajarkan anak untuk menabung dan berbagi tentu tidak mudah. Apalagi jika anak merasa uang Lebaran yang didapatnya itu adalah haknya. Ia tentu ingin menggunakan uang tersebut sesuai keinginannya seperti membeli mainan favoritnya.
Namun bukan berarti tidak ada solusi untuk mulai mengajarkan si kecil menabung. Anak akan paham kegunaan menabung jika Anda bisa memberitahukannya bahwa aktivitas itu punya manfaat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Begitu anak sudah bisa menghitung, perkenalkan mereka pada uang. Beri anak sebanyak mungkin informasi yang ingin diketahuinya. Perhatikan dan ulangi, itulah cara terbaik untuk membuat anak belajar.
2. Belikan anak celengan atau buatkan mereka rekening di tabungan. Cara kedua ini sepertinya berlaku jika anak sudah berusia cukup besar. Untuk anak-anak yang masih berusia pra sekolah dan taman kanak-kanak, Anda bisa mulai mengajarinya menaruh uang di celengan.
3. Minta Anak Membuat Daftar Keinginan
Dengan adanya daftar keinginannya itu anak bisa lebih termotivasi untuk menabung. Buat anak paham ada cara yang menyenangkan untuk menghabiskan uangnya itu dengan daftar keinginan tersebut.
4. Buat Gambar
Kalau anak menabung untuk membeli suatu benda yang spesial, tidak ada salahnya Anda memintanya menaruh gambar benda tersebut di kamarnya. Gantung gambar benda itu agar dia selalu ingat dari tujuannya menabung.
5. Beri Contoh
Tentu saja sebagai orangtua Anda pun harus memberinya contoh soal aktivitas menabung ini. Anda perlu punya celengan sendiri, dan mengajak anak ke bank saat Anda akan menabung. Ketika melakukannya, jelaskan pada anak tujuan Anda menabung. Dengan memberikan contoh ini, anak pun bisa belajar dari orangtuanya.
6. Ingatkan Anak
Pada beberapa anak, mereka bisa jadi terlalu fokus menabung, hingga tidak mau mengeluarkan uangnya untuk apapun. Jika hal itu terjadi, ingatkan dan bantu mereka untuk kembali menikmati uangnya misalnya membeli benda-benda kecil. Anda juga bisa mengejutkannya dengan membelikannya sesuatu yang ia suka.
7. Ajarkan Berbagi
Selain menabung, jangan lupa juga untuk mengajarkan anak berbagi sejak kecil. Saat Anda memberikan zakat atau menyumbangkan uang ke panti asuhan misalnya, Anda bisa mengajaknya. Dari uang angpaunya itu, minta anak menyisihkannya untuk diberikan pada mereka yang kurang beruntung.
(eny/fta)
Home & Living
Rumah Lebih Nyaman Tanpa Nyamuk & Lalat, AOKI Insect Killer Ini Jadi Solusi Praktisnya
Pakaian Wanita
ROWEY Ballerina Shoes yang Nyaman untuk Harian, Pilihan Simpel dan Tetap Elegan
Pakaian Wanita
Pilihan Abaya untuk Kajian di Bulan Ramadan! Adem, Flowy, dan Nyaman untuk Aktivitas Ibadah
Pakaian Wanita
Adem Seharian Saat Lebaran! 3 Rekomendasi Gamis yang Bikin Penampilan jadi Elegan Maksimal
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Potret Jennie BLACKPINK Cantik Effortless Pakai Singlet Putih di New York
2
Skandal 'America's Next Top Model' Memanas, Ada Tudingan Pelecehan Seskual
3
Menikah Diam-diam, Ini Gaya Ayushita Jadi Pengantin Bohemian
4
Diet Terlihat Sehat, Tapi Tubuhmu Diam-Diam Kekurangan Nutrisi Penting Ini
5
'Huawei Princess' Main Drama Kolosal China, Wajahnya Dikritik Terlalu Modern
MOST COMMENTED











































