Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yuk, Ajarkan Anak untuk Mengucapkan 'Maaf'

wolipop
Kamis, 25 Agu 2011 18:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Anak-anak tidak selalu merasa bersalah atas hal yang Anda anggap sebuah kesalahan. Kalaupun memang mereka tahu itu salah, anak juga belum tentu mau mengucapkan kata 'maaf' dengan segera.

Beberapa anak ada yang mengucapkan kata 'maaf' itu dengan suara pelan dan tidak jelas. Mereka melakukannya hanya agar Anda puas dan mereka bisa bermain lagi.

Bagaimana agar anak mau mengucapkan kata 'maaf' tersebut begitu ia melakukan kesalahan? Seperti dikutip dari Parents, mengajarkan anak agar mau mengucapkan kata maaf perlu proses yang bertahap. Ketika akhirnya dia bisa mengucapkan kata tersebut, artinya dia pun belajar bagaimana untuk menghapus kesalahan, bertanggungjawab atas tindakannya dan mau memikirkan perasaan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak mengucapkan kata 'maaf':

Lakukan Sejak Dini
Ajarkan meminta maaf mulai dari si kecil bisa diajak komunikasi. Setiap ia melempar mainannya, atau menumpahkan makanannya, ajarkan ia kata 'maaf'. Tentu saja hal itu tak akan segera diikuti oleh anak Anda, namun biasakanlah dia mendengar kata itu, dan mempelajari pola kapan kata 'maaf' harus ia ucapkan.

Tahap mempelajari kata 'maaf' ini biasanya perlu benar-benar dilakukan saat anak menginjak usia pra sekolah. "Anak-anak yang berada di usia pra sekolah, masih fokus pada dirinya sendiri, mereka tidak berpikir apakah yang dilakukannya itu salah atau benar," ujar Sherry Siman Maliken, Praktisi Pendidikan di Kensington, Maryland.

Oleh karena itu, anak-anak usia pra sekolah perlu paham aturan kapan mereka harus mengucapkan kata 'maaf'. Jika mereka sudah terbiasa mendengar dan paham aturannya, ke depannya ia pun terbiasa mengatakan 'maaf'.

Repetisi
Untuk mengajarkan si kecil memang butuh waktu. Jadi jangan pernah merasa bosan. Selalu ulang kata-kata maaf tiap ia melakukan kesalahan. Biarkan ia mencerna dan mengerti arti dari kata-kata tersebut.

"Pada anak-anak yang sudah berusia 3-5 tahun, repetisi ini sebaiknya juga disertai pemahaman kenapa kata 'maaf' itu penting atau harus diucapkan," saran Sal Severe, Ph.D, penulis 'How to Behave So Your Preschooler Will, Too!'.
 
Beri contoh
Ini adalah proses yang paling penting. Sebagai orang tua, Anda tak akan pernah luput dari kesalahan. Jika Anda melakukan kesalahan pada si kecil, segeralah ucapkan maaf. Hal itu akan memberi contoh yang baik baginya. Ingat, Anda adalah panutannya, maka berikanlah contoh yang baik baginya.

Jangan Memaksa
Mengajari dan mendorong anak agar mau mengucapkan kata maaf memang perlu dilakukannya, tapi jangan memaksanya. Pemaksaan hanya akan membuat anak merasa malu dan tidak merasa nyaman untuk mengucapkannya. Kata maaf yang diucapkan dengan terpaksa juga tidak ada artinya.

Ingatkan lagi
Lupa adalah satu hal yang manusiawi. Anak yang baru mempelajari kata maaf tentunya sesekali akan lupa melakukannya. Jangan langsung memarahi si kecil karena kelalaiannya. Peringatkan ia dengan lembut, sehingga hal itu akan ia ingat selanjutnya.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads