Ini yang Paling Membuat Ortu Stres Saat Berpergian
wolipop
Jumat, 12 Agu 2011 18:43 WIB
Jakarta
-
Apa yang membuat Anda stres saat berpergian dengan anak-anak? Sebuah survei di Inggris mengungkapkan apa yang membuat para orangtua stres saat travelling.
Dari survei itu terungkap lebih dari 50% responden mengaku mereka malu dan merasa bersalah saat anak-anak menangis atau berkelakukan tidak baik di airport atau pesawat. Survei yang diadakan oleh Gatwick Airport itu diikuti oleh 1.000 orangtua.
Survei tersebut juga mengungkapkan 1 dari 3 orangtua merasa perilaku anak-anak itulah yang membuat mereka stres saat berpergian dengan pesawat. Rata-rata responden mengaku mengkhawatirkan reaksi orang lain atas kelakuan anak mereka yang menangis atau bertingkah tidak baik. Saking khawatir dan malunya, 1 dari 5 responden sampai berharap seandainya saja mereka tidak usah pergi berlibur.
Perasaan khawatir itu semakin besar karena para orangtua merasa orang-orang menunjukkan tatapan tidak senang pada mereka. Setidaknya 38% responden mengaku mereka mengalami tatapan tidak menyenangkan itu dari penumpang pesawat lainnya.
Pakar hubungan keluarga yang juga penulis di situs parenting 'English Mum', Becky Wiggins, menanggapi hasil survei di atas. Menurutnya liburan keluarga seharusnya memberikan kesempatan untuk para orangtua bersenang-senang.
"Liburan keluarga seharusnya membuat orangtua punya kesempatan bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengan anak. Tapi seperti yang ditunjukkan survei ini, kekhawatiran tetap saja tidak bisa hilang," ujar Wiggins, seperti dikutip dari Female First.
"Stres yang dialami itu bisa semakin parah apabila ada perasaan bersalah," tambahnya.
Wiggins menyarankan agar orangtua mempersiapkan anak dengan baik sebelum berpergian agar rasa stres itu tidak ada. Apa saja yang harus dilakukan sebelum membawa anak berpergian? Berikut ini tips dari Wiggins:
1. Nikmati perjalanan Anda bersama keluarga. Jadikan liburan keluarga itu sebagai sebuah petualangan baru. Kalau Anda pun tampak rileks dan tidak stres, anak-anak akan merasakan hal serupa.
2. Bawa barang yang disukai atau jadi favorit anak, seperti buku ceritanya, krayon, buku mewarnai, mainan. Saat mulai packing, jika memang anak sudah cukup besar, Anda bisa minta dia melakukannya sendiri. Namun Anda jangan lupa mengeceknya lagi karena siapa tahu dia memasukkan barang-barang yang tidak diizinkan dibawa ke kabin seperti gunting.
3. Siapkan beberapa kejutan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejutan ini bisa saja berupa hadiah yang disukainya, sehingga saat dia menangis atau berulah, Anda bisa menenangkannya dengan hadiah tersebut.
4. Rata-rata maskapai penerbangan akan mendahulukan ibu dan anak naik ke dalam pesawat. Tapi keuntungan tersebut tidak selamanya 'menguntungkan' Anda. Tidak ada salahnya Anda masuk belakangan agar anak merasa punya banyak waktu bebas di luar pesawat.
5. Siapkan tas yang berisi barang-barang 'darurat'. Isi tas tersebut bisa mulai dari tisu basah, pakaian ganti, minyak kayu putih berukuran kecil, dan lain-lain.
6. Datang ke airport lebih awal. Bandara bisa jadi tempat menarik untuk anak-anak beraktivitas. Dengan datang lebih awal, si kecil pun bisa mengeksplorasi bandara lebih lama.
7. Cek, cek dan cek. Cek semua perlengkapan Anda beberapa kali. Pastikan semua benda penting seperti paspor dan tiket sudah di tangan. Anda juga sebaiknya melakukan scan pada paspor dan tiket lalu email hasil scan ke email Anda sendiri. Scan paspor dan tiket ini berguna jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
(eny/eny)
Dari survei itu terungkap lebih dari 50% responden mengaku mereka malu dan merasa bersalah saat anak-anak menangis atau berkelakukan tidak baik di airport atau pesawat. Survei yang diadakan oleh Gatwick Airport itu diikuti oleh 1.000 orangtua.
Survei tersebut juga mengungkapkan 1 dari 3 orangtua merasa perilaku anak-anak itulah yang membuat mereka stres saat berpergian dengan pesawat. Rata-rata responden mengaku mengkhawatirkan reaksi orang lain atas kelakuan anak mereka yang menangis atau bertingkah tidak baik. Saking khawatir dan malunya, 1 dari 5 responden sampai berharap seandainya saja mereka tidak usah pergi berlibur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar hubungan keluarga yang juga penulis di situs parenting 'English Mum', Becky Wiggins, menanggapi hasil survei di atas. Menurutnya liburan keluarga seharusnya memberikan kesempatan untuk para orangtua bersenang-senang.
"Liburan keluarga seharusnya membuat orangtua punya kesempatan bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengan anak. Tapi seperti yang ditunjukkan survei ini, kekhawatiran tetap saja tidak bisa hilang," ujar Wiggins, seperti dikutip dari Female First.
"Stres yang dialami itu bisa semakin parah apabila ada perasaan bersalah," tambahnya.
Wiggins menyarankan agar orangtua mempersiapkan anak dengan baik sebelum berpergian agar rasa stres itu tidak ada. Apa saja yang harus dilakukan sebelum membawa anak berpergian? Berikut ini tips dari Wiggins:
1. Nikmati perjalanan Anda bersama keluarga. Jadikan liburan keluarga itu sebagai sebuah petualangan baru. Kalau Anda pun tampak rileks dan tidak stres, anak-anak akan merasakan hal serupa.
2. Bawa barang yang disukai atau jadi favorit anak, seperti buku ceritanya, krayon, buku mewarnai, mainan. Saat mulai packing, jika memang anak sudah cukup besar, Anda bisa minta dia melakukannya sendiri. Namun Anda jangan lupa mengeceknya lagi karena siapa tahu dia memasukkan barang-barang yang tidak diizinkan dibawa ke kabin seperti gunting.
3. Siapkan beberapa kejutan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejutan ini bisa saja berupa hadiah yang disukainya, sehingga saat dia menangis atau berulah, Anda bisa menenangkannya dengan hadiah tersebut.
4. Rata-rata maskapai penerbangan akan mendahulukan ibu dan anak naik ke dalam pesawat. Tapi keuntungan tersebut tidak selamanya 'menguntungkan' Anda. Tidak ada salahnya Anda masuk belakangan agar anak merasa punya banyak waktu bebas di luar pesawat.
5. Siapkan tas yang berisi barang-barang 'darurat'. Isi tas tersebut bisa mulai dari tisu basah, pakaian ganti, minyak kayu putih berukuran kecil, dan lain-lain.
6. Datang ke airport lebih awal. Bandara bisa jadi tempat menarik untuk anak-anak beraktivitas. Dengan datang lebih awal, si kecil pun bisa mengeksplorasi bandara lebih lama.
7. Cek, cek dan cek. Cek semua perlengkapan Anda beberapa kali. Pastikan semua benda penting seperti paspor dan tiket sudah di tangan. Anda juga sebaiknya melakukan scan pada paspor dan tiket lalu email hasil scan ke email Anda sendiri. Scan paspor dan tiket ini berguna jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
(eny/eny)











































