Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

9 Tanda Narcissistic Personality Disorder, NPD Beda dengan Sekadar Narsis

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Sabtu, 16 Mei 2026 11:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Wanita dengan Kepribadian Narcissistic Personality Disorder atau NPD
Foto: Getty Images/Lacheev
Daftar Isi
Jakarta -

Sama-sama memiliki unsur 'narsis' dalam namanya, narcissistic personality disorder (NPD) dan perilaku narsis biasa ternyata sangat berbeda. Gangguan NPD membuat seseorang menjadi angkuh, haus validasi dan kekaguman dari orang lain, serta kurang memiliki empati. Karena namanya mirip dengan istilah narsis yang sering digunakan sehari-hari, gejala NPD justru kerap tidak disadari masyarakat.

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima atau DSM-5, seseorang setidaknya harus memiliki lima atau lebih gejala berikut untuk dapat didiagnosis mengalami NPD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut tanda Narcissistic Personality Disorder atau NPD

1. Rasa superioritas yang berlebihan

Orang dengan gangguan NPD cenderung suka melebih-lebihkan prestasi yang mereka miliki, tetapi tetap ingin diakui dan dihargai tanpa harus menunjukkannya secara terang-terangan. Mereka merasa dirinya adalah yang terbaik di bidang tertentu.

ADVERTISEMENT

Dari sudut pandang medis, kondisi ini disebut megalomania dalam tingkat yang tidak sehat. Dalam banyak kasus, apa yang mereka banggakan bahkan tidak sesuai dengan kenyataan.

2. Sibuk dengan fantasi yang tinggi

Untuk memenuhi ekspektasi dan impresi yang mereka bangun, penderita NPD sering berfantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, atau pencapaian besar. Mereka juga cenderung menetapkan standar yang terlalu tinggi karena haus akan pengakuan.

Wanita dengan Kepribadian Narcissistic Personality Disorder atau NPDWanita dengan Kepribadian Narcissistic Personality Disorder atau NPD Foto: Getty Images/Lacheev

3. Ingin dipahami sebagai sosok istimewa

Penderita NPD percaya bahwa mereka lebih baik dan berbeda dari orang lain. Mereka sering hanya ingin berteman atau berada di lingkungan dengan status sosial tinggi karena merasa hanya orang-orang "setara" yang bisa memahami mereka.

4. Haus validasi dari orang lain

Sikap haus validasi ini dapat berdampak buruk pada hubungan sosial. Orang dengan NPD cenderung meremehkan orang yang tidak mengagumi mereka dan sulit menerima kritik maupun saran.

Selain itu, mereka juga sering memotong topik pembicaraan dan mengalihkannya menjadi tentang diri sendiri.

5. Ingin diperlakukan secara khusus

Mereka merasa pantas mendapatkan perlakuan istimewa karena menganggap dirinya memiliki kelebihan tertentu. Orang dengan NPD ingin orang lain mengikuti standar mereka dan berharap diperlakukan spesial, bahkan ketika usaha yang dilakukan tidak sebanding.

6. Memanfaatkan orang lain dalam hubungan

Bagi penderita NPD, hubungan sering kali bersifat transaksional. Mereka menjalin hubungan demi keuntungan pribadi, baik berupa materi, status sosial, maupun kepentingan lainnya.

7. Kurang empati

Narcissistic personality disorder juga ditandai dengan rendahnya kemampuan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Selain karena rasa angkuh yang berlebihan, mereka memang cenderung tidak tertarik pada sudut pandang orang lain.

Orang dengan NPD biasanya sangat self-centered atau hanya fokus pada dirinya sendiri.

8. Memiliki rasa iri berlebihan

Ketika melihat orang lain lebih sukses atau lebih baik, penderita NPD bisa merasa iri secara berlebihan. Obsesi membandingkan diri dengan orang lain ini sering muncul karena mereka merasa citra dirinya harus selalu terlihat unggul.

9. Bersikap arogan

Sikap arogan dapat terlihat dari perilaku mudah marah ketika dikritik dan enggan mendengarkan pendapat orang lain. Mereka juga cenderung merendahkan orang yang memiliki pandangan berbeda.

Narcissistic personality disorder sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu NPD grandiose yang terlihat terang-terangan dan NPD rentan atau vulnerable narcissism yang lebih terselubung.

Penderita NPD grandiose biasanya menunjukkan gejala narsistik yang jelas dan merasa cemas ketika menghadapi kegagalan. Sementara itu, NPD rentan cenderung lebih kritis terhadap diri sendiri, tetapi tetap memiliki kebutuhan besar akan validasi meski tampak pemalu di depan orang lain.

Menurut DSM-5, sebagian besar penderita NPD adalah laki-laki, sekitar 75 persen. Hal ini karena gejalanya lebih mudah terlihat pada laki-laki, sementara pada perempuan sering kali muncul dalam bentuk yang lebih terselubung.

Jika kamu merasa memiliki beberapa gejala di atas dan mulai kewalahan menghadapinya, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau terapis terpercaya agar kondisi tersebut tidak semakin mengganggu kehidupan sosial maupun keseharian.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads