Tips Mencegah Tantrum Pada Si Kecil
wolipop
Kamis, 24 Mar 2011 10:04 WIB
Jakarta
-
Dilansir Kids-Health, tantrum umumnya terjadi di saat anak memasuki usia 1-3 tahun. Beberapa penyebab tantrum yang kerap terjadi di antaranya, anak mencari perhatian, kelelahan, lapar atau merasa tidak nyaman.
Tantrum juga bisa terjadi saat anak merasa frustasi dengan dunianya. Maksud kalimat tersebut adalah, ketika anak tidak bisa mencapai apa yang ia inginkan, ia bisa kesal luar biasa. Rasa frustasi pada anak ini, meski baru berusia balita, adalah hal normal. Dengan merasakan hal tersebut anak bisa mengenal rasa frustasi itu dan belajar mengatasinya.
Meski normal, sebenarnya Anda sebagai orangtuanya bisa mencegah terjadinya tantrum ini. Jangan sampai ketika tantrum sudah terjadi, Anda baru mencoba mengatasinya karena pasti sulit dan membuat frustasi.
Berikut ini tipsnya seperti dilansir e-How:
1. Buat contoh yang baik
Sebagai manusia normal, Anda juga pasti bisa merasa frustasi. Namun jangan sampai Anda melakukan tindakan berlebihan saat rasa frustasi itu datang apalagi di depan anak-anak. Jika Anda marah-marah, anak meski baru berusia balita bisa mencontohnya. Cobalah tetap tenang, tidak berteriak. Tunjukkan padanya bagaimana mengontrol emosi saat frustasi itu datang.
2. Perhatikan dan pelajari kebiasaan anak
Jika Anda merasa anak akan tantrum, coba dekati dan duduk di dekatnya. Tanyakan apa yang mengganggunya dan apakah Anda bisa membantu mengatasinya. Membantu anak mengatasi masalah-masalah sulit adalah pelajaran berharga untuknya.
3. Buat rutinitas tidur dan kebiasaan makan yang baik
Tantrum biasanya muncul karena anak lapar atau kelelahan. Dengan membuat jadwal waktu makan, entah itu makanan utama atau camilan bisa mencegahnya dari tantrum akibat lapar. Sedangkan dengan menciptakan rutinitas waktu tidur baik itu tidur di siang atau malam hari, bisa mencegah anak merasa lelah.
4. Tawarkan pilihan
Saat anak akan tantrum, biasanya dia sudah mulai membujuk Anda memenuhi keinginannya. Agar tantrum tidak terjadi, beri anak pilihan. Misalnya, ketika anak akan marah karena tidak mau memakai baju setelah mandi, tanyakan padanya, baju mana yang dia mau, apakah baju merah atau kuning? Anda yang buat pilihan tersebut, meski begitu anak tetap merasa dia menguasai situasi tersebut.
5. Tentukan waktu bermain dan istirahat untuk anak
Anak tantrum karena kelelahan biasanya karena ia terlalu lelah bermain. Untuk mencegah itu, saat Anda melihat anak sudah terlalu aktif bermain, tawarkan padanya untuk beristirahat sejenak dengan melakukan kegiatan yang lebih santai. Ajak anak membaca buku bersama atau bermain puzzle.
6. Jangan Terlalu Batasi Anak
Orangtua kerap memberikan batasan atau larangan pada anaknya saat mereka beraktivitas. Marah atau penolakan pada larangan itu adalah hal natural yang akan dilakukan anak. Oleh karena itu, jangan terlalu membatasi anak dalam berkegiatan.
(eny/eya)
Tantrum juga bisa terjadi saat anak merasa frustasi dengan dunianya. Maksud kalimat tersebut adalah, ketika anak tidak bisa mencapai apa yang ia inginkan, ia bisa kesal luar biasa. Rasa frustasi pada anak ini, meski baru berusia balita, adalah hal normal. Dengan merasakan hal tersebut anak bisa mengenal rasa frustasi itu dan belajar mengatasinya.
Meski normal, sebenarnya Anda sebagai orangtuanya bisa mencegah terjadinya tantrum ini. Jangan sampai ketika tantrum sudah terjadi, Anda baru mencoba mengatasinya karena pasti sulit dan membuat frustasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Buat contoh yang baik
Sebagai manusia normal, Anda juga pasti bisa merasa frustasi. Namun jangan sampai Anda melakukan tindakan berlebihan saat rasa frustasi itu datang apalagi di depan anak-anak. Jika Anda marah-marah, anak meski baru berusia balita bisa mencontohnya. Cobalah tetap tenang, tidak berteriak. Tunjukkan padanya bagaimana mengontrol emosi saat frustasi itu datang.
2. Perhatikan dan pelajari kebiasaan anak
Jika Anda merasa anak akan tantrum, coba dekati dan duduk di dekatnya. Tanyakan apa yang mengganggunya dan apakah Anda bisa membantu mengatasinya. Membantu anak mengatasi masalah-masalah sulit adalah pelajaran berharga untuknya.
3. Buat rutinitas tidur dan kebiasaan makan yang baik
Tantrum biasanya muncul karena anak lapar atau kelelahan. Dengan membuat jadwal waktu makan, entah itu makanan utama atau camilan bisa mencegahnya dari tantrum akibat lapar. Sedangkan dengan menciptakan rutinitas waktu tidur baik itu tidur di siang atau malam hari, bisa mencegah anak merasa lelah.
4. Tawarkan pilihan
Saat anak akan tantrum, biasanya dia sudah mulai membujuk Anda memenuhi keinginannya. Agar tantrum tidak terjadi, beri anak pilihan. Misalnya, ketika anak akan marah karena tidak mau memakai baju setelah mandi, tanyakan padanya, baju mana yang dia mau, apakah baju merah atau kuning? Anda yang buat pilihan tersebut, meski begitu anak tetap merasa dia menguasai situasi tersebut.
5. Tentukan waktu bermain dan istirahat untuk anak
Anak tantrum karena kelelahan biasanya karena ia terlalu lelah bermain. Untuk mencegah itu, saat Anda melihat anak sudah terlalu aktif bermain, tawarkan padanya untuk beristirahat sejenak dengan melakukan kegiatan yang lebih santai. Ajak anak membaca buku bersama atau bermain puzzle.
6. Jangan Terlalu Batasi Anak
Orangtua kerap memberikan batasan atau larangan pada anaknya saat mereka beraktivitas. Marah atau penolakan pada larangan itu adalah hal natural yang akan dilakukan anak. Oleh karena itu, jangan terlalu membatasi anak dalam berkegiatan.
(eny/eya)
Pakaian Pria
Ini Rekomendasi Celana Chino Pria, Cocok untuk Ngantor-Hangout
Elektronik & Gadget
4 Alasan iPhone 17 Pro Max Jadi HP yang Cocok untuk Anak Muda
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 14 Maret: Cancer Pemasukan Cukup, Virgo Bijak Kelola Keuangan
2
Gaya Go Youn Jung Viral Pakai Selimut, Kedinginan di Fashion Show Chanel
3
Rama Duwaji Bikin Ilustrasi untuk Esai Aktivis Anti-Israel, Picu Polemik
4
TikTok Viral Verificator
Viral! 4 Bersaudara Ini Bernama Merek Mobil, dari Volvo hingga Mercedes
5
Vina Muliana Ungkap 3 Hal Penting agar Gen Z Tak Bingung Menentukan Masa Depan
MOST COMMENTED











































