Tidur dengan Hewan Peliharaan Bisa Tertular Meningitis
wolipop
Kamis, 27 Jan 2011 18:04 WIB
Jakarta
-
Apakah Anda termasuk orang yang suka mencium dan tidur bersama dengan hewan peliharaan? Jika ya, Anda perlu waspada. Sebuah studi mengatakan hewan peliharaan bisa menularkan penyakit berbahaya, meningitis.
Seperti yang dikutip dari Medicmagic, Centers for Disease Control (CDC), Amerika Serikat baru-baru ini merilis sebuah studi yang mengejutkan tentang hewan peliharaan. Menurut CDC, kontak fisik dengan kucing dan anjing sangat berisiko untuk menularkan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan oleh hewan).
CDC juga mengatakan bahwa selain zoonosis, kontak langsung dengan hewan peliharaan dapat dengan mudah terkena meningitis atau radang selaput otak. Penyakit ini memiliki risiko kematian hingga 50 persen, walau bisa disembuhkan namun terdapat risiko kerusakan neurologis permanen seperti kelumpuhan, epilepsi atau gangguan mental.
Dalam sebuah penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases Februari 2011, CDC mencatat beberapa kasus infeksi meningitis yang disebabkan oleh hewan peliharaan. Kasus meningitis tersebut umumnya terjadi melalui kontak cairan tubuh, khususnya air liur.
Terkait dengan kebiasaan tidur dengan hewan peliharaan, Prof. Bruno Chomel, seorang peneliti dari University of California memberikan beberapa saran. Menurut dia, kebiasaan ini tidak hanya berisiko untuk mengirimkan meningitis, tetapi juga plague (wabah) yang bisa ditularkan melalui kutu yang ada pada anjing atau kucing Anda.
"Penularan penyakit dari hewan peliharaan ke manusia sangat jarang, tetapi bukan hal yang tidak mungkin. Adanya penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti orang, tetapi untuk menyadari orang bahwa tidur dengan hewan peliharaan memiliki risiko, "kata Prof. Chomel, dikutip dari CNN.
Di sisi lain, para ahli juga mengungkapkan bahwa kehadiran hewan peliharaan dalam keluarga memiliki pengaruh baik terhadap kesehatan anak. Berdasarkan sebuah studi, anak-anak yang tinggal dengan kucing, anjing atau binatang peliharaan lain memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.
Bermain dengan hewan peliharaan juga dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin atau penawar stres. Akibatnya, jika seseorang yang sering bermain dengan hewan peliharaan, risiko untuk depresi menjadi lebih rendah.
(eya/eya)
Seperti yang dikutip dari Medicmagic, Centers for Disease Control (CDC), Amerika Serikat baru-baru ini merilis sebuah studi yang mengejutkan tentang hewan peliharaan. Menurut CDC, kontak fisik dengan kucing dan anjing sangat berisiko untuk menularkan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan oleh hewan).
CDC juga mengatakan bahwa selain zoonosis, kontak langsung dengan hewan peliharaan dapat dengan mudah terkena meningitis atau radang selaput otak. Penyakit ini memiliki risiko kematian hingga 50 persen, walau bisa disembuhkan namun terdapat risiko kerusakan neurologis permanen seperti kelumpuhan, epilepsi atau gangguan mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan kebiasaan tidur dengan hewan peliharaan, Prof. Bruno Chomel, seorang peneliti dari University of California memberikan beberapa saran. Menurut dia, kebiasaan ini tidak hanya berisiko untuk mengirimkan meningitis, tetapi juga plague (wabah) yang bisa ditularkan melalui kutu yang ada pada anjing atau kucing Anda.
"Penularan penyakit dari hewan peliharaan ke manusia sangat jarang, tetapi bukan hal yang tidak mungkin. Adanya penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti orang, tetapi untuk menyadari orang bahwa tidur dengan hewan peliharaan memiliki risiko, "kata Prof. Chomel, dikutip dari CNN.
Di sisi lain, para ahli juga mengungkapkan bahwa kehadiran hewan peliharaan dalam keluarga memiliki pengaruh baik terhadap kesehatan anak. Berdasarkan sebuah studi, anak-anak yang tinggal dengan kucing, anjing atau binatang peliharaan lain memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.
Bermain dengan hewan peliharaan juga dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin atau penawar stres. Akibatnya, jika seseorang yang sering bermain dengan hewan peliharaan, risiko untuk depresi menjadi lebih rendah.
(eya/eya)
Pakaian Pria
Rekomendasi 3 Jaket Bomber Hitam Pria Andalan Paling Stylish Buat Upgrade OOTD Kamu!
Hobi dan Mainan
VITAMIN KUCING Growth Hack by Petglow x Butter Belly, Solusi Praktis Bikin Anabul Makin Lahap & Berisi!
Pakaian Pria
Prabu Rudi Black White Sneakers, Sepatu Baru Pria Favorit untuk Menyambut Chinese New Year 2026 yang Wajib Kamu Beli!
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Heavy saat Lebaran Bikin Kulit Breakout? Ini Penyebab yang Sering Diremehkan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Potret Baby Kaia Anak Steffi-Nino Fernandez, Kini Wajahnya Sudah Diungkap
2
Angel Karamoy Rayakan Valentine Bareng Gusti Ega, Kado Mewahnya Bikin Salfok
3
8 Pemotretan Mesra Olla Ramlan & Tristan Molina Untuk Sambut Hari Valentine
4
Sinopsis KOKUHO, Film Jepang Terlaris yang Tayang Lebih Awal di Indonesia
5
7 Foto Sarwendah Pemotretan Imlek 2026, Tampil Anggun Serba Merah
MOST COMMENTED











































