Apa Arti Asma di Saat Hamil?
wolipop
Senin, 16 Agu 2010 16:00 WIB
Jakarta
-
Pasokan oksigen yang kurang dapat berdampak negatif bagi perkembangan janin. Oleh sebab itu, calon ibu yang mengidap asma sebaiknya mengontrol penyakitnya selama hamil, agar kondisi kesehatan diri dan janinnya tetap terjaga.
Asma adalah gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan penyempitan pada otot polos dan pembengkakan selaput lendir saluran pernapasan, disertai dengan produksi lendir yang berlebihan. Gejala yang muncul pun bervariasi, mulai dari bersin-bersin ringan, sesak napas ringan, sampai penyempitan saluran pernapasan berat yang berakhir dengan kegagalan nafas.
Ibu hamil yang asmanya kambuh, akan mengalami sesak napas. Kondisi seperti ini sangat membutuhkan oksigen tambahan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan pada bayi seperti, lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, janin meninggal mendadak, pertumbuhan janin terhambat dan suplai oksigen ke sel-sel janin tidak mencukupi.
Untuk mencegah risiko gangguan pada janin, ibu hamil sebaiknya menjaga kesehatan. Hindari timbulnya serangan asma, periksakan kehamilan secara teratur, kunjungi dokter sejak awal untuk pengobatan asma. Bila kehamilan semakin besar lakukan latihan pernapasan untuk mengurangi rasa sesak.
Jangan lupa untuk memperhatikan faktor lingkungan, karena kambuhnya penyakit asma dapat disebabkan oleh hal tersebut. Hindari hal yang dapat memicu asma kambuh dengan menjaga kebersihan dan lingkungan tempat tinggal, biasakan cuci tangan untuk meminimalkan terjadinya infeksi akibat virus dan lapisi bantal dengan sarung yang tebal agar debu tidak beterbangan.
(eya/fer)
Asma adalah gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan penyempitan pada otot polos dan pembengkakan selaput lendir saluran pernapasan, disertai dengan produksi lendir yang berlebihan. Gejala yang muncul pun bervariasi, mulai dari bersin-bersin ringan, sesak napas ringan, sampai penyempitan saluran pernapasan berat yang berakhir dengan kegagalan nafas.
Ibu hamil yang asmanya kambuh, akan mengalami sesak napas. Kondisi seperti ini sangat membutuhkan oksigen tambahan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan pada bayi seperti, lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, janin meninggal mendadak, pertumbuhan janin terhambat dan suplai oksigen ke sel-sel janin tidak mencukupi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan lupa untuk memperhatikan faktor lingkungan, karena kambuhnya penyakit asma dapat disebabkan oleh hal tersebut. Hindari hal yang dapat memicu asma kambuh dengan menjaga kebersihan dan lingkungan tempat tinggal, biasakan cuci tangan untuk meminimalkan terjadinya infeksi akibat virus dan lapisi bantal dengan sarung yang tebal agar debu tidak beterbangan.
(eya/fer)











































