Terungkap Penyebab Kematian Bos Estée Lauder, Meninggal Setelah Suntik Filler
Eksekutif senior brand kosmetik Estée Lauder, Kendal Ascher, meninggal dunia di usia 56 tahun. Penyebab kematiannya menjadi sorotan karena dihubungkan dengan prosedur kecantikan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pria itu menghembuskan napas terakhir di apartemen mewah karena filler.
Kendal Ascher meninggal dalam pelukan suaminya beberapa saat setelah merasa pusing. Dilaporkan ia menderita gagal napas akut akibat emboli paru. Dilansir NYPost, pemeriksa medis mengatakan hal itu berhubungan dengan benda asing dan Kendal memang baru mendapatkan suntikan filler kosmetik.
Suami Kendal, William Howe, mengungkap kepada Daily Mail bahwa ia tidak mengetahui suaminya, yang merupakan wakil presiden perusahaan kecantikan ternama, menggunakan filler kosmetik sebelum kematiannya. Namun ia mengatakan mereka menjalani suntik Botox lima bulan sebelum itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendal Ascher Foto: Instagram |
"Ini sungguh sangat menyedihkan. Aku menyaksikannya, itu terjadi seketika. Penyebabnya adalah hal sekunder," ujar William.
Pria tersebut mengatakan kepada media bahwa suami yang baru dinikahinya selama empat bulan tiba-tiba lemas di pagi hari saat berusaha menjangkau kamar mereka dari kamar mandi. Kendal baru saja mandi lalu mengaku merasa pusing sehingga ia duduk. William sempat menunggu beberapa menit sebelum membantu pria tersebut bisa berdiri kembali. Mereka hanya melangkah empat langkah sebelum Kendal berkata, "Tunggu,"
Kendal Ascher Foto: Instagram |
Setelah itu, Kendal merasa lemas dan William memeriksa bahwa tidak ada denyut nadi sebelum pasangannya itu meninggal dalam pelukannya. "Semuanya terjadi dalam waktu delapan detik."
Karier Kendal Ascher di Estee Lauder berlangsung lebih dari 25 tahun. Karena itu, sosoknya cukup dikenal di industri kecantikan. Menurut LinkedIn, Kendal bergabung dengan perusahaan tersebut pada Juni 1995 di mana ia menghabiskan empat setengah tahun sebagai eksekutif akun untuk Aramis Designer Fragrances.
Pria tersebut bekerja untuk Bobbi Brown Cosmetics antara November 1999 dan Juni 2001 sebelum pindah ke L'Oreal, di mana ia bekerja sebagai asisten wakil presiden pemasaran untuk Kiehl's. Ia kembali ke Estée Lauder pada April 2007 dan telah bekerja sebagai SVP general manager untuk La Mer, Jo Malone, dan Darphin, Amerika Utara sejak Juli 2021.
(ami/ami)














































