4 Alasan Untuk Jauhi 'Soft Drink'
wolipop
Senin, 09 Agu 2010 18:10 WIB
Jakarta
-
Seperti yang dilansir dari genius beauty, beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa minuman bersoda sama buruknya dengan merokok. Inilah 4 alasan yang untuk menghentikan konsumsi minuman ringan.
1. Berat badan bertambah.
Pare peneliti di University of Texas menemukan bahwa dengan mengonsumsi minuman ringan dapat meningkatkan obesitas sampai 32,8% dan yang lebih mencengangkan, diet coke malah meningkatkan obesitas sampai 54,5%. Jadi tidak selamanya yang berlabel diet itu baik.
2. Kalori yang tidak berguna
Kebanyakan soda mengandung 250 kalori per 20 oz. Minuman soda tidak mengandung mineral apalagi nutrisi di dalamnya. Dua bahan utama adalah gula dan kafein.
3. Kecanduan
Minuman ringan dapat menyebabkan kecanduan. Kandungan kafein di dalamnya menimbulkan rasa kecanduan tersebut. Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi minuman ringan, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti sakit kepala, depresi, gugup dan menggigil. Tetapi jangan khawatir, gejala tersebut bersifat sementara.
4. Risiko Jantung
Menurut laporan yang dikemukakan oleh American Heart Association pada tahun 2007, orang-orang yang setiap harinya minum 'soft drink' memiliki risiko meningkatnya sindrom metabolik sampai 44%. Sindrom metabolik merupakan kondisi yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes.
(eya/eya)
1. Berat badan bertambah.
Pare peneliti di University of Texas menemukan bahwa dengan mengonsumsi minuman ringan dapat meningkatkan obesitas sampai 32,8% dan yang lebih mencengangkan, diet coke malah meningkatkan obesitas sampai 54,5%. Jadi tidak selamanya yang berlabel diet itu baik.
2. Kalori yang tidak berguna
Kebanyakan soda mengandung 250 kalori per 20 oz. Minuman soda tidak mengandung mineral apalagi nutrisi di dalamnya. Dua bahan utama adalah gula dan kafein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minuman ringan dapat menyebabkan kecanduan. Kandungan kafein di dalamnya menimbulkan rasa kecanduan tersebut. Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi minuman ringan, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti sakit kepala, depresi, gugup dan menggigil. Tetapi jangan khawatir, gejala tersebut bersifat sementara.
4. Risiko Jantung
Menurut laporan yang dikemukakan oleh American Heart Association pada tahun 2007, orang-orang yang setiap harinya minum 'soft drink' memiliki risiko meningkatnya sindrom metabolik sampai 44%. Sindrom metabolik merupakan kondisi yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes.
(eya/eya)
Pakaian Pria
TAZBIYA Sarung Dewasa Motif, Pilihan Eksklusif Menyambut Ramadhan 2026!
Hobi dan Mainan
Kiumo Game Bot Retro Game Console R36H Game Boy, Balik ke Era Game Klasik dalam Genggaman yang Siap Bikin Nostalgia!
Pakaian Pria
Review Celana Pendek Pria Andalan yang Nyaman untuk Jalan Santai dan Ngabuburit Saat Ramadhan 2026!
Pakaian Pria
Merayakan Chinese New Year 2026 dengan Mix & Match Outfit Pria yang Stylish dan Modern!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
7 Potret El Rumi dan Syifa Hadju Pre Wedding di London, Romantis Bikin Baper
2
Skandal Ji Soo Jadi Sorotan Lagi, Agensi Kena Getah Dituntut Bayar Rp 10 M
3
Most Pop: Suraj Chavan Viral Usai Dinobatkan Sebagai Pria Tertampan India
4
Jungkook BTS Pakai Jam Tangan Rp 666 Juta, Jadi Global Ambassador Hublot
5
Choi Mina Sue Buka Suara Usai Dicap Kontestan 'Pick Me' Single's Inferno 5
MOST COMMENTED











































