Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

From Homey Mummy to Working Mummy

wolipop
Selasa, 16 Feb 2010 17:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Beberapa ibu seringkali sedikit sulit beradaptasi ketika bekerja lagi usai cuti melahirkan. Sebenarnya tidak perlu khawatir karena ada trik untuk membuat perubahan tersebut lebih nyaman.

Di minggu-minggu terakhir sisa cuti Anda latihlah diri Anda dengan bangun lebih awal dan segera memulai aktivitas Anda dengan si buah hari. Salah satu yang harus dilakukan adalah membiasakan si bayi untuk mulai meminum ASI dari botol susu.

Jika di rumah Anda tidak ada orang dewasa lain, cari seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga bayi Anda selama Anda bekerja. Orang tersebut bisa baby sitter atau kerabat dekat, bahkan orang tua. Pastinya mereka sudah 'berlatih' sebulan sebelum Anda kembali bekerja agar bisa mempelajari kebiasaan dan jadwal sang bayi. Yang perlu diingat, orang ini harus sangat Anda percaya. Jangan memaksakan diri menerima orang yang Anda masih ragu karena hanya akan membebani pikiran Anda ketika di kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebanyakan dari ibu-ibu yang bekerja pasti akan mengeluh karena kelelahan. Atur pola tidur Anda, usahakan tidur lebih awal setelah mengurus si kecil. Waktu tidur Anda akan berkurang  karena si kecil bangun pada tengah malam tapi setidaknya Anda telah mempunyai waktu tidur yang cukup dengan tidur lebih awal dan masih tersisa waktu untuk Anda melanjutkan tidur kembali.

Dengan rutinitas yang itu-itu saja, terkadang membuat Anda jenuh. Tetaplah menjalin hubungan dengan sahabat-sahabat Anda untuk hangout bersama di akhir pekan sambil membawa anak. Dengan begitu Anda mendapat suasana berbeda dan tetap dapat bergaul dengan teman-teman Anda.

Para ahli mengatakan sebagian besar ibu memerlukan waktu untuk membiasakan diri dengan rutinitas baru. Jika dalam beberapa bulan Anda tidak dapat mengatasinya, mintalah kepada atasan untuk memberikan waktu yang fleksibel, misalnya sesekali dapat pulang lebih awal dari biasanya.

Keluarga merupakan prioritas utama untuk Anda, jangan membawa pekerjaan Anda ke rumah. Saat di rumah merupakan quality time bersama suami dan anak.

Anda tak perlu berharap dan berusaha sekuat tenaga dalam karir jika itu hanya dapat menelantarkan suami dan terutama anak Anda. Tetap prioritaskan keluarga, jangan sampai anda justru menyia-nyiakan mereka demi pekerjaan. (kik/kee)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads