Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Langkah Mindful Spending, Cara Berhemat Setelah Banyak Pengeluaran Lebaran

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 30 Apr 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi baju lebaran
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Momen Lebaran sudah lewat lebih dari sebulan. Kamu mungkin baru menyadari banyaknya pengeluaran selama menjelang dan setelah Hari Raya. Meski ada uang THR, tak bisa dipungkiri berbagai kebutuhan dua bulan belakangan membuat kamu terpikir untuk berhemat. Ketika itu terjadi, mindful spending perlu diterapkan.

Pasca Lebaran membuat banyak orang merasa harus berhemat bulan depan. Financial Planner, Mike Rini, mengungkap bahwa hal ini biasa terjadi karena budaya mudik, bagi-bagi angpao hingga liburan bersama keluarga. Selagi kamu mengumpulkan kembali pundi-pundi untuk Hari Raya mendatang, ada baiknya memanfaatkan momentum ini untuk bebenah keuangan.

"Momen ini baiknya dijadikan refleksi dan audit kecil-kecilan ketika dompet tipis. Coba tracking spending dan tabungan kalian untuk menakar apa yang perlu dilakukan ke depannya sebagai pembelajaran tahun lebaran depan," ungkap Mike dalam acara Media Gathering Kino di The Wijaya Sembilan, Melawai, Jakarta Selatan, Rabu, (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mike Rini kemudian menyarankan metode mindful spending yaitu cara mengelola kondisi keuangan agar terkendali, terarah, dan terencana. Berarti sadar dalam mengeluarkan uang, diharapkan kita bisa jadi lebih selektif dalam mengkonsumsi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan.

ADVERTISEMENT



Berikut lima cara mindful spending untuk 'menutup' pengeluaran yang boros setelah Lebaran:

1. Sadar Needs dan Wants

Cara ini merupakan metode klasik untuk menghemat yakni memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Coba pisahkan mana yang benar-benar kamu butuh daripada yang hanya 'ngidam'. Bukan tidak boleh dilakukan, kamu bisa membeli 'wants' saat keuangan sudah stabil atau ada dana lebih yang dapat digunakan.

"Needs itu artinya penting untuk keberlangsungan hidup dan fundamental untuk kegiatan sehari; makanan, transportasi, pakaian, dll tapi tetap sesuai dengan kemampuan dan fungsi," kata Mike Rini.

2. Bikin Kopi di Rumah

Bukan berarti pelit, berhemat adalah mengendalikan pengeluaran agar tidak berlebihan. Misalnya dengan memastikan bahwa ukuran atau jumlah barang yang kita beli sesuai dengan kebutuhan agar tidak mubazir. Cara lain adalah mengganti produk dengan yang lebih murah.

"Harus sadar kapan butuh yang lebih besar, kapan butuh yang lebih kecil. Atau substitusi dengan mengganti brand dengan fungsi sama, misal ganti kopi kafe dengan kopi sachet," ujarnya.


3. Ketahui Pola Boros Kamu

Disarankan Mike untuk lebih memperhatikan keuangan bulan ini. Coba catat semua pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui polanya. Dari situ, pelajari mana kesalahan yang harus diperbaiki untuk kemudian membuat planning.

4. Bijak Pakai Pay Later

Di zaman yang canggih ini tersedia berbagai alat pembayaran untuk memudahkan pembelian. Bukan hanya QRIS yang bikin kamu tak harus ambil uang tunai, ada juga pay later untuk berutang. Selagi metode itu bisa meningkatkan kualitas hidup kita, Mike menyarankan agar jangan sampai kebablasan.

5. Jangan Belanja Pakai Emosi

Adalah hal yang wajar untuk beralih ke belanja saat suasana hati sedang 'down'. Mike pun mengakui hal itu wajar tapi tentu perlu dibatasi agar tidak makin boros setelah Lebaran.

Financial planner mengatakan bahwa kebiasaan itu memang tidak bisa diubah dalam satu malam. Karena itu, kita perlu memantapkan motivasi agar proses mindful spending jadi berkelanjutan.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads