Ini Alasan Millennial Perlu Investasi Mulai dari Sekarang

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 14 Feb 2020 12:06 WIB
ilustrasi investasi Foto: iStock
Jakarta -

Berdasarkan penelitian, belum banyak millennial Indonesia yang berinvestasi. Survei yang dilakukan OCBC NISP beberapa waktu lalu bahkan mengungkap jika hanya 2% anak muda yang tertarik melakukannya. Padahal investasi terbukti dapat melipatgandakan pendapatan yang tentunya bisa sangat berguna untuk banyak hal. Jika bisa, hal ini perlu dilakukan sedini mungkin meski belum banyak modal.

Dikatakan jika sejumlah miskonsepsi membuat tidak banyak millennial menginvestasikan uangnya. Banyak anak muda berpikir jika investasi berisiko, susah dikelola, dan butuh banyak model untuk memulainya. Padahal kini banyak cara aman dan mudah untuk melakukannya. Dijelaskan Ka Jit selaku Head of Strategy and Innovation Bank OCBC NISP, semakin cepat dimulai hasilnya akan semakin baik.

"Baiknya dimulai sedini mungkin karena ada yang namanya time value. Jadi investasi dengan uang jauh lebih banyak tapi dilakukan di belakang tidak lebih baik dari pada investasi uang sedikit yang dimulai sekarang. Itu selisihnya luar biasa. Makanya investasi sekarang juga itu penting," ungkap Ka Jit dalam acara pengenalan kampanye #BERANICUAN beberapa waktu lalu.

Dikatakan Ka Jit bahwa ada tiga kunci dalam bernvestasi yakni tujuan yang jelas, disiplin, dan mengetahui profil risiko. Yang pertama harus diperhatikan adalah menentukan tujuan investasi agar lebih termotivasi dan tidak tergoda menggunakan uang untuk hal-hal lain.

Yang keduanya, selalu disiplin berinvestasi dari pada membiarkan uang menumpuk di tabungan karena nilainya bisa menyusut karena inflasi. Kunci terakhir adalah mengetahui profil risiko mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Karena itu, penting untuk menganalisa dan menentukannya dengan pakar.

Meski tahu keuntungannya, banyak orang belum berani berinvestasi karena merasa tidak punya modal. Tapi menurut Ka Jit, investasi bisa dimulai dengan menyisihkan 10% dari penghasilan.

"Untuk kasus one on one, katakan saja kita dapat uang lalu 30% ditabung, 40% untuk digunakan, sisanya dicadangkan untuk keperluan mendadak. Untuk millennial yang baru mulai bisa menyisihkan 10% penghasilan," tuturnya.



Simak Video "Koleksi Sneakers, Investasi Kekinian Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)