Cerai, Wanita Ini Dapat Rp 2,6 M Sebagai Kompensasi Mengurus Rumah

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 21 Jun 2019 13:14 WIB
Ilustrasi ibu rumah tangga. Foto: iStock Ilustrasi ibu rumah tangga. Foto: iStock

Jakarta - Tuntutan memberi tunjangan dan berbagi harta gono-gini umum dilakukan setelah pasangan suami istri bercerai. Namun seorang wanita mendapat tunjangan dengan alasan yang unik setelah berpisah dari mantan suaminya. Wanita tersebut mendapat hingga Rp 2,6 miliaran sebagai kompensasi mengurus rumah selama 27 tahun pernikahan.

Hal tersebut diperintahkan Pengadilan Argentina yang menuntut seorang pria 70 tahun untuk memberi kompensasi sebesar 8 juta peso (Rp 2,6 miliaran) kepada mantan istrinya. Hakim Victoria Fama yang memimpin persidangan mempertimbangkan putusan tersebut mengingat mantan istri telah mengurus rumah mereka selagi suami bekerja.


Wanita berinisial ML itu pun dinilai telah mengorbankan karier profesionalnya untuk merawat anak dan mengurus rumah. Padahal ML punya gelar ekonomi yang bisa saja ia gunakan untuk mencari kerja selama menikah dengan mantan suami.

Ketika suami ML meninggalkannya, wanita tersebut sudah berusia 60 tahun. Setelah bercerai, ia pun harus mencari nafkah paling tidak untuk dirinya sendiri. Karena sudah terlalu tua untuk itu, hakim pun memutuskan agar si pria harus memberikan kompensasi untuk tugasnya merawat anak dan rumah selama ini.

"Putusan ini sangat baik mengingat apa yang kami (wanita) lakukan di rumah adalah sebuah pekerjaan, merawat (rumah, anak) adalah sebuah pekerjaan karena itu melibatkan waktu, usaha, dan kemampuan. Tapi itu sering tidak terlihat dan wanita tidak mendapatkan penghasilan untuk itu," kata Lucia Martelotte selaku Direktur Tim Keadilan Amerika Latin dan Gender.

Dilansir Oddity Central, pasangan asal Argentina ini berpisah di tahun 2009 dan bercerai dua tahun setelahnya. Pascacerai, wanita tersebut mengalami kesulitan finansial karena kesulitan mencari pekerjaan. Sedangkan sang suami dilaporkan bisa hidup nyaman.
Hakim Victoria pun menjelaskan jika nilai kompensasi yang diputuskannya masuk akal mengingat situasi ekonomi kedua belah pihak. Ia juga mempertimbangkan gelar ekonomi dan usia di mana mantan suami meninggalkan wanita tersebut.

Menurut data, wanita memang melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga dari pada pria terutama di negara-negara berkembang. Karenanya hal ini mendapat banyak pujian dari sejumlah pihak. Para pengacara di Argentina mengatakan jika putusan tersebut sangat mulai dan belum pernah dilakukan sebelumnya. (ami/ami)