Waspada Biar Tak Boros, 3 Hal Ini Paling Sering Menguras Uang Saat Ramadan

Siti Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 03 Mei 2019 09:23 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Umat muslim menghadapi bulan Ramadan dan hari Lebaran setiap tahun. Tapi banyak orang selalu menghadapi problema yang sama terutama untuk masalah keuangan. Bukan rahasia lagi jika puasa dan Lebaran memang butuh banyak biaya. Meski sudah ada THR tetap saja uang kadang terkuras untuk berbagai hal. Menurut perencana keuangan Ligwina Hananto, ini tiga masalah keuangan klasik yang selalu terjadi pada banyak orang setiap Lebaran untuk dihindari tahun ini.

1. Kenaikan Harga
Satu hal yang selalu terjadi saat bulan Ramadan adalah kenaikan harga, terutama untuk bahan makanan. Walau begitu, banyak orang terutama para ibu rumah tangga yang pusing menghadapinya. Ligwina pun selalu memberi saran yang sama.

"Kalau harga naik sekitar bulan puasa sudah biasa terjadi setiap tahun. Beberapa tahun ini inflasi cukup terkendali jadi isu kenaikan harga harusnya bisa diatasi. Kalau terjadi ya harus memilih next-nya apa. Persiapkan rencana keuangan yang matang," kata Ligwina dalam talk show 'Anti Boncos di Bulan Ramadan' di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

2. Badai Buka Puasa
Buka puasa jadi sarana silahturahmi sekaligus momok bagi banyak orang. Meski membuat senang dan mempererat hubungan, buka puasa malah sering menguras keuangan. Karena itu, Ligwina menyarankan untuk memilih-milih saja.

"Badai bukber akan menyunat habis pengeluaran. Dari awal makanya waspada ada pengeluaran lifestyle yang berlebih. Maka dari itu dipilih saja jangan didatangi semua," tutur Ligwina.

3. Isu Mudik
Biaya mudik juga menjadi masalah yang sering bikin pusing setiap tahunnya. Banyak orang yang ingin pulang ke kampung halaman namun segan karena harus mengeluarkan banyak uang dan tenaga.

"Mungkin bisa nggak harus mudik setiap tahun. Kalau nggak mampu ya nggak usah dari pada susah bayar sekolah anak atau nggak punya dana darurat. Apalagi kalau orang dari kota dianggap kaya jadi harus membiayai, menolong saudara. Jadi harus jujur dengan diri sendiri," ungkap Ligwina.
(sra/kik)