Apakah kamu sadar bahwa ada bagian tubuh yang sering terlewat saat mengoleskan sunscreen?
Saat bersiap-siap untuk beraktivitas di dalam atau luar ruangan, mengoleskan sunscreen ke area wajah dan tangan mungkin sudah menjadi rutinitas harian yang wajib. Namun, tahukah kamu kalau kebiasaan tersebut sebenarnya belum sepenuhnya melindungi seluruh tubuh dari bahaya paparan radiasi ultraviolet (UV)?
Banyak orang merasa sudah aman hanya dengan mengusapkan sunscreen secukupnya ke pipi dan dahi. Padahal, perlindungan kulit membutuhkan perhatian yang jauh lebih menyeluruh. Menjaga kesehatan kulit bukan hanya soal estetika, melainkan juga pencegahan risiko penyakit serius dalam jangka panjang.
Berdasarkan data dari American Academy of Dermatology Association (AAD), sebagian besar orang dewasa membutuhkan setidaknya 1 ons-atau setara satu gelas kecil-sunscreen untuk melapisi area yang sering terlewat agar seluruh permukaan tubuh terlindungi dengan maksimal.
"Sunscreen harus digunakan setiap hari, terlepas dari cuaca, dan dioleskan kembali setiap dua jam," ucap dermatolog Dr. Michele Green, seperti dikutip dari Everyday Health.
Menurut Skin Cancer Foundation, mengalami lima kali atau lebih luka bakar akibat sinar matahari dapat melipatgandakan risiko melanoma. Namun, penggunaan sunscreen SPF 15 atau lebih tinggi secara rutin mampu memangkas risiko tersebut hingga 50%. Selain mencegah kanker kulit, penggunaan SPF harian secara konsisten juga terbukti efektif mengurangi penuaan dini pada kulit hingga 24% akibat paparan sinar UV.
Berikut enam area yang tidak boleh terlewatkan saat mengaplikasikan sunscreen:
Telinga
Telinga memiliki banyak lekukan halus yang membuatnya sering terabaikan saat kita terburu-buru mengoleskan sunscreen. Padahal, area ini menerima paparan sinar matahari langsung yang cukup intens setiap kali kita berada di luar rumah.
Cleveland Clinic menyatakan bahwa telinga adalah lokasi ketiga yang paling umum terkena kanker kulit. "Saya melihat kanker kulit di semua bagian telinga luar dan bahkan meluas ke saluran telinga. Di belakang telinga, termasuk lipatan di belakang telinga, juga merupakan tempat umum terbentuknya kanker kulit," ucap dermatolog Dr. Nino.
Kulit Kepala
Banyak orang menganggap bahwa rambut tebal sudah cukup untuk melindungi bagian atas kepala dari sengatan sinar UV. Pemikiran tersebut keliru karena posisi kepala yang tinggi justru membuatnya paling rentan mengalami luka bakar akibat sinar matahari, terlebih jika rambut sudah mulai menipis atau ada area yang botak.
"Kulit kepala adalah titik tertinggi tubuh dan karenanya lebih mungkin terbakar daripada area lain," ucap Dr. Michele. Kanker kulit kepala memang tidak umum, namun penelitian membuktikan bahwa kanker kulit kepala menyumbang 2-5% dari semua kasus melanoma kulit.
Jika penggunaan sunscreen bertekstur krim dapat membuat rambut menjadi berminyak atau lepek, gunakanlah sunscreen jenis spray yang tidak meninggalkan rasa lengket. Gunakan pula topi bertepi lebar yang dapat menutup kepala hingga telinga.
Simak Video "Video: Wajib Pakai Sunscreen Meski di Dalam Ruangan dan Cuaca Mendung"
(eny/eny)